Home
Unri Ingin Wujudkan Perencanaan yang Terintegrasi | Donald Trump Intensifkan Serangan Rasialis Demi Politik | Kader Muhammadiyah Siap Melawan Pembangkang Amien Rais Di PAN | 62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri | Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah | Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Jum'at, 19 Juli 2019
/ Ekbis / 07:49:15 / Pemerintah Klaim Harga Kelapa di Inhil Naik, Petani Malah Mengeluh /
Pemerintah Klaim Harga Kelapa di Inhil Naik, Petani Malah Mengeluh
Senin, 15 April 2019 - 07:49:15 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengklaim harga jual kelapa masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) yang sebelumnya sempat anjlok, saat ini sudah mulai naik.

"Sekarang sudah mulai naik harga kelapa, kemarin pak Wardan (Bupati Inhil) ketemu saya (menyampaikan) harga kelapa sudah mulai naik," kata Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution kepada CAKAPLAH.com.

Meski diklaim naik, namun Edy Natar tidak menjelaskan berapa kenaikan harga kelapa di Inhil. Namun kata dia, sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendongkrak harga kelapa.

"Banyak upaya-upaya yang dilakukan supaya harga kelapa bisa naik, karena masyarakat di Indragiri Hilir sebagian besar hidupnya bergantung kepada kelapa," ungkapnya belum lama ini.

"Jadi upaya-upaya itu lah yang dilakukan pemerintah, bagaimana kelapa sebagai sumber penghidupan bisa mensejahterakan masyarakat. Karena kalau harga kelapa turun, kasihan masyarakat di sana," sambungnya.

Disinggung langkah kongkrit Pemprov Riau untuk mendorong kenaikan harga kelapa Inhil, Edy Natar menyatakan Pemprov Riau pasti akan membantu, namun dilihat dulu mana yang menjadi kewenangan provinsi akan dibantu.

"Dari provinsi tentu kita lihat, mana yang bisa kita lakukan itu kita lakukan. Dan itu selalu kita koodinasikan dengan pemerintah kabupaten Inhil," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan mengatakan saat ini harga kelapa di Inhil sudah naik menjadi Rp1.800 per butir dari harga Rp900 per butir.

"Kemarin saya rapat kumpulkan pengumpul kelapa dan PT Sambu (perusahaan kelapa di Inhil), sekarang PT Sambu sudah membeli kelapa Rp1.800 per butir. Artinya ini sudah banyak naik, dari harga Rp900 menjadi Rp1.800 per butir," katanya.

Namun apa yang disampaikan Wakil Gubernur dan Bupati Inhil berbeda dengan yang dirasakan masyarakat setempat. Yusuf salah seorang masyarakat Kampung Hidayat Sapat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuindra, Inhil mengatakan, harga kelapa masyarakat yang dibeli toke hanya Rp900 per butir.

"Harga kelapa sekarang murah, hanya Rp900 per butir. Masyarakat cukup menderita dengan harga kelapa segitu, karena untuk kebutuhan hidup saja tidak cukup," katanya kepada CAKAPLAH.com belum lama ini.

Dengan anjlok harga kelapa, lanjut Yusuf, banyak masyarakat tidak mampu lagi menyekolahkan anak-anaknya, karena tidak ada biaya.

"Di sini banyak anak putus sekolah karena orang tuanya tak ada biaya lagi. Mana anak yang sekolah di Pekanbaru putus sekolah, anak yang kuliah di Pekanbaru maupun di pulau jawa pulang kampung karena tak ada biaya kuliah," ungkapnya. [cakaplah.com]

   
 
Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:07

Wagubri Apresiasi Pembangunan Bidang Keagamaan Negeri Istana
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:04

Sempena Pembukaan MTQ Kabupaten, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:00

Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Masyarakat Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57

Kepala Bappeda Inhu Kumpulkan Lurah se-Inhu di Kelayang, Ada Apa?
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:55

Jarak Terlalu Jauh, Dishub akan Tinjau Ulang U-Turn Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:04

Luhut Nilai Abrasi Riau tak Pengaruhi Perbatasan Wilayah Kedaulatan dengan Malaysia
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:59

Tiga Daerah di Riau Didesak Lengkapi Syarat Pencairan DAK Fisik Agar Tidak Hangus
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:57

60 Perusahaan Tawarkan Lowongan Kerja di Job Expo Pekanbaru, Begini Penjelasannya
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55

Bocoran Amien, Prabowo Segera Rapat Bersama Dewan Pembina Bahas Rekonsiliasi
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:45

Beredar Susunan Kabinet Indonesia Kerja Jokowi-Maaruf Amin, Hoax!
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:41

Disdik Riau akan Layangkan Surat Teguran Ketiga Untuk SMK 1 Robotic Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:36

Pengelolaan Wilayah Pesisir Jadi Sorotan
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:33

Berlangsung Semarak, Bupati Alfedri Lepas Pawai Taaruf MTQ di Sungai Apit
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:27

Masa MPLS, 111 Siswa Baru SMPN 2 Kelayang Ikuti Sosialisasi dari Polri
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:21

MA Putuskan tak Terima Permohonan PAP Prabowo-Sandi
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:12

Pengamat: Posisi Gerindra Bergantung Pada Jokowi Bukan Lagi Prabowo
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:47

Harga Cabai dan Ayam Ras Gila-gilaan, Pengelola Rumah Makan Menjerit
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:19

Peminat Sekolah Madrasah di Rohul Membludak
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:09

Firdaus Ganti Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:07

DAK Fisik Riau Senilai Rp1,8 Triliun Terancam Tidak Bisa Dicairkan
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:04

Lieus: Tak Ada Gunanya Rekonsiliasi Tanpa Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:44

Tahapan Pendaftaran Calon Ketua KONI Dumai Dimulai
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:36

Pada Apel Pagi, Bupati Siak Alfedri Serahkan Tiga Penghargaan
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:32

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com