Home
Mengko Kemaritiman Tinjau Kawasan Techno Park di Pelalawan | Siswa Prestasi dan Hafiz Quran Di Siak Dapat Bantuan Dari Pemda Siak | Bupati Siak Lantik 36 Anggota Bapekam | Ini Syarat Agar Riau Bisa Jadi Embarkasi Haji Penuh | Polisi Tahan Caleg PDIP Pembakar Surat Suara Pemilu 2019 | Sandiaga Respons Aksi Boikot Nasi Padang: Kita Jangan Juniper
Rabu, 24 April 2019
/ Nasional / 09:16:47 / Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya /
Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:16:47 WIB

JAKARTA - Generasi Muda Khonghucu (Gemaku) Indonesia Meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin untuk segera mundur dari jabatannya. Hal ini lantaran Gemaku menilai kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama ( Kemenag) sudah sangat memalukan dan mencoreng seluruh umat beragama di Indonesia.

"Disegelnya oleh KPK ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Maka sudah selayaknya Kemeterian Agama yang menjadi garda terdepan pengawal moralitas dan ikon kerukunan dan keadabaan manusia Indonesia wajib kita jaga dan kawal bersama dengan penuh integritas," ujarnya Ketum Gemaku Indonesia Kris Tan, Jumat (22/3).

Gemaku mencatat, walaupun terjadi penghilangan hak terhadap umat Khonghucu menyoal pembentukan Ditjen Khonghucu di Kementrian Agama. Namun bagi Generasi Muda Khonghucu Indonesia Kemenag adalah rumah bersama seluruh komunitas agama yang ada di Indonesia, Kemenag adalah penjaga moralitas kemanusiaan bangsa Indonesia yang wajib kita jaga bersama.

Seperti diketahui bersama, pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jsudah keluar Perpres No. 135/2014 yang isinya menjelaskan tentang perlu dibentuknya Ditjen Khonghucu.

"Ironisnya ketika Jokowi memimpin mengeluarkan Perpres No. 83/2015 yang justru menghilangkan pembentukan Ditjen Khonghucu," jelas Kris.

Ia melanjutkan, ketika praktik jual beli jabatan di kementerian agama diungkap oleh KPK. Maka wajar jika Gemaku menduga penghilangan Pepres era presiden SBY oleh Perpres era Presiden Jokowi adalah akibat fenomena jual beli jabatan. Tidak pahamnya umat Khonghucu soal praktik jual beli jabatan disatu sisi menjadi kerugian tersendiri bagi umat Khonghucu sehingga tidak mendapatkan haknya menyoal Ditjen Khonghucu.

Namun di sisi lain, ketidakpahaman umat Khonghucu dalam konspirasi jual beli jabatan menjadi berkah moral tersendiri bagi umat Khonghucu. "Karena umat Khonghucu tidak terlibat sama sekali dalam perusakan istitusi Kementerian Agama yang notabene sebagai salah satu komponen utama penjaga moral bangsa," katanya.

Maka dalam hal ini Gemaku meminta KPK mengusut tuntas kasus korupsi di lingkungan Kementerian Agama dan Mendesak Menteri Lukman untuk berjiwa ksatria agar segera mundur dan menanggalkan jabatannya. Jangan karena nila setitik jadi rusak susu sebelanga. Masih banyak orang-orang jujur dan baik di Kemenag.

"Menteri Lukman harusnya tahu diri dan tahu malu untuk segera secara sportif mundur sebagai salah satu konsekuensi kegagalan dirinya menjadi pemimpin di Kemenag," ujarnya.

"Kesalahan seorang pemimpin seperti Gerhana Matahari. Jika ia bersalah maka seluruh dunia akan melihatnya," imbuhnya. [Rmol]

   
 
Ini Penjelasan Lengkap KPU soal Salah Input Data Real Count Pemilu 2019
Rabu, 24 April 2019 - 07:59

213 Honorer K2 Pemkab Bengkalis Lulus PPPK
Rabu, 24 April 2019 - 07:57

Temukan Sejumlah Pelanggaran, Gerindra Minta PSU di Kecamatan Kerumutan
Rabu, 24 April 2019 - 07:53

KPU Diminta Selesaikan Kekeliruan Data, PB HMI Minta Kader Untuk Siaga Satu
Rabu, 24 April 2019 - 07:47

LSM-IPMPL Laporkan KPU Terkait Dugaan Pelanggaran Penyelenggaran Pemilu di Bengkalis
Selasa, 23 April 2019 - 16:44

Pelaksanaan UN SMP dan Sederajat di Pelalawan Lancar
Selasa, 23 April 2019 - 16:13

Isi Kekosongan Dirut dan Komut, OJK Desak Pemegang Saham Serahkan Nama
Selasa, 23 April 2019 - 15:58

Partai Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi
Selasa, 23 April 2019 - 15:52

Kwik Kian Gie Jenguk Sandiaga
Selasa, 23 April 2019 - 15:47

Tagar #KPUJanganSalahInputData Puncaki Trending Topik
Selasa, 23 April 2019 - 15:36

Kasus Dugaan Money Politik Calek Dapil I Parpol Tidak Bisa Diproses
Selasa, 23 April 2019 - 15:28

Pemilu 2019 Dipersepsikan Tidak Memenuhi Rasa Keadilan
Selasa, 23 April 2019 - 14:17

Sudah Menang, BPN Prabowo-Sandi Tak Pernah Bahas Opsi Pemilu Ulang
Selasa, 23 April 2019 - 14:11

Terungkap, Prabowo Tolak Proposal LSI Denny JA
Selasa, 23 April 2019 - 14:08

Sekdaprov Minta Desa Ciptakan satu Produk Unggulan
Selasa, 23 April 2019 - 14:02

Mur Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi
Selasa, 23 April 2019 - 14:00

Pemegang Saham Pilih Tengkoe Irawan Jadi Direktur Kredit dan Syariah BRK
Selasa, 23 April 2019 - 13:59

90 Persen Dana Desa Digunakan Untuk Pembangunan Infrastruktur
Selasa, 23 April 2019 - 13:57

Di TPS 4 Petak Kaja Bali, Suara Paslon 01 Digelembungkan Dari 183 Jadi 1833
Selasa, 23 April 2019 - 08:59

Tokoh Ini Ingatkan Pentingnya Kementerian Pesantren
Selasa, 23 April 2019 - 08:55

Bawaslu Dumai Kritisi PSU Hanya di Dua TPS. Begini Alasannya
Selasa, 23 April 2019 - 08:52

Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Terseret Kasus Korupsi Jalan. Ini Uang yang Diduga Diterimany
Selasa, 23 April 2019 - 08:46

Lagi, Perolehan Paslon 02 Di TPS 2 Lawata Sulteng Disunat 100 Suara
Selasa, 23 April 2019 - 08:19

Daging Ulama Diibaratkan Beracun?
Selasa, 23 April 2019 - 08:12

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com