Home
Komnas Perempuan Khawatir Kehancuran Akibat Kerusuhan Mei 1998 Kembali Terjadi | Amankan Kebutuhan Lebaran, Pertamina Tambah 28 Ribu Tabung Gas 3 Kg | Puasa Dapat Membantu Mengurangi Obesitas | Kubu Prabowo Klaim Dihambat Blokade Saat ke MK | Empat Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Sudah Diautopsi | Hadapi Sengketa Pemilu di MK, KPU Tunjuk Lima Firma Hukum
Minggu, 26 Mei 2019
/ Lifestyle / 12:06:25 / Waspada Glaukoma Bisa Berujung Kebutaan Permanen /
Waspada Glaukoma Bisa Berujung Kebutaan Permanen
Minggu, 17 Maret 2019 - 12:06:25 WIB

YOGYAKARTA - Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta, Rastri Paramita, mengatakan penderita glaukoma terus meningkat. Glaukoma berbeda dengan katarak karena glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Ia pun pernah melakukan penelitian terkait penyakit ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2014 lalu. Berdasarkan penelitian tersebut, angka kebutaan mencapai 1,34 persen dari total penduduk DIY. Sebanyak 0,17 persennya mengalami kebutaan akibat menderita glaukoma. Kebutaan terjadi karena penanganan yang terlambat dilakukan.

Hal ini tentunya menjadi perhatian. Penanganan terlambat disebabkan tidak hanya karena faktor ekonomi, namun juga karena kurangnya pemahaman tentang deteksi dini dan pengetahuan masyarakat terhadap glaukoma.

Dengan adaya deteksi dini, maka kebutaan akibat glaukoma ini pun dapat dihindari. Terkadang, glaukoma juga tidak disadari atau menyerupai gejala penyakit lain. "Sehingga, kebanyakan penderita kurang menyadari kalau dia menderita glaukoma dan baru diketahui ketika penyakit telah lanjut dan terjadi kebutaan total," kata Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma RS Mata Dr. Yap Yogyakarta, Retno Ekantini.

Ia menjelaskan glaukoma merupakan kerusakan saraf yang diikuti gangguan lapang pandang yang khas. Penyebab utamanya adalah tekanan bola mata yang meningkat. Tekanan ini disebabkan karena adanya hambatan pengeluaran cairan bola mata. Penyebab lainnya bisa karena gangguan suplai darah ke saraf mata dan adanya kelemahan saraf mata.

Penyakit ini diklasifikasikan menjadi primer dan sekunder. Primer berarti janis glaukoma yang diturunkan dan tidak diketahui penyebab pastinya. Untuk itu, jika ada orang tua dalam sebuah keluarga mengidap glaukoma, maka keturunannya harus diperiksa. "Karena bisa diturunkan, walaupun tidak selalu terjadi. Tapi ini perlu karena dapat mencegah kebutaan karena glaukoma," jelas Retno.

Sementara itu, glaukoma sekunder tidak diturunkan dan diketahui penyebab pastinya. Jika dalam satu keluarga ada yang menderita glaukoma sekunder, maka keluarga dekat tidak perlu memeriksakan kondisi matanya. "Glaukoma sekunder bisa disebabkan karena trauma mata, radang mata, diabetes melitus, pendarahan dalam mata, bahkan katarak pun bisa menyebabkan glaukoma," terangnya. [Republika]

   
 
Jalan Lintas Sungai Pakning Rusak, Begini Penjelasan PUPR Bengkalis
Jumat, 24 Mei 2019 - 07:00

BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:56

Harapan Jusuf Kalla kepada MK
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:50

Kondisi Politik Di Tanah Air Tegang Pasca Pilpres 2019, Ini Kata Sultan Sumbawa
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:43

Menkominfo Tunggu Petunjuk TNI-Polri Untuk Cabut Pembatasan Medsos
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:36

Komisi III DPR Minta Kapolri Tanggung Jawab Soal Dugaan Korban Tewas Terkena Peluru Tajam
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:33

Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:19

Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:18

DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:13

Kelola Lahan Gambut, Unri Berencana Bentuk Pusat Unggulan Iptek
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:11

RS Budi Kemuliaan Terima 177 Korban Rusuh Aksi 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 09:09

Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:59

Antisipasi Titik Rawan Longsor Arus Mudik 2019
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:56

Pemprov Riau Siapkan Rp60 Miliar Untuk THR ASN
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:53

Remaja 14 Tahun Tewas di Kemanggisan, Alami Luka di Lengan dan Dada
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:26

Mobil Polisi Diduga Bawa Peluru Tajam, Polri Ungkap Asalnya
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:09

Sebelum Meninggal Ustaz Arifin Ilham Sempat Salat
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:07

Massa 22 Mei Di Petamburan Mundur Usai TNI Turun Tangan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:03

Prabowo Imbau Pendukungnya Percayakan Masalah Pilpres Ke MK
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:59

PB HMI Kecam Aksi Represif Kepolisian Dalam Menangani Aksi Protes 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:55

Pesan Aa Gym: Mohon Hentikan Kekerasan dari Pihak Manapun
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:18

Prabowo: Kekerasan Malam dan Subuh Tadi Tak Boleh Terjadi Lagi
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:16

Kiai NU Se-Jatim: Kegaduhan Ini Akumulasi Proses Pemilu Diduga Tak Jurdil
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:10

Ini Tuntutan Pendemo dalam Aksi Damai HMI-MPO di Mapolda Riau
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com