Home
KPK Telusuri Pengurusan DAK Kabupaten Kepulauan Meranti | Ilmu Menghadirkan Takut Kepada Allah | Haruskah Istri Takut kepada Suami? | Lakukan Maintenance, Saldo Nasabah Bank Mandiri Berubah Drastis | Gubri Apresiasi Pembangunan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa | Ibarat Memelihara Anak Macan, Jadi Alasan Jokowi Dan PDIP Tolak Demokrat
Minggu, 21 Juli 2019
/ Peristiwa / 16:41:53 / LGBT di Bogor Gunakan Ruang Publik untuk Perilaku Tercela /
LGBT di Bogor Gunakan Ruang Publik untuk Perilaku Tercela
Jumat, 09 November 2018 - 16:41:53 WIB

BOGOR - Sebanyak 46 organisasi masyarakat (ormas) bergabung dalam aksi damai ke Balai Kota, Jumat (9/11). Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Wali Kota Bogor Bima Arya dan DPRD terkait penolakan terhadap komunitas LGBT.

Ketua Forum Masyarakat Kota Bogor Anti-LGBT Abdul Halim menyebut, aksi tersebut merupakan aksi damai yang membawa aspirasi penolakan dan pengawasan terhadap komunitas LGBT di Kota Bogor. Menurutnya, komunitas LGBT telah memanfaatkan ruang-ruang publik untuk menjalankan perilaku tercela. Hal tersebut dinilai akan memberi dampak sosial serta kesehatan yang negatif di masyarakat.

"Kita dapat laporan dari warga, ada juga yang kita temui sendiri bukti-buktinya di lapangan bahwa ruang-ruang publik di Kota Bogor ini sudah dijadikan tempat tercela. Mereka (komunitas LGBT) sudah frontal melakukan aksinya di ruang publik," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (9/11).

Ruang-ruang publik yang dimaksud, antara lain, taman kota dan terminal. Menurutnya, komunitas LGBT telah menyalahgunakan fungsi dari ruang-ruang publik sebagai sarana kumpul warga yang bernilai positif. Di lain sisi, menurutnya, aksi damai itu bukan bertujuan mendiskreditkan pelaku LGBT, melainkan merangkul para pelaku untuk dapat kembali pada jalur yang benar.

"Kita tidak menolak pelakunya (pelaku LGBT), tapi kami menolak perilakunya. Kalau memang terjadi penyimpangan seksual, sekiranya mereka membutuhkan batuan pengobatan, tentunya kami siap membantu," ujarnya.

Sementara itu, dalam jalannya aksi damai tersebut, ia berharap aspirasi yang disampaikan kepada Pemkot akan ditindaklanjuti ke DPRD agar dapat diikat dengan perda. Sehingga, ke depannya, komunitas LGBT di Kota Bogor dapat diawasi sesuai hukum yang ada.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jajat Sudrajat menyatakan, aspirasi terkait penolakan komunitas LGBT di Kota Bogor sedang ditindaklanjuti. Tindak lanjut tersebut berupa rancangan peraturan daerah (raperda) yang naskah akademisnya sudah diselesaikan.

"Kami sedang tindak lanjuti dengan raperda. Naskah akademisnya sudah rampung, tinggal dimasukkan ke tahapan sidang," ujarnya.

Menurut Jajat, sidang raperda pertama direncanakan digelar mulai Januari hingga Agustus 2019 mendatang. Diharapkan, lanjutnya, raperda di sidang pertama bisa terselesaikan. Akan tetapi, ia menyebut, pada umumnya sebuah raperda yang digodok bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga kali sidang.

"Kita berharap, raperda itu nantinya bisa selesai di masa sidang pertama, itu harapan kita semua," ujarnya.

Aksi damai penolakan terhadap LGBT dilakukan dengan long march dari Masjid Raya menuju Balai Kota Bogor. Sebanyak 46 ormas yang tergabung di dalam aksi tersebut,terdiri atas ormas keagamaan dan ormas umum, seperti Front Pembela Islam (FPI), Persis, Pemuda Muhammadiyah, hingga ke Komisi Penanggulangan Aids. [Rol]

   
 
Rizal Ramli: Jangan Sampai Pimpinan KPK Didominasi Polisi, Bisa Coupe de Grace
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:47

Pemprov Riau Terus Kaji Porsi APBD-P
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:42

11 Negara Ikuti Festival Perahu Naga di Danau Rusa Kampar
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:31

274 Orang Terjangkit DBD di Pekanbaru, Begini Penjelasannya
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:29

Disdagprin Bengkalis Minta PNS Tidak Gunakan Elpiji 3 Kg
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:26

Gerindra Merapat, Demokrat Ditendang?
Jumat, 19 Juli 2019 - 11:28

Arkeolog Temukan Masjid Berusia 1200 Tahun di Israel
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:11

Kalah Di Sejumlah Basis Golkar, Jokowi Bisa Jadi Tak Nyaman Dengan Airlangga
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:09

DPR Kritisi Wacana Traveloka dan Tokopedia Masuk Bisnis Umrah
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:07

Harga Cabai Bukit Tinggi Meroket, Cabai Medan Malah Turun
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:04

Pemprov Riau Optimis Seluruh Kabupaten Kota d Riau Menjadi KLA
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:52

Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:48

Wagubri Kenalkan 3 Potensi Besar di Riau
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:46

Unri Ingin Wujudkan Perencanaan yang Terintegrasi
Kamis, 18 Juli 2019 - 14:29

Donald Trump Intensifkan Serangan Rasialis Demi Politik
Kamis, 18 Juli 2019 - 14:27

Kader Muhammadiyah Siap Melawan Pembangkang Amien Rais Di PAN
Kamis, 18 Juli 2019 - 14:18

62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:05

Lantik 11 Pejabat Penghulu Mempura-Dayun,
Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:03

Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:00

Sedih, Ikan Pari Raksasa Ini Hampiri Penyelam dan Minta Pertolongan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:53

Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel!
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:49

Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45

Pemegang Saham Minta Pemprov Riau Batalkan Pansel Dirut BRK
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:17

Jelang Munas, Golkar Riau Diminta Solid
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com