Home
PKS Instruksikan Saksi Partai Kawal Suara Prabowo-Sandi | Update Terbaru, Penyelenggara Pemilu di Riau Meninggal Bertambah Jadi 8 Orang | Gara Gara Serukan People Power, Eggi Sudjana Diperiksa Polisi Hari Ini | Vonis Tiga Dokter Terdakwa Korupsi Alkes RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Ditunda | Jokowi Dianggap Tak Mampu, Amerika Bantu Usut Kasus Novel | Ditanya Wartawan Soal Pilpres, Gubri Syamsuar: Awak Sarjana? Sekolahlah Kalian Sikit
Jum'at, 26 April 2019
/ Nasional / 09:50:11 / Jalan Tol Mahal, Kata Pemerintah Akibat Proyek yang Tertunda Lama /
Jalan Tol Mahal, Kata Pemerintah Akibat Proyek yang Tertunda Lama
Sabtu, 09 Februari 2019 - 09:50:11 WIB

JAKARTA - Pemerintah menjelaskan biaya pembangunan jalan tol dianggap mahal karena penundaan proyek dari masa perencanaan hingga realisasi menimbulkan dampak kenaikan harga yang berkali-kali lipat, baik dari harga lahan maupun material konstruksi.

Chief Executive Officer (CEO) Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA) Center, Eko Putro Adijayanto, menuturkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menanggung konsekuensi tersebut. Alasannya, jika rencana pembangunan infrastruktur jalan tol terus ditunda, maka daya saing Indonesia tidak akan berkembang.

"Misalnya kalau kita membangun MRT (Moda Raya Terpadu) zaman dulu mungkin biayanya bisa sepersepuluh lebih murah, sekarang tentunya jauh lebih mahal," imbuhnya.

Dilansir dari cnnindonesia.com, kenaikan biaya pembebasan lahan maupun harga bahan baku konstruksi juga berlaku pada proyek-proyek infrastruktur lain yang sudah direncanakan bahkan sebelum Presiden Jokowi menjabat.

Dia bercerita ketika di dunia perbankan nasional dahulu, Eko pernah menangani studi kelayakan (feasibility study) pembangunan jalan tol dengan biaya mencapai Rp49 miliar per kilometer (km). Hal itu tentu meningkat berkali lipat sekarang.

"Kami melihatnya lebih karena suatu langkah yang tertunda sudah sangat lama, akhirnya harus diambil sekarang, better late than never. Apakah kita akan terus menunda sampai titik daya saing kita akan selamanya menjadi potensi?," kata Eko di Hotel Aloft, Jumat (8/2).

Selain mengulas soal biaya, Eko juga mengklaim keputusan pemerintah membangun jalan tol yang menghubungkan ruas wilayah di berbagai daerah secara integrasi merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya, pembangunan jalan tol yang hanya dilakukan sebagian justru berpotensi menjadi masalah sistemik, baik dari kontraktor, perbankan, investor, hingga kepada pengguna.

"Karena orang akan memilih lewat jalan biasa kalau bangunnya sepotong. Jadi kalau bangun memang harus end to end, itu yang ditempuh pemerintah sekarang," kata Eko.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi III Kepala Staff Kepresidenan Denni P Purbasari menjelaskan kehadiran jalan tol bisa memangkas waktu tempuh. Dengan efisiensi waktu ini tentunya pengusaha akan merasakan efisiensi dari sisi biaya.

"Misalnya, semula mereka mungkin mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta membutuhkan waktu dua hari, artinya menyewa truk dua hari, tapi mungkin dengan adanya tol jadi 12 jam," ujar Denni.

Denni mengamini pernyataan Eko bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia mendesak dilakukan lantaran Indonesia memiliki kesenjangan infrastruktur dengan negara lain yang cukup tinggi.

Selain itu, dalam pembangunan infrastruktur ini Presiden Jokowi tidak memikirkan keuntungan jangka pendek melainkan investasi jangka panjang untuk pembangunan Indonesia.

"Jadi kalau kita pikirkan keuntungan jangka pendek maka tidak akan ada pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Uno Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut tarif tol di Indonesia paling mahal se-Asia Tenggara.

Dahnil mengunggah foto data terkait tarif tol dan perbandingannya dengan beberapa negara di Asia Tenggara, meliputi Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Dalam unggahan itu, tarif tol di Indonesia rata-rata mencapai harga Rp1.300 per kilometer (km). Tarif ini jauh lebih tinggi ketimbang di Malaysia sebesar Rp492 per km, Singapura Rp778 per km, Thailand Rp 440 per km, Vietnam Rp1.200 per km, dan Filipina Rp1050 per km. (*)

   
 
Tiga Kabupaten di Riau Terdeteksi Ada Hotspot
Kamis, 25 April 2019 - 13:38

Kabag Kesra Kuansing Meninggal Mendadak Saat Ikuti Rakor
Kamis, 25 April 2019 - 13:26

Indikator Makro Ekonomi Merosot: Pemerintah Jokowi Defisit Kepercayaan dan Kredibilitas
Kamis, 25 April 2019 - 13:22

Gus Dur Pernah Bilang "Kalau Sudah Tua Prabowo Jadi Presiden"
Kamis, 25 April 2019 - 13:19

Romi Dirawat di Rumah Sakit Karena Ancam Buka Mulut Soal Dana Kampanye 01?
Kamis, 25 April 2019 - 12:57

Rizal Ramli Ceramahi Mahfud MD, Pemilu Ibarat Pesawat Terbang..
Kamis, 25 April 2019 - 12:53

Pengelola: Aneh Sekali, Prosedural Bawaslu Minta Blokir Situs Jurdil2019.Org
Kamis, 25 April 2019 - 08:40

Din Serukan Pesan Kejujuran dan Keadilan dalam Pemilu
Kamis, 25 April 2019 - 08:30

Prabowo Minta Pendukungnya tak Lengah Kawal Suara
Kamis, 25 April 2019 - 08:27

Pemkab Siak Gelar Rakor Kewaspadaan Dini Pantau Isu Pokok Usai Pemilu dan Jelang Ramadhan
Kamis, 25 April 2019 - 08:16

Mulai 2019, Calon Jamaah Haji Kabupaten Siak Akan Berangkat Dari Pekanbaru
Kamis, 25 April 2019 - 08:09

Wako Dumai Hadiri Rakerwil I APEKSI di Tanjungpinang
Kamis, 25 April 2019 - 08:05

Gandeng Rumah Sakit, Kantor Imigrasi Layani Emergency Service Pasport
Kamis, 25 April 2019 - 08:02

Masyarakat Ingatkan Hasil Pileg di Siak Jangan Ada Pengelembungan Suara
Kamis, 25 April 2019 - 07:58

Triwulan l 2019, Jumlah Pencari Kerja di Kota Pekanbaru Capai 1.366 Orang
Kamis, 25 April 2019 - 07:54

Pembangunan Pasar Induk Pekanbaru Kembali Dilanjutkan
Kamis, 25 April 2019 - 07:49

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN
Menko Kemaritiman Tinjau Kawasan Techno Park di Pelalawan
Rabu, 24 April 2019 - 17:31

Siswa Prestasi dan Hafiz Quran Di Siak Dapat Bantuan Dari Pemda Siak
Rabu, 24 April 2019 - 17:10

Bupati Siak Lantik 36 Anggota Bapekam
Rabu, 24 April 2019 - 17:05

Ini Syarat Agar Riau Bisa Jadi Embarkasi Haji Penuh
Rabu, 24 April 2019 - 17:00

Polisi Tahan Caleg PDIP Pembakar Surat Suara Pemilu 2019
Rabu, 24 April 2019 - 16:57

Sandiaga Respons Aksi Boikot Nasi Padang: Kita Jangan Juniper
Rabu, 24 April 2019 - 16:52

Sepekan Kedepan Harga TBS Sawit Riau Turun
Rabu, 24 April 2019 - 16:48

Kotak Dan Surat Suara Dibakar Di Puncak Jaya, Begini Penjelasan Kapolres
Rabu, 24 April 2019 - 14:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com