Home
Unri Ingin Wujudkan Perencanaan yang Terintegrasi | Donald Trump Intensifkan Serangan Rasialis Demi Politik | Kader Muhammadiyah Siap Melawan Pembangkang Amien Rais Di PAN | 62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri | Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah | Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Jum'at, 19 Juli 2019
/ Nasional / 09:16:47 / Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya /
Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:16:47 WIB

JAKARTA - Generasi Muda Khonghucu (Gemaku) Indonesia Meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin untuk segera mundur dari jabatannya. Hal ini lantaran Gemaku menilai kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama ( Kemenag) sudah sangat memalukan dan mencoreng seluruh umat beragama di Indonesia.

"Disegelnya oleh KPK ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Maka sudah selayaknya Kemeterian Agama yang menjadi garda terdepan pengawal moralitas dan ikon kerukunan dan keadabaan manusia Indonesia wajib kita jaga dan kawal bersama dengan penuh integritas," ujarnya Ketum Gemaku Indonesia Kris Tan, Jumat (22/3).

Gemaku mencatat, walaupun terjadi penghilangan hak terhadap umat Khonghucu menyoal pembentukan Ditjen Khonghucu di Kementrian Agama. Namun bagi Generasi Muda Khonghucu Indonesia Kemenag adalah rumah bersama seluruh komunitas agama yang ada di Indonesia, Kemenag adalah penjaga moralitas kemanusiaan bangsa Indonesia yang wajib kita jaga bersama.

Seperti diketahui bersama, pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jsudah keluar Perpres No. 135/2014 yang isinya menjelaskan tentang perlu dibentuknya Ditjen Khonghucu.

"Ironisnya ketika Jokowi memimpin mengeluarkan Perpres No. 83/2015 yang justru menghilangkan pembentukan Ditjen Khonghucu," jelas Kris.

Ia melanjutkan, ketika praktik jual beli jabatan di kementerian agama diungkap oleh KPK. Maka wajar jika Gemaku menduga penghilangan Pepres era presiden SBY oleh Perpres era Presiden Jokowi adalah akibat fenomena jual beli jabatan. Tidak pahamnya umat Khonghucu soal praktik jual beli jabatan disatu sisi menjadi kerugian tersendiri bagi umat Khonghucu sehingga tidak mendapatkan haknya menyoal Ditjen Khonghucu.

Namun di sisi lain, ketidakpahaman umat Khonghucu dalam konspirasi jual beli jabatan menjadi berkah moral tersendiri bagi umat Khonghucu. "Karena umat Khonghucu tidak terlibat sama sekali dalam perusakan istitusi Kementerian Agama yang notabene sebagai salah satu komponen utama penjaga moral bangsa," katanya.

Maka dalam hal ini Gemaku meminta KPK mengusut tuntas kasus korupsi di lingkungan Kementerian Agama dan Mendesak Menteri Lukman untuk berjiwa ksatria agar segera mundur dan menanggalkan jabatannya. Jangan karena nila setitik jadi rusak susu sebelanga. Masih banyak orang-orang jujur dan baik di Kemenag.

"Menteri Lukman harusnya tahu diri dan tahu malu untuk segera secara sportif mundur sebagai salah satu konsekuensi kegagalan dirinya menjadi pemimpin di Kemenag," ujarnya.

"Kesalahan seorang pemimpin seperti Gerhana Matahari. Jika ia bersalah maka seluruh dunia akan melihatnya," imbuhnya. [Rmol]

   
 
Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:07

Wagubri Apresiasi Pembangunan Bidang Keagamaan Negeri Istana
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:04

Sempena Pembukaan MTQ Kabupaten, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:00

Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Masyarakat Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57

Kepala Bappeda Inhu Kumpulkan Lurah se-Inhu di Kelayang, Ada Apa?
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:55

Jarak Terlalu Jauh, Dishub akan Tinjau Ulang U-Turn Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:04

Luhut Nilai Abrasi Riau tak Pengaruhi Perbatasan Wilayah Kedaulatan dengan Malaysia
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:59

Tiga Daerah di Riau Didesak Lengkapi Syarat Pencairan DAK Fisik Agar Tidak Hangus
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:57

60 Perusahaan Tawarkan Lowongan Kerja di Job Expo Pekanbaru, Begini Penjelasannya
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55

Bocoran Amien, Prabowo Segera Rapat Bersama Dewan Pembina Bahas Rekonsiliasi
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:45

Beredar Susunan Kabinet Indonesia Kerja Jokowi-Maaruf Amin, Hoax!
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:41

Disdik Riau akan Layangkan Surat Teguran Ketiga Untuk SMK 1 Robotic Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:36

Pengelolaan Wilayah Pesisir Jadi Sorotan
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:33

Berlangsung Semarak, Bupati Alfedri Lepas Pawai Taaruf MTQ di Sungai Apit
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:27

Masa MPLS, 111 Siswa Baru SMPN 2 Kelayang Ikuti Sosialisasi dari Polri
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:21

MA Putuskan tak Terima Permohonan PAP Prabowo-Sandi
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:12

Pengamat: Posisi Gerindra Bergantung Pada Jokowi Bukan Lagi Prabowo
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:47

Harga Cabai dan Ayam Ras Gila-gilaan, Pengelola Rumah Makan Menjerit
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:19

Peminat Sekolah Madrasah di Rohul Membludak
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:09

Firdaus Ganti Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:07

DAK Fisik Riau Senilai Rp1,8 Triliun Terancam Tidak Bisa Dicairkan
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:04

Lieus: Tak Ada Gunanya Rekonsiliasi Tanpa Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:44

Tahapan Pendaftaran Calon Ketua KONI Dumai Dimulai
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:36

Pada Apel Pagi, Bupati Siak Alfedri Serahkan Tiga Penghargaan
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:32

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com