Home
Tips Aman Berkendara Saat Puasa, Terlihat Sepele tapi Penting | Air Hangat atau Air Dingin, Mana yang Lebih Sehat? | PAN, Gerindra, PKS, dan Berkarya Tolak Teken Hasil Pileg 2019 | Aktivis Lingkungan Riau Tolak Proyek Jalan Membelah Hutan Talang. Begini Penjelasannya | Enggan Gunakan JPO, Warga Pilih Terobos Pagar di Jalan Sudirman | Layani Arus Mudik, Dishub Bengkalis Siapkan Lima Armada Roro
Selasa, 21 Mei 2019
/ Nasional / 15:01:32 / Menyerang, Jokowi Dikalahkan Diri Sendiri Dan Bunuh Diri Politik /
Menyerang, Jokowi Dikalahkan Diri Sendiri Dan Bunuh Diri Politik
Kamis, 15 November 2018 - 15:01:32 WIB

JAKARTA - Politik saling sindir antara kubu pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan kubu pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno justru akan menggerus tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan hal itu harusnya disadari betul oleh capres petahana, Jokowi.

Menurut Pangi, politik santun, tenang, tidak nyinyir, tidak suka menyerang, tidak menyindir dan tidak menuding yang pada Pemilu 2014-lah mengantarkan Jokowi sebagai pemenang. Namun, pada hajatan Pemilu kali ini, sepertinya Jokowi memainkan taktik formasi menyerang.

"Kita tidak melihat Jokowi seperti yang dulu, terjebak pada politik reaktif namun belum masuk ke hal-hal yang lebih substantif," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/11).

Pangi menekankan, bukan tidak mungkin jika terus-menerus memainkan politik menyerang kubu lawan, Jokowi justru terjerembab di jurang kekalahan di ajang pesta rakyat lima tahunan itu.

"Yang paling dikhawatirkan adalah Jokowi dikalahkan oleh dirinya sendiri, bunuh diri politik. Semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik," ujarnya.

Mestinya, lanjut Pangi, Jokowi fokus saja mempromosikan kinerja dan prestasinya ke publik. Misalkan mempromosikan infastruktur yang menjadi proyek andalannya sehingga masyarakat menjadi tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.

Jika masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, menurut Pangi, masyarakat akan puas. Kalau puas, secara otomatis mereka akan memilih Jokowi dengan sendirinya.

"Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran tersebut, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri," katanya.

Pangi menduga, narasi kampanye yang dangkal ini memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga jauh dari substansi atau konten persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

Dengan kata lain, imbuhnya, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif. Pasalnya ada pihak-pihak yang merasa khawatir jika berdebatan substansial dilakukan, maka akan berpotensi merugikan kepentingan politik tertentu.

Strategi politik semacam ini, kata dia, membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas.

Pangi menambahkan, perang urat saraf dan politik saling sindir pada dasarnya tidak memberikan azaz kemanfaatan bagi masyarakat. Sementara, pada saat yang sama rakyat sedang berkutat pada kesulitan ekonomi dan beragam persoalan lainnya.

"Sehingga sangat tidak elok membuat kebisingan dengan memainkan sentimen publik, sementara pada saat yang sama kebisingan tersebut tidak memberi dampak apapun terhadap rakyat," pungkasnya. [RMOL]

   
 
Disaksikan Sang Istri, Begini Kronologis Penangkapan Lieus Sungkharisma
Senin, 20 Mei 2019 - 16:23

PJU Jembatan Siak IV Belum Juga Terpasang, DPRD Salahkan Dinas PUPR
Senin, 20 Mei 2019 - 16:22

Upin Ipin The Movie Suguhkan Dua Cerita Rakyat Indonesia
Senin, 20 Mei 2019 - 08:56

Prabowo Raih 61,26 Persen Suara di Riau
Senin, 20 Mei 2019 - 08:53

Tanggapi Rencana Aksi 22 Mei, Pengamat: Protes Itu Hak Warga
Senin, 20 Mei 2019 - 08:43

Bersiap Hadapi Aksi 22 Mei, Pemprov DKI Gratiskan Seluruh Rumah Sakit
Senin, 20 Mei 2019 - 08:38

Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi
Senin, 20 Mei 2019 - 08:22

Saudi: Bola Perang Ada Di Kaki Iran
Senin, 20 Mei 2019 - 08:12

Jika Ada Pungli di Sekolah Pekanbaru, di Sini Tempat Mengadunya
Senin, 20 Mei 2019 - 08:08

Setelah Masuk Rekor MURI dan WBTB, Lari di Atas Tual Sagu Masuk Nominasi API 2019
Senin, 20 Mei 2019 - 08:02

Golkar Tak Rela Kursi Ketua MPR Jatuh ke Cak Imin
Senin, 20 Mei 2019 - 07:50

Pemprov Riau Segera Pasang Lampu Jalan disekitar Jembatan Siak IV
Senin, 20 Mei 2019 - 07:40

Gubri dan Walikota Pekanbaru Tinjau Tol Pekanbaru-Dumai
Senin, 20 Mei 2019 - 07:34

Mahfud MD Tegaskan Tak Gabung Tim Asistensi Hukum Wiranto
Sabtu, 18 Mei 2019 - 09:33

Wiranto Tak Peduli Dilaporkan ke Mahkamah Internasional
Sabtu, 18 Mei 2019 - 09:31

Dokter Pakistan Diduga Sengaja Tularkan HIV Kepada Anak-anak
Sabtu, 18 Mei 2019 - 09:29

Mengapa Israel Getol Serang Gaza Saat Puasa? Ini Jawabannya
Sabtu, 18 Mei 2019 - 09:25

Mardani: Maladministrasi, Jokowi Harus Hentikan Tim Asistensi Hukum Wiranto
Sabtu, 18 Mei 2019 - 08:14

Tidak Gugat Ke MK, Mbak Titiek: Kita Berjuang Di Jalanan Secara Damai
Sabtu, 18 Mei 2019 - 08:03

Kedubes AS Keluarkan Peringatan, Arief Poyuono: Washington Tak Akan Amini Hasil Pilpres 2019
Sabtu, 18 Mei 2019 - 08:00

Amien Rais Ganti People Power Dengan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat
Jumat, 17 Mei 2019 - 17:52

GMMK: Banyak Temuan Kecurangan Pemilu, Seolah KPU Sengaja Melakukannya
Jumat, 17 Mei 2019 - 17:48

Pemprov dan Pemko Pemkab Harus Bersinergi
Wakil Gubernur Safari Ramadhan di Masjid Al Ikhsan Dumai
Jumat, 17 Mei 2019 - 17:43

Polresta Pekanbaru Mediasi Dua Kelompok Terlibat Bentrokan
Jumat, 17 Mei 2019 - 17:36

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com