Home
Hari Ini, Bawaslu Semarang Salat Jumat Bareng Prabowo | Infrastruktur Pendukung Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah Dianggarkan di APBD 2020 | Daerah Pesisir Riau Mulai "Dikepung" Titik Api | TGB akan ke Dumai untuk Melantik dan Deklarasi TKD Jokowi - Maruf | Ideologi Feminisme Radikal Dalam RUU PKS Harus Dilawan Dan Ditolak | Tagar Uninstall Jokowi Buntuti Unsinstall Bukalapak
Senin, 18 Februari 2019
/ Nasional / 07:59:33 / Kasus Nduga, Jangan Lagi Sebut Kelompok Kriminal Bersenjata /
Kasus Nduga, Jangan Lagi Sebut Kelompok Kriminal Bersenjata
Rabu, 05 Desember 2018 - 07:59:33 WIB

JAKARTA - Pelaku teror di Papua tidak pantas disebut kelompok kriminal bersenjata. Negara tidak boleh lengah. Satuan elit  TNI harus diturunkan.

"Kejahatan yang mereka lakukan tidak bisa disebut kriminal biasa. Mereka mau Papua merdeka," kata Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (4/12).

Ia mengatakan pembunuhan sadis 31 pekerja BUMN PT Istaka Karya di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dan penyerangan pos TNI Yonif 756/Yalet yang berada di kabupaten yang sama, lebih pantas disebut dilakukan oleh gerombolan pengacau separatis bersenjata.

Berdasarkan informasi yang diterima dari berbagai sumber, para pekerja yang tengah mengerjakan pembangunan jalan itu dibunuh pada Minggu (2/12) lantaran salah satu di antara mereka mengambil foto perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang diselenggarakan kelompok tersebut tak jauh dari lokasi kejadian. Adapun penyerangan pos TNI terjadi keesokan harinya. Akibat penyerangan itu satu anggota TNI tewas tertembak dan satu lainnya luka-luka

"Cara melihatnya harus diubah. Mereka bukan kelompok kriminal bersenjata tetapi gerombolan pengacau separatis bersenjata. Porsinya urusan TNI, bukan kepolisian," ucap calon anggota DPR Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara 1 yang meliputi Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi itu.

Iskandar menyayangkan gerakan separatis Papua dari hari ke hari seperti memiliki ruang untuk berkembang. Karenanya dia sependapat dengan Menhan Ryamizard Ryacudu yang menekankan perlunya peran TNI dalam menumpas separatisme di Papua. Bahkan menurutnya, tindakan tegas mestinya dilakukan sejak lama.

"Negara punya Kopassus dan pasukan elit TNI lainnya. Kenapa mereka tidak digunakan," pungkas Iskandar.[RMOL]

   
 
Hari Ini Diresmikan
Hasil Uji Beban Belum Keluar, Jembatan Siak IV Layak Fungsi? Ini Penjelasan PUPR Riau
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:11

Prabowo: Insya Allah 17 April, Kita Lihat Kebangkitan Bangsa
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:03

Kecewa Janji Jokowi, Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:50

Fitri RDJ Ajak Bertafakur Lewat Rilis Lagu Asmaul Husna
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:28

Buron Selama Sebulan, Pelaku Pembunuhan Wanita di Peranap Ditangkap
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:26

Dumai Bersiap-siap Sambut Cawapres Sandi Uno pada 3 Maret Nanti
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:15

Lahan Tidur Kampung Tengah Produksi Lima Ton Padi
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:09

253 Titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Untuk Siak Diresmikan
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:05

Dimulai Era Gubernur Rusli Zainal
Berikut Kronologi Singkat Pembangunan Jembatan Siak IV Pekanbaru
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:53

Besok Gubri Resmikan Jembatan Siak IV, Septina Potong Pita Fly Over
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:43

Meningkat Drastis, 56 Hotspot Membayangi
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:38

Misteri Berdirinya Stonehenge Akhirnya Terkuak
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:42

Komentari Guru, Mendikbud Dirundung di Media Sosial
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:38

DPR: Tidak Ada Yang Namanya RUU LGBT
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:23

PILPRES 2019
Pengamat: Ahok Mendekat, Jokowi Dalam Bahaya
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:52

Besok Diresmikan, Pengendara Bisa Langsung Melintasi Dua Flyover Baru
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:35

DPRD Riau Keberatan Gaji Pegawai P3K Bakal Dibiayai APBD
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:30

Dishub Pekanbaru akan Derek Mobil yang Parkir Sembarangan di Sekitaran Mal SKA
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:28

Harga TBS Kelapa Sawit Turun Lagi Rp4,46 per Kilogram
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:11

Sekdaprov Riau Perkirakan Gaji PPPK Capai Rp5 Miliar per Tahun
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:08

Embarkasi Haji Antara Riau, Meranti Minta Dispensasi Langsung ke Batam
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:07

Skadron 12 dan 16 Lanud RsN Pekanbaru Gelar Latihan Terbang Malam
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:39

Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:33

Ridwan Saidi Nilai Psikologi Jokowi Layaknya Akan Kalah Pilpres
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com