Home
Ummat Muslim Dumai Diajak Jihad Politik di Tahun 2019 | Wabup Inhil Tinjau Kondisi Jalan Sungai Beringin Tembilahan | Ada Kiai Maaruf, Kenapa Umat Islam Masih Dukung Prabowo Subianto? | Diduga Melakukan Penghinaan, Mahasiswa Polisikan Rektor | Buaya Terperangkap di Salurkan Irigasi Kuansing Saat Banjir | OJK Belum Terima Nama Calon Dirut Bank Riau Kepri
Selasa, 11 Desember 2018
/ Nasional / 15:01:32 / Menyerang, Jokowi Dikalahkan Diri Sendiri Dan Bunuh Diri Politik /
Menyerang, Jokowi Dikalahkan Diri Sendiri Dan Bunuh Diri Politik
Kamis, 15 November 2018 - 15:01:32 WIB

JAKARTA - Politik saling sindir antara kubu pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan kubu pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno justru akan menggerus tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan hal itu harusnya disadari betul oleh capres petahana, Jokowi.

Menurut Pangi, politik santun, tenang, tidak nyinyir, tidak suka menyerang, tidak menyindir dan tidak menuding yang pada Pemilu 2014-lah mengantarkan Jokowi sebagai pemenang. Namun, pada hajatan Pemilu kali ini, sepertinya Jokowi memainkan taktik formasi menyerang.

"Kita tidak melihat Jokowi seperti yang dulu, terjebak pada politik reaktif namun belum masuk ke hal-hal yang lebih substantif," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/11).

Pangi menekankan, bukan tidak mungkin jika terus-menerus memainkan politik menyerang kubu lawan, Jokowi justru terjerembab di jurang kekalahan di ajang pesta rakyat lima tahunan itu.

"Yang paling dikhawatirkan adalah Jokowi dikalahkan oleh dirinya sendiri, bunuh diri politik. Semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik," ujarnya.

Mestinya, lanjut Pangi, Jokowi fokus saja mempromosikan kinerja dan prestasinya ke publik. Misalkan mempromosikan infastruktur yang menjadi proyek andalannya sehingga masyarakat menjadi tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.

Jika masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, menurut Pangi, masyarakat akan puas. Kalau puas, secara otomatis mereka akan memilih Jokowi dengan sendirinya.

"Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran tersebut, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri," katanya.

Pangi menduga, narasi kampanye yang dangkal ini memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga jauh dari substansi atau konten persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

Dengan kata lain, imbuhnya, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif. Pasalnya ada pihak-pihak yang merasa khawatir jika berdebatan substansial dilakukan, maka akan berpotensi merugikan kepentingan politik tertentu.

Strategi politik semacam ini, kata dia, membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas.

Pangi menambahkan, perang urat saraf dan politik saling sindir pada dasarnya tidak memberikan azaz kemanfaatan bagi masyarakat. Sementara, pada saat yang sama rakyat sedang berkutat pada kesulitan ekonomi dan beragam persoalan lainnya.

"Sehingga sangat tidak elok membuat kebisingan dengan memainkan sentimen publik, sementara pada saat yang sama kebisingan tersebut tidak memberi dampak apapun terhadap rakyat," pungkasnya. [RMOL]

   
 
Model Baru Segera Tayang, Begini Nasib Avanza Xenia Bekas
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:53

Deretan Mobil Bekas Irit BBM Versi Pedagang
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:48

Reuni 212 Tanpa Tokoh Setral, Tokoh Sentral Adalah Rakyat Itu Sendiri
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:31

Waspada Banjir, Siang Ini PLTA Koto Panjang Buka Pintu Pelimpahan Setinggi 120 Cm
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:19

Malam Minggu Riau Bakal Diguyur Hujan
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:17

Aksi 212 Dinilai Dongkrak Prabowo, Gerus Elektabilitas Jokowi
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:37

Menangkan Jokowi Di Jateng, Nasdem Sebar Ribuan Purnawirawan TNI-Polri
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:29

Ustaz Abdul Somad Ajak Jamaah Datangi TPS Di Hari Pencoblosan
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:26

Pelaku Usaha Dukung Konversi Bank Riau Kepri Menjadi Syariah
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:14

Rohil Segera Miliki Pelabuhan Berskala Internasional
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:06

Bandingkan Kasus Habib Bahar Dengan Bupati Boyolali, Korsa: Polri Pilih Kasih!
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:57

Pengorbanan Besar Umat Islam Saat Tujuh Kata Di Piagam Jakarta Dicoret
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:52

MC Metallica 1993 Jelaskan Keajaiban Reuni 212
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:50

Seruan Habib Rizieq Di Reuni 212 Bukanlah Kampanye
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:45

Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dibuka 80 Cm
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:32

Bangun Tol Riau-Sumbar, PT HK Mulai Mobilisasi Peralatan dari Sicincin ke Pekanbaru
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:18

Jalan Lintas Riau-Sumbar Sering Longsor, Dewan Saran Buat Bangunan Penahan Dinding Bukit
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:07

Fokus Ornop Inhil Gelar Rapat Kerja
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:57

Wardan Lantik Pj Kades Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:54

Kubu Prabowo: Kami tak Diuntungkan Media
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:12

Kuasa Hukum Yakin Habib Bahar Tidak Akan Jadi Tersangka
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:09

Condong ke Jokowi, PBB Akui Ada Caleg Dukung Prabowo
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:02

Pemprov Riau Pastikan Elpiji 3 Kg Cukup Hingga Akhir Tahun
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:01

Diduga Hamili Pacar, Oknum Brimob Dilaporkan ke Propam Polda Riau
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com