Home
Mengapa Harga Hunian di Jakarta Makin Mahal? | Andi Arief: Terlalu Dini Menyimpulkan Pelaku Perusakan Atribut Demokrat Disuruh PDIP | BPN Prabowo-Sandi: Perusakan Spanduk SBY Nodai Keindahan Demokrasi | Hinca: Perusak Bendera Demokrat di Riau Dibayar Rp100 Ribu | Aktivis Berharap Presiden Perhatikan Korban Banjir Riau | Polresta Pekanbaru Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat Saat Kunjungan SBY
Sabtu, 15 Desember 2018
/ SainsTech / 09:03:16 / Lahirnya Bayi Kebal HIV di Cina Tuai Protes Para Ilmuwan /
Lahirnya Bayi Kebal HIV di Cina Tuai Protes Para Ilmuwan
Kamis, 29 November 2018 - 09:03:16 WIB

SHENZEN - Kelahiran bayi kembar Lulu dan Nana di Cina yang diklaim kebal HIV menuai kontroversi. Hal ini karena tindakan mengedit DNA sebagaimana yang dilakukan pada si kembar adalah tindakan ilegal di sejumlah negara. Deputi Menteri Sains dan Teknologi Cina, Xu Nanping, juga menyatakan berdasarkan hukum negara apa yang dilakukan pada bayi Lulu dan Nana adalah ilegal.

Profesor He selaku 'pencipta' bayi kebal HIV mengaku bangga atas kerjanya. Namun The Southern University of Science and Technology di Shenzen, tempat di mana He mengajar, menyatakan sebaliknya. Pihak universitas mengungkapkan He sudah tidak mengajar lagi sejak Februari. Kampus juga akan membentuk tim investigasi guna mendalami eksperimen yang dikerjakan oleh He.

Dikutip dari BBC Rabu (28/11), He menerangkan eksperimen memang atas inisiatif dan biayanya sendiri. Akan tetapi hingga saat ini klaim  He akan bayi kebal HIV masih belum terverifikasi.

Dalam eksperimen, He mengambil partisipan delapan pasang suami istri. Para suami sudah positif terkena HIV sedangkan istri-istrinya tidak. Lewat rangkaian pengeditan DNA, He mengatakan berhasil melahirkan bayi kebal HIV dari salah satu pasangan partisipan.

Perangkat editing DNA Crispr yang digunakan He bukanlah inovasi baru di bidang sains. Crispr pertama kali ditemukan pada 2012 lalu. Crispr bekerja menggunakan 'gunting molekular' untuk mengubah DNA secara spesifik. Caranya bisa dengan memotong, mengganti, atau memanjangkan DNA.

Pengeditan gen bisa membantu keturunan selanjutnya terhindar dari penyakit dengan cara membuang atau mengubah pengkodean yang bermasalah di embrio. Akan tetapi, ada kekhawatiran di kalangan ilmuwan tindakan pengeditan ini bisa membahayakan. Tidak hanya berbahaya bagi individu yang dilahirkan namun juga generasi-generasi di bawahnya yang ikut berubah.

Profesor He tak menampik eksperimennya itu dikritisi oleh ilmuwan lain. Ratusan ilmuwan di Negeri Tirai Bambu bereaksi dengan menandatangani petisi di media sosial mengutuk tindakan He. Mereka beramai-ramai menyuarakan protes atas apa yang dikerjakan oleh He.

"Jika benar, eksperimen ini mengerikan. Pengeditan gen adalah sesuatu yang eksperimental dan masih dihubungkan pada mutasi target, kemungkinan terjadinya masalah genetik baik saat ini maupun di kehidupan selanjutnya. Termasuk di dalamnya risiko kanker," ujar Profesor Julian Savulescu dari University of Oxford, Inggris. [Rol]

   
 
Baru 14,7 Persen UMKM Riau Manfaatkan KUR
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:22

Enam Warga Meninggal Dalam Bencana Banjir Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:19

Chevron Bantu 15 Bibit Sapi Peternak Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:15

Turap Sungai Rokan Amblas, BWS Diminta Tanggung jawab
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:13

Jembatan Sementara Pulihkan Lalu Lintas Padang-Bukittinggi
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:23

Gerindra Ingatkan Jokowi: Jangan Berlebihan, Kekuasan Akan Berganti
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:19

Komunitas Goresan Emas Memulai Rangkaian Goes to School ke SMA di Inhil
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:12

Pemprov Riau Gesa Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Tambahan Embarkasi Haji Antara
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:00

Riau Bersiap Menerapkan Wisata Religi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:59

Harga TBS Sawit di Riau Menunjukkan Tren Positif
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:57

Sandi Tuding Utang BUMN Meroket karena Politik Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:52

Diundang LAM Riau, SBY Tidak akan Datang Acara Penabalan Gelar Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:48

Peringatan Dini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir pada Malam Hari di Riau
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:41

Selama Kedatangan Jokowi, RTH Kaca Mayang Tertutup untuk Umum
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:39

Perpustakaan Pekanbaru Terima 2.585 Buku Berbahasa Asing
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:36

Basarnas Pekanbaru Temukan Warga Hilang Terseret Banjir
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:34

Penyelesaian Konflik Dua Serikat Kerja Masih Nyangkut di Polres Dumai
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:32

23.091 Hektare Kebun Sawit Siak Perlu "Peremajaan"
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:18

Anggota DPRD Riau minta Perusahaan segera Bantu Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:16

Basarnas Pekanbaru Evakuasi 450 Santri Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:14

58 Nelayan Siak Belum Terdaftar Kartu Asuransi
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:08

Polres Inhil Tangkap Karyawan Swasta Pelaku Pencurian Motor
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:05

Zakat dan Shodaqoh Wujud Pengamalan Al Quran di Negeri Istana
Rabu, 12 Desember 2018 - 19:52

La Nyalla Siap Potong Leher, Tim Prabowo: Caper Jangan Berlebihan
Rabu, 12 Desember 2018 - 11:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com