Home
Hari Ini, Bawaslu Semarang Salat Jumat Bareng Prabowo | Infrastruktur Pendukung Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah Dianggarkan di APBD 2020 | Daerah Pesisir Riau Mulai "Dikepung" Titik Api | TGB akan ke Dumai untuk Melantik dan Deklarasi TKD Jokowi - Maruf | Ideologi Feminisme Radikal Dalam RUU PKS Harus Dilawan Dan Ditolak | Tagar Uninstall Jokowi Buntuti Unsinstall Bukalapak
Senin, 18 Februari 2019
/ SainsTech / 09:03:16 / Lahirnya Bayi Kebal HIV di Cina Tuai Protes Para Ilmuwan /
Lahirnya Bayi Kebal HIV di Cina Tuai Protes Para Ilmuwan
Kamis, 29 November 2018 - 09:03:16 WIB

SHENZEN - Kelahiran bayi kembar Lulu dan Nana di Cina yang diklaim kebal HIV menuai kontroversi. Hal ini karena tindakan mengedit DNA sebagaimana yang dilakukan pada si kembar adalah tindakan ilegal di sejumlah negara. Deputi Menteri Sains dan Teknologi Cina, Xu Nanping, juga menyatakan berdasarkan hukum negara apa yang dilakukan pada bayi Lulu dan Nana adalah ilegal.

Profesor He selaku 'pencipta' bayi kebal HIV mengaku bangga atas kerjanya. Namun The Southern University of Science and Technology di Shenzen, tempat di mana He mengajar, menyatakan sebaliknya. Pihak universitas mengungkapkan He sudah tidak mengajar lagi sejak Februari. Kampus juga akan membentuk tim investigasi guna mendalami eksperimen yang dikerjakan oleh He.

Dikutip dari BBC Rabu (28/11), He menerangkan eksperimen memang atas inisiatif dan biayanya sendiri. Akan tetapi hingga saat ini klaim  He akan bayi kebal HIV masih belum terverifikasi.

Dalam eksperimen, He mengambil partisipan delapan pasang suami istri. Para suami sudah positif terkena HIV sedangkan istri-istrinya tidak. Lewat rangkaian pengeditan DNA, He mengatakan berhasil melahirkan bayi kebal HIV dari salah satu pasangan partisipan.

Perangkat editing DNA Crispr yang digunakan He bukanlah inovasi baru di bidang sains. Crispr pertama kali ditemukan pada 2012 lalu. Crispr bekerja menggunakan 'gunting molekular' untuk mengubah DNA secara spesifik. Caranya bisa dengan memotong, mengganti, atau memanjangkan DNA.

Pengeditan gen bisa membantu keturunan selanjutnya terhindar dari penyakit dengan cara membuang atau mengubah pengkodean yang bermasalah di embrio. Akan tetapi, ada kekhawatiran di kalangan ilmuwan tindakan pengeditan ini bisa membahayakan. Tidak hanya berbahaya bagi individu yang dilahirkan namun juga generasi-generasi di bawahnya yang ikut berubah.

Profesor He tak menampik eksperimennya itu dikritisi oleh ilmuwan lain. Ratusan ilmuwan di Negeri Tirai Bambu bereaksi dengan menandatangani petisi di media sosial mengutuk tindakan He. Mereka beramai-ramai menyuarakan protes atas apa yang dikerjakan oleh He.

"Jika benar, eksperimen ini mengerikan. Pengeditan gen adalah sesuatu yang eksperimental dan masih dihubungkan pada mutasi target, kemungkinan terjadinya masalah genetik baik saat ini maupun di kehidupan selanjutnya. Termasuk di dalamnya risiko kanker," ujar Profesor Julian Savulescu dari University of Oxford, Inggris. [Rol]

   
 
Hari Ini Diresmikan
Hasil Uji Beban Belum Keluar, Jembatan Siak IV Layak Fungsi? Ini Penjelasan PUPR Riau
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:11

Prabowo: Insya Allah 17 April, Kita Lihat Kebangkitan Bangsa
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:03

Kecewa Janji Jokowi, Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:50

Fitri RDJ Ajak Bertafakur Lewat Rilis Lagu Asmaul Husna
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:28

Buron Selama Sebulan, Pelaku Pembunuhan Wanita di Peranap Ditangkap
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:26

Dumai Bersiap-siap Sambut Cawapres Sandi Uno pada 3 Maret Nanti
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:15

Lahan Tidur Kampung Tengah Produksi Lima Ton Padi
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:09

253 Titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Untuk Siak Diresmikan
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:05

Dimulai Era Gubernur Rusli Zainal
Berikut Kronologi Singkat Pembangunan Jembatan Siak IV Pekanbaru
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:53

Besok Gubri Resmikan Jembatan Siak IV, Septina Potong Pita Fly Over
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:43

Meningkat Drastis, 56 Hotspot Membayangi
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:38

Misteri Berdirinya Stonehenge Akhirnya Terkuak
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:42

Komentari Guru, Mendikbud Dirundung di Media Sosial
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:38

DPR: Tidak Ada Yang Namanya RUU LGBT
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:23

PILPRES 2019
Pengamat: Ahok Mendekat, Jokowi Dalam Bahaya
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:52

Besok Diresmikan, Pengendara Bisa Langsung Melintasi Dua Flyover Baru
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:35

DPRD Riau Keberatan Gaji Pegawai P3K Bakal Dibiayai APBD
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:30

Dishub Pekanbaru akan Derek Mobil yang Parkir Sembarangan di Sekitaran Mal SKA
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:28

Harga TBS Kelapa Sawit Turun Lagi Rp4,46 per Kilogram
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:11

Sekdaprov Riau Perkirakan Gaji PPPK Capai Rp5 Miliar per Tahun
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:08

Embarkasi Haji Antara Riau, Meranti Minta Dispensasi Langsung ke Batam
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:07

Skadron 12 dan 16 Lanud RsN Pekanbaru Gelar Latihan Terbang Malam
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:39

Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:33

Ridwan Saidi Nilai Psikologi Jokowi Layaknya Akan Kalah Pilpres
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com