Home
Pasukan Koalisi Rebut Benteng Terakhir, ISIS Suriah Dinyatakan Kalah | Pesaing Toyota Rush Segera Hadir, Ini Bocorannya | Kenali Penyebab Skutik Boros Bensin | Syahganda Yakin 2 Menteri Jokowi Segera Ditangkap KPK | Jokowi "Ngamuk" Di Yogyakarta Terkesan Depresi Tingkat Tinggi, Mentalnya Sudah Jatuh | Legislator Dukung Langkah MUI Keluarkan Fatwa Haram Game Online PUBG
Minggu, 24 Maret 2019
/ Lifestyle / 12:06:25 / Waspada Glaukoma Bisa Berujung Kebutaan Permanen /
Waspada Glaukoma Bisa Berujung Kebutaan Permanen
Minggu, 17 Maret 2019 - 12:06:25 WIB

YOGYAKARTA - Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta, Rastri Paramita, mengatakan penderita glaukoma terus meningkat. Glaukoma berbeda dengan katarak karena glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Ia pun pernah melakukan penelitian terkait penyakit ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2014 lalu. Berdasarkan penelitian tersebut, angka kebutaan mencapai 1,34 persen dari total penduduk DIY. Sebanyak 0,17 persennya mengalami kebutaan akibat menderita glaukoma. Kebutaan terjadi karena penanganan yang terlambat dilakukan.

Hal ini tentunya menjadi perhatian. Penanganan terlambat disebabkan tidak hanya karena faktor ekonomi, namun juga karena kurangnya pemahaman tentang deteksi dini dan pengetahuan masyarakat terhadap glaukoma.

Dengan adaya deteksi dini, maka kebutaan akibat glaukoma ini pun dapat dihindari. Terkadang, glaukoma juga tidak disadari atau menyerupai gejala penyakit lain. "Sehingga, kebanyakan penderita kurang menyadari kalau dia menderita glaukoma dan baru diketahui ketika penyakit telah lanjut dan terjadi kebutaan total," kata Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma RS Mata Dr. Yap Yogyakarta, Retno Ekantini.

Ia menjelaskan glaukoma merupakan kerusakan saraf yang diikuti gangguan lapang pandang yang khas. Penyebab utamanya adalah tekanan bola mata yang meningkat. Tekanan ini disebabkan karena adanya hambatan pengeluaran cairan bola mata. Penyebab lainnya bisa karena gangguan suplai darah ke saraf mata dan adanya kelemahan saraf mata.

Penyakit ini diklasifikasikan menjadi primer dan sekunder. Primer berarti janis glaukoma yang diturunkan dan tidak diketahui penyebab pastinya. Untuk itu, jika ada orang tua dalam sebuah keluarga mengidap glaukoma, maka keturunannya harus diperiksa. "Karena bisa diturunkan, walaupun tidak selalu terjadi. Tapi ini perlu karena dapat mencegah kebutaan karena glaukoma," jelas Retno.

Sementara itu, glaukoma sekunder tidak diturunkan dan diketahui penyebab pastinya. Jika dalam satu keluarga ada yang menderita glaukoma sekunder, maka keluarga dekat tidak perlu memeriksakan kondisi matanya. "Glaukoma sekunder bisa disebabkan karena trauma mata, radang mata, diabetes melitus, pendarahan dalam mata, bahkan katarak pun bisa menyebabkan glaukoma," terangnya. [Republika]

   
 
Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:47

Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:44

Siak Rancang Event Wisata "Thriathlon Sunnah" Gabungkan 3 Olahraga
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:33

Dinilai Sukses Terapkan Sistem Penyelenggaraan Pemilu, DPRD Rohul Kunjungi Siak
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:29

SBY Dikabarkan Teken Surat Pergantian Noviwaldy dari Jabatan Wakil Ketua DPRD Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:23

Pesawat ATR Garuda Diduga Alami Kerusakan "Landing Gear" Jelang Tinggal Landas
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:20

Pemkab Siak Serahkan Laporan Hasil Keuangan ke-BPK Perwakilan Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:08

Pertajam Program Prioritas Pembangunan, Pemkab Taja Musrenbang RKPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 15:20

Kubu Prabowo Resmi Tolak Metro TV Sebagai Media Penyelenggara Debat Capres Keempat
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:50

Jual Beli Jabatan Rektor, Menag Terlibat? Romi: Silakan Jawab Sendiri
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:42

Ini Lima Alasan Mengapa Jokowi Tidak Layak Dipilih Kembali Versi Rizal Ramli
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:39

Gubri Rampingkan Struktur Pemerintahan dari 40 Jadi 37 OPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:38

Infrastruktur Pendukung Siak IV Dianggarkan Tahun 2020
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:37

Keterbatasan Jokowi Dalam Bahasa Tak Bisa Jadi Alasan Bolos Di Forum Internasional
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:36

Lembaga Survei Kunci Jokowi, RR: Untuk Alasan Kecurangan Kalau Sampai Kalah
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:28

Shireen Sungkar, Sejak Dini, Kenalkan Hijab Ke Buah Hati
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:23

Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:16

Difasilitasi SKK Migas Wilayah Sumbagut,
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas dan UKW
Jumat, 22 Maret 2019 - 08:48

Cerita Guru Besar UIN Malang yang Merasa Dicurangi Kemenag
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:59

Eksepsi Ditolak, Habib Bahar Ikhlas Terima Putusan Hakim
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:52

Erwin Aksa Simbol Perlawanan JK Atas Jokowi-Maruf
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:48

Enam Guru Honorer di Banten Dipecat Gara-Gara Pamer Stiker Prabowo-Sandi
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:46

BPN Prabowo: Wiranto Blunder Sebut Hoaks Seperti Terorisme
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:12

Kapan Jokowi Besuk Romi? Jangan Habis Manis Sepah Dibuang
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:00

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com