Home
Pasukan Koalisi Rebut Benteng Terakhir, ISIS Suriah Dinyatakan Kalah | Pesaing Toyota Rush Segera Hadir, Ini Bocorannya | Kenali Penyebab Skutik Boros Bensin | Syahganda Yakin 2 Menteri Jokowi Segera Ditangkap KPK | Jokowi "Ngamuk" Di Yogyakarta Terkesan Depresi Tingkat Tinggi, Mentalnya Sudah Jatuh | Legislator Dukung Langkah MUI Keluarkan Fatwa Haram Game Online PUBG
Minggu, 24 Maret 2019
/ Peristiwa / 11:08:23 / PM Selandia Baru Terima Email dari Pelaku Sebelum Penembakan /
PM Selandia Baru Terima Email dari Pelaku Sebelum Penembakan
Minggu, 17 Maret 2019 - 11:08:23 WIB

RIAUTRUST.COM - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menerima email dari pelaku teror beberapa menit sebelum penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, kota Christchurch, pada Jumat (15/3/2019).

Dilansir dari CNN pada Sabtu (16/3/2019), Kepala Sekretaris Pers dari Ardern, Andrew Campbell, mengonfirmasi keberadaan email tersebut. Email itu, kata Cambell, berisi dokumen manifesto yang menjelaskan motif di balik keputusan pelaku untuk melancarkan serangan teror.

Campbell mengabarkan email itu dikelola staf pemerintahan Selandia Baru dan tidak sempat dilihat Ardern. Dokumen manifesto, katanya, berisi 87 halaman penuh kebencian tentang ide-ide anti imigran dan anti muslim yang kemudian juga diunggah di dunia maya sebelum serangan.

Pasca penembakan, Ardern bersumpah bakal mengetatkan dan menguatkan undang-undang senjata di negara tersebut.

Mengutip AFP, Ardern menyampaikan Tarrant memperoleh lisensi senjata kategori A pada November 2017 lalu. Sebulan setelahnya dia membeli lima senjata lainnya yang digunakan dalam serangan di Christchurch.

Senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut dibeli secara legal dari sebuah gudang senjata.

"Kami sedang mengerjakan rangkaian rantai peristiwa yang mengarah pada kepemilikan dan lisensi senjata, undang-undang soal senjata akan kami ubah," ucap Ardern.

Sempat ke Bulgaria

Brenton Tarrant, pria Australia yang melakukan penembakan di dua masjid Selandia Baru dihadirkan di pengadilan pada Sabtu (16/3). Usai menjalani sidang perdana, pelaku berusia 28 tahun tersebut dimasukkan dalam tahanan sampai jadwal pengadilan berikutnya pada 5 April 2019

Sebelum melakukan aksi, Tarrant mengunjungi Bulgaria antara 9 hingga 15 November 2018. Hal ini disampaikan Jaksa Agung Bulgaria, Sotir Tsatsarov, kepada jurnalis, berdasarkan laporan dari kantor berita negara BTA.

Tsatsarov mengatakan Tarrant tiba di Sofia melalui penerbangan dari Dubai, menyewa mobil pada hari berikutnya, dan berkeliling ke beberapa kota untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah Bulgaria.

"Tugas kami adalah mengumpulkan informasi tentang seluruh kunjungan Brenton Tarrant ke Bulgaria dan apakah ia memiliki hubungan dengan orang Bulgaria. Berdasarkan informasi awal, pria asal Australia ini memiliki visa turis," ujar Tsatsarov.

Lebih lanjut, Tsatsarov juga mengatakan kepada jurnalis bahwa setelah meninggalkan Bulgaria, Tarrant pergi ke Rumania lalu melanjutkan perjalanan dari sana ke Hungaria menggunakan mobil.

Kepada CNN, pejabat Turki juga menyampaikan Tarrant sempat menghabiskan waktu yang lama di Turki.

[Cnnindonesia.com]

   
 
Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:47

Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:44

Siak Rancang Event Wisata "Thriathlon Sunnah" Gabungkan 3 Olahraga
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:33

Dinilai Sukses Terapkan Sistem Penyelenggaraan Pemilu, DPRD Rohul Kunjungi Siak
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:29

SBY Dikabarkan Teken Surat Pergantian Noviwaldy dari Jabatan Wakil Ketua DPRD Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:23

Pesawat ATR Garuda Diduga Alami Kerusakan "Landing Gear" Jelang Tinggal Landas
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:20

Pemkab Siak Serahkan Laporan Hasil Keuangan ke-BPK Perwakilan Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:08

Pertajam Program Prioritas Pembangunan, Pemkab Taja Musrenbang RKPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 15:20

Kubu Prabowo Resmi Tolak Metro TV Sebagai Media Penyelenggara Debat Capres Keempat
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:50

Jual Beli Jabatan Rektor, Menag Terlibat? Romi: Silakan Jawab Sendiri
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:42

Ini Lima Alasan Mengapa Jokowi Tidak Layak Dipilih Kembali Versi Rizal Ramli
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:39

Gubri Rampingkan Struktur Pemerintahan dari 40 Jadi 37 OPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:38

Infrastruktur Pendukung Siak IV Dianggarkan Tahun 2020
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:37

Keterbatasan Jokowi Dalam Bahasa Tak Bisa Jadi Alasan Bolos Di Forum Internasional
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:36

Lembaga Survei Kunci Jokowi, RR: Untuk Alasan Kecurangan Kalau Sampai Kalah
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:28

Shireen Sungkar, Sejak Dini, Kenalkan Hijab Ke Buah Hati
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:23

Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:16

Difasilitasi SKK Migas Wilayah Sumbagut,
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas dan UKW
Jumat, 22 Maret 2019 - 08:48

Cerita Guru Besar UIN Malang yang Merasa Dicurangi Kemenag
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:59

Eksepsi Ditolak, Habib Bahar Ikhlas Terima Putusan Hakim
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:52

Erwin Aksa Simbol Perlawanan JK Atas Jokowi-Maruf
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:48

Enam Guru Honorer di Banten Dipecat Gara-Gara Pamer Stiker Prabowo-Sandi
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:46

BPN Prabowo: Wiranto Blunder Sebut Hoaks Seperti Terorisme
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:12

Kapan Jokowi Besuk Romi? Jangan Habis Manis Sepah Dibuang
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:00

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com