Home
Komnas Perempuan Khawatir Kehancuran Akibat Kerusuhan Mei 1998 Kembali Terjadi | Amankan Kebutuhan Lebaran, Pertamina Tambah 28 Ribu Tabung Gas 3 Kg | Puasa Dapat Membantu Mengurangi Obesitas | Kubu Prabowo Klaim Dihambat Blokade Saat ke MK | Empat Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Sudah Diautopsi | Hadapi Sengketa Pemilu di MK, KPU Tunjuk Lima Firma Hukum
Minggu, 26 Mei 2019
/ Mozaik / 15:36:59 / Ustaz Abdul Somad: Pelaku Penembakan Layak Disebut Teroris /
Ustaz Abdul Somad: Pelaku Penembakan Layak Disebut Teroris
Jumat, 15 Maret 2019 - 15:36:59 WIB

JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari Selandia Baru hari ini, Jumat (15/3). Sejumlah pelaku menembaki secara brutal puluhan orang di dua masjid di Deans Ave dan Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Saat itu, dua rumah ibadah tersebut sedang dipenuhi kaum Muslimin yang melaksanakan shalat Jumat.

Ustaz Abdul Somad (UAS) mengutuk keras penembakan membabi-buta di dua masjid tersebut. UAS berdoa semoga para korban dimasukkan ke dalam surga-Nya, serta segenap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Lebih lanjut, mubaligh tersebut menegaskan, para pelaku merupakan teroris yang sesungguhnya. Berbagai pemberitaan sementara ini masih "malu-malu" menyebut mereka pelaku kriminal yang bersenjata api (gunmen). Hal itu mengindikasikan ketidakjujuran.

"Barat tidak pernah jujur. The real terrorist ini hanya disebut gunmen. Maka (dengan adanya kejadian ini) itulah cara Allah membuka mata para penyembah Barat. Masihkah berkelit?" kata Ustaz Abdul Somad saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/3).

Bagaimanapun kejinya aksi para pelaku, UAS berharap kaum Muslimin tidak lantas membalasnya dengan kekejian serupa. Serahkan pengusutan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah setempat.

Apalagi, para pelaku biasanya merupakan segelintir orang di tengah kaumnya. Karena itu, alumnus Universitas al-Azhar (Mesir) itu mengimbau kaum Muslimin agar tidak memberi penilaian generalisasi. Mayoritas masyarakat cenderung masih berpandangan yang berbeda, sehingga tidak menjadikan kekerasan sebagai jawaban final.

"Jangan sweeping dan jangan pukul rata. Tidak semua Barat begitu. Semoga umat Islam senantiasa cerdas," ujar dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu.

Beberapa saat setelah kejadian penembakan itu, kepolisian Selandia Baru telah menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku. Mereka terdiri atas tiga pria dan seorang perempuan. Kendati demikian, juru bicara kepolisian di sana menekankan, tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lainnya yang ditangkap.

Hingga kini penyelidikan terhadap keempat terduga pelaku masih dilakukan. Oleh karena itu, pihak kepolisian setempat tidak menyebut aksi penembakan di dua masjid itu sebagai serangan teroris. Bagaimanapun, situasinya diakui sangat serius.

"Kami saat ini berhadapan dengan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Selandia Baru. Ini sangat gawat, sangat serius," ujar Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush, Jumat (15/3).

Bush menyayangkan adanya video yang mendokumentasikan aksi penembakan tersebar di media sosial. Seorang pelaku bahkan melakukan live streaming ketika sedang membantai orang-orang tak berdosa di dalam masjid itu.

"Seharusnya (video) tidak di domain publik," ucapnya seraya menambahkan kepolisian akan berupaya menghapusnya.

Aksi penembakan di dua masjid di Christchurch terjadi saat umat Muslim di sana menunaikan shalat Jumat. Terdapat ratusan orang di dalam masjid, enam di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Selendia Baru dilaporkan telah berhasil menghubungi tiga WNI. Namun, tiga WNI lainnya belum diketahui kabarnya. [Republika]

   
 
Jalan Lintas Sungai Pakning Rusak, Begini Penjelasan PUPR Bengkalis
Jumat, 24 Mei 2019 - 07:00

BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:56

Harapan Jusuf Kalla kepada MK
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:50

Kondisi Politik Di Tanah Air Tegang Pasca Pilpres 2019, Ini Kata Sultan Sumbawa
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:43

Menkominfo Tunggu Petunjuk TNI-Polri Untuk Cabut Pembatasan Medsos
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:36

Komisi III DPR Minta Kapolri Tanggung Jawab Soal Dugaan Korban Tewas Terkena Peluru Tajam
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:33

Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:19

Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:18

DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:13

Kelola Lahan Gambut, Unri Berencana Bentuk Pusat Unggulan Iptek
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:11

RS Budi Kemuliaan Terima 177 Korban Rusuh Aksi 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 09:09

Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:59

Antisipasi Titik Rawan Longsor Arus Mudik 2019
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:56

Pemprov Riau Siapkan Rp60 Miliar Untuk THR ASN
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:53

Remaja 14 Tahun Tewas di Kemanggisan, Alami Luka di Lengan dan Dada
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:26

Mobil Polisi Diduga Bawa Peluru Tajam, Polri Ungkap Asalnya
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:09

Sebelum Meninggal Ustaz Arifin Ilham Sempat Salat
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:07

Massa 22 Mei Di Petamburan Mundur Usai TNI Turun Tangan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:03

Prabowo Imbau Pendukungnya Percayakan Masalah Pilpres Ke MK
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:59

PB HMI Kecam Aksi Represif Kepolisian Dalam Menangani Aksi Protes 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:55

Pesan Aa Gym: Mohon Hentikan Kekerasan dari Pihak Manapun
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:18

Prabowo: Kekerasan Malam dan Subuh Tadi Tak Boleh Terjadi Lagi
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:16

Kiai NU Se-Jatim: Kegaduhan Ini Akumulasi Proses Pemilu Diduga Tak Jurdil
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:10

Ini Tuntutan Pendemo dalam Aksi Damai HMI-MPO di Mapolda Riau
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com