Home
Mengko Kemaritiman Tinjau Kawasan Techno Park di Pelalawan | Siswa Prestasi dan Hafiz Quran Di Siak Dapat Bantuan Dari Pemda Siak | Bupati Siak Lantik 36 Anggota Bapekam | Ini Syarat Agar Riau Bisa Jadi Embarkasi Haji Penuh | Polisi Tahan Caleg PDIP Pembakar Surat Suara Pemilu 2019 | Sandiaga Respons Aksi Boikot Nasi Padang: Kita Jangan Juniper
Rabu, 24 April 2019
/ Nasional / 16:59:44 / Cerita Guru Besar UIN Malang yang Merasa Dicurangi Kemenag /
Cerita Guru Besar UIN Malang yang Merasa Dicurangi Kemenag
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:59:44 WIB

MALANG - Pembahasan penangkapan Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy atas kasus jual-beli jabatan terus bergulir hingga kini. Isu tersebut merambah hingga dunia kampus seperti di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Guru Besar (Gubes) UIN Maulana Malik Ibrahim Profesor Mudjia Rahardjo mengaku menjadi salah satu korban atas ketidaktransparanan proses pengangkatan rektor di Kementerian Agama (Kemenag) pada 2017 lalu. Rektor UIN Maliki Periode 2013 hingga 2017 ini merasa dicurangi oleh sistem yang berlaku di Indonesia.

Mudjia yang semula mendapatkan rekomendasi terbesar dari senat ini justru harus teradang sebelum pelantikan terjadi. Mengenai kasus ini, Mudjia sebenarnya sudah tidak mau membahas kembali mengingat hal tersebut telah berlalu. Dia sudah menikmati kariernya sebagai dosen biasa di Fakultas Humaniora, UIN Maliki.

"Saya juga sudah menikmati kegiatan saya sebagai profesor, ngajar, nguji, dan ngasih bimbingan," ujar Mudjia saat ditemui Republika.co.id di kediamannya, Sigura-gura, Kota Malang, Rabu sore (20/3).

Meski sudah tak lagi memikirkannya, isu jual-beli jabatan justru semakin ramai hingga saat ini. Terlebih lagi ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Romahurmuziy. Kasus ini kemudian dikaitkan dengan hal lain, seperti masalah proses pengangkatan dan pemberhentian jabatan rektor di Kemenag.

Mudjia tahu penentu jabatan rektor menjadi hak penuh menteri agama (menag) berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 68 Tahun 2015. Menag memiliki kekuasan untuk mengangkat dan memberhentikan jabatan rektor.

"Kita semua terima, tapi hanya saja persoalannya enggak semau-maunya juga. Ada rambu-rambu yang harus diperhatikan, di kampus itu ada senat universitas," ujar Mudjia.

Mudjia mengklaim, mayoritas senat saat itu lebih merekomendasikan dirinya maju sebagai rektor dibandingkan lainnya. Karena pesaingnya berasal dari luar, penilaian para senat pun lebih mengarah kepada dirinya. Mereka tahu bagaimana kinerja dan kepemimpinannya selama memegang UIN Maliki dari 2013 hingga 2017.

Keyakinannya terpilih sebagai rektor tak hanya berhenti di suara senat. Para anggota panitia seleksi pemilihan rektor di Jakarta pun telah memastikan posisi tersebut untuk dirinya. Namun, semua itu musnah kala pelantikan rektor terlaksana.

"Ini yang jadi pertanyaan banyak orang. Kenapa dunia akademis yang biasa berpikir secara rasional bisa terjadi hal yang tidak rasional? Ini bahaya sekali hal semacam ini terus berlanjut. Enggak bisa memberikan pendidikan baik," ujar dia lagi.

Mudjia menegaskan, pengakuannya ini bukan karena kekecewaannya atas jabatan yang tak mampu diraihnya kembali. Ia lebih menyoroti sistem dan proses pemilihan rektor yang perlu diperbaiki. Menurut dia, PMA 68 Tahun 2015 sebaiknya ditinjau ulang karena lebih banyak mudharatnya.

"Karena senat universitas seakan enggak berdaya, padahal mereka para profesor, orang terdidik, dan sangat senior. Mereka seakan enggak ada artinya. Yang menang dikalahkan, yang kalah dimenangkan," ujar dia. [Republika]

   
 
Ini Penjelasan Lengkap KPU soal Salah Input Data Real Count Pemilu 2019
Rabu, 24 April 2019 - 07:59

213 Honorer K2 Pemkab Bengkalis Lulus PPPK
Rabu, 24 April 2019 - 07:57

Temukan Sejumlah Pelanggaran, Gerindra Minta PSU di Kecamatan Kerumutan
Rabu, 24 April 2019 - 07:53

KPU Diminta Selesaikan Kekeliruan Data, PB HMI Minta Kader Untuk Siaga Satu
Rabu, 24 April 2019 - 07:47

LSM-IPMPL Laporkan KPU Terkait Dugaan Pelanggaran Penyelenggaran Pemilu di Bengkalis
Selasa, 23 April 2019 - 16:44

Pelaksanaan UN SMP dan Sederajat di Pelalawan Lancar
Selasa, 23 April 2019 - 16:13

Isi Kekosongan Dirut dan Komut, OJK Desak Pemegang Saham Serahkan Nama
Selasa, 23 April 2019 - 15:58

Partai Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi
Selasa, 23 April 2019 - 15:52

Kwik Kian Gie Jenguk Sandiaga
Selasa, 23 April 2019 - 15:47

Tagar #KPUJanganSalahInputData Puncaki Trending Topik
Selasa, 23 April 2019 - 15:36

Kasus Dugaan Money Politik Calek Dapil I Parpol Tidak Bisa Diproses
Selasa, 23 April 2019 - 15:28

Pemilu 2019 Dipersepsikan Tidak Memenuhi Rasa Keadilan
Selasa, 23 April 2019 - 14:17

Sudah Menang, BPN Prabowo-Sandi Tak Pernah Bahas Opsi Pemilu Ulang
Selasa, 23 April 2019 - 14:11

Terungkap, Prabowo Tolak Proposal LSI Denny JA
Selasa, 23 April 2019 - 14:08

Sekdaprov Minta Desa Ciptakan satu Produk Unggulan
Selasa, 23 April 2019 - 14:02

Mur Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi
Selasa, 23 April 2019 - 14:00

Pemegang Saham Pilih Tengkoe Irawan Jadi Direktur Kredit dan Syariah BRK
Selasa, 23 April 2019 - 13:59

90 Persen Dana Desa Digunakan Untuk Pembangunan Infrastruktur
Selasa, 23 April 2019 - 13:57

Di TPS 4 Petak Kaja Bali, Suara Paslon 01 Digelembungkan Dari 183 Jadi 1833
Selasa, 23 April 2019 - 08:59

Tokoh Ini Ingatkan Pentingnya Kementerian Pesantren
Selasa, 23 April 2019 - 08:55

Bawaslu Dumai Kritisi PSU Hanya di Dua TPS. Begini Alasannya
Selasa, 23 April 2019 - 08:52

Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Terseret Kasus Korupsi Jalan. Ini Uang yang Diduga Diterimany
Selasa, 23 April 2019 - 08:46

Lagi, Perolehan Paslon 02 Di TPS 2 Lawata Sulteng Disunat 100 Suara
Selasa, 23 April 2019 - 08:19

Daging Ulama Diibaratkan Beracun?
Selasa, 23 April 2019 - 08:12

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com