Home
Komnas Perempuan Khawatir Kehancuran Akibat Kerusuhan Mei 1998 Kembali Terjadi | Amankan Kebutuhan Lebaran, Pertamina Tambah 28 Ribu Tabung Gas 3 Kg | Puasa Dapat Membantu Mengurangi Obesitas | Kubu Prabowo Klaim Dihambat Blokade Saat ke MK | Empat Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Sudah Diautopsi | Hadapi Sengketa Pemilu di MK, KPU Tunjuk Lima Firma Hukum
Minggu, 26 Mei 2019
/ Politik / 09:26:46 / Kubu Jokowi Menolak Dikaitkan dengan Nyanyian Agum Gumelar /
Kubu Jokowi Menolak Dikaitkan dengan Nyanyian Agum Gumelar
Rabu, 13 Maret 2019 - 09:26:46 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, mengaku pihaknya tidak pernah meminta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar untuk bicara soal kejadian pada 1998.

Seperti diketahui, Agum menceritakan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam meneken surat pemecatan calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto dari institusi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Agum juga mengklaim memiliki informasi yang sebenarnya tentang kasus pelanggaran HAM pada 1998.

Arsul mengatakan pihaknya tidak terkait dengan pernyataan Agum tersebut. Terlebih, kata Arsul, Agum bukan merupakan bagian dari TKN Jokowi-Ma'ruf. Arsul menerjemahkan pernyataan Agum sebagai mantan petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"TKN tidak pernah meminta beliau untuk bicara seperti itu atau untuk menyampaikan apapun yang sifatnya negatif terkait dengan Prabowo. Itu tidak ada sama sekali dari TKN," kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Namun begitu, dia menerangkan, hal yang disampaikan Agum dapat dilihat sebagai pertimbangan untuk masyarakat dalam memilih pemimpin. Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan masyarakat harus melihat rekam jejak pemimpin yang akan dipilih.

"Masyarakat harus melihat semuanya, dengan melihat rekam jejak juga," ucap Arsul.

Senada, anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi mengatakan pihaknya tidak terkait dengan apa yang telah disampaikan oleh Agum. Menurut dia, TKN Jokowi-Ma'ruf tidak mengetahui sama sekali tentang pernyataan yang disampaikan oleh Agum dalam sebuah video yang viral di media sosial.

"Biar publik yang menilai, toh sejarah perjalanan bangsa ini, termasuk karier Pak Prabowo, publik sudah tahu. Sudah jadi rahasia umum," ucap politikus PPP ini.

Lebih jauh, Baidowi menyampaikan Agum memilik hak untuk menyampaikan hal yang diketahui untuk memberikan kesaksian kepada masyarakat. Ia pun menduga bahwa hal yang disampaikan oleh Agum merupakan sebuah fakta sejarah.

Sebelumnya, Agum mempertanyakan sikap politik koleganya, SBY yang mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi yang direkam dan diunggah oleh Ulin Ni'am Yusron di akun Facebooknya, Senin (11/3/2019).

Dalam rekaman diskusi tersebut Agum mengkritik dukungan SBY kepada Prabowo. Sebab, kata Agum, SBY termasuk satu dari tujuh jenderal anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang ikut menandatangani surat rekomendasi berisi pemecatan terhadap Prabowo karena terbukti melakukan pelanggaran terkait kasus penculikan aktivis '98.

"Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tak punya prinsip

[Cnnindonesia.com]

   
 
Jalan Lintas Sungai Pakning Rusak, Begini Penjelasan PUPR Bengkalis
Jumat, 24 Mei 2019 - 07:00

BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:56

Harapan Jusuf Kalla kepada MK
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:50

Kondisi Politik Di Tanah Air Tegang Pasca Pilpres 2019, Ini Kata Sultan Sumbawa
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:43

Menkominfo Tunggu Petunjuk TNI-Polri Untuk Cabut Pembatasan Medsos
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:36

Komisi III DPR Minta Kapolri Tanggung Jawab Soal Dugaan Korban Tewas Terkena Peluru Tajam
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:33

Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:19

Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:18

DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:13

Kelola Lahan Gambut, Unri Berencana Bentuk Pusat Unggulan Iptek
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:11

RS Budi Kemuliaan Terima 177 Korban Rusuh Aksi 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 09:09

Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:59

Antisipasi Titik Rawan Longsor Arus Mudik 2019
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:56

Pemprov Riau Siapkan Rp60 Miliar Untuk THR ASN
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:53

Remaja 14 Tahun Tewas di Kemanggisan, Alami Luka di Lengan dan Dada
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:26

Mobil Polisi Diduga Bawa Peluru Tajam, Polri Ungkap Asalnya
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:09

Sebelum Meninggal Ustaz Arifin Ilham Sempat Salat
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:07

Massa 22 Mei Di Petamburan Mundur Usai TNI Turun Tangan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:03

Prabowo Imbau Pendukungnya Percayakan Masalah Pilpres Ke MK
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:59

PB HMI Kecam Aksi Represif Kepolisian Dalam Menangani Aksi Protes 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:55

Pesan Aa Gym: Mohon Hentikan Kekerasan dari Pihak Manapun
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:18

Prabowo: Kekerasan Malam dan Subuh Tadi Tak Boleh Terjadi Lagi
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:16

Kiai NU Se-Jatim: Kegaduhan Ini Akumulasi Proses Pemilu Diduga Tak Jurdil
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:10

Ini Tuntutan Pendemo dalam Aksi Damai HMI-MPO di Mapolda Riau
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com