Home
Mengko Kemaritiman Tinjau Kawasan Techno Park di Pelalawan | Siswa Prestasi dan Hafiz Quran Di Siak Dapat Bantuan Dari Pemda Siak | Bupati Siak Lantik 36 Anggota Bapekam | Ini Syarat Agar Riau Bisa Jadi Embarkasi Haji Penuh | Polisi Tahan Caleg PDIP Pembakar Surat Suara Pemilu 2019 | Sandiaga Respons Aksi Boikot Nasi Padang: Kita Jangan Juniper
Rabu, 24 April 2019
/ Peristiwa / 08:13:16 / Wabah Campak di Madagaskar Melonjak, Ribuan Meninggal Dunia /
Wabah Campak di Madagaskar Melonjak, Ribuan Meninggal Dunia
Senin, 15 April 2019 - 08:13:16 WIB

RIAUTRUST.COM - Wabah campak telah menewaskan 1.200 orang di Madagaskar yang sebagian besar melanda anak-anak dan balita. Madagaskar menghadapi wabah campak terbesar dengan kasus yang melonjak melampaui 115 ribu. 

Di Madagaskar, banyak orang tua ingin melindungi anak-anaknya tetapi mereka menghadapi tantangan besar termasuk kurangnya sumber daya. Hanya 58 persen orang di pulau utama Masagaskar telah divaksinasi campak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, wabah campak telah menewaskan sebagian besar anak-anak di bawah usia 15 tahun sejak September lalu. 

"Sayangnya epidemi terus berkembang, meski pada kecepatan yang lebih lambat dari sebulan lalu," ujar Ahli Epidemiologi WHO, Dossou Vincent Sodjinou, Ahad (14/4).  

Kementerian Kesehatan Madagaskar mencatat, pada pertengahan Maret terdapat 117.075 kasus campak yang dilaporkan. Beberapa kasus merupakan resistensi terhadap vaksinasi, sedangkan beberapa lainnya karena pengaruh agama atau berada di daerah yang terisolasi.

Epidemi tersebut diperparah dengan adanya kekurangan gizi yang dialami oleh hampir 50 persen anak-anak di Madagaskar. "Malnutrisi adalah penyebab campak," kata Sodjinou.

Kementerian Kesehatan Madagaskar telah mengirim obat-obatan gratis ke daerah-daerah yang terkena wabah campak. Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan menyebar melalui batuk, bersin atau melakukan kontak langsung. Gejala-gejala campak masih dapat dicegah melalui pemberian obat agar tidak terjadi komplikasi.

"Vitamin A diberikan kepada anak-anak untuk meningkatkan kekebalan mereka. Kami berusaha mengungsi demam. Jika ada batuk, kami memberikan antibiotik," ujar perwakilan WHO, Dr. Boniface Maronko yang dikirim ke Masagaskar untuk mengawasi upaya penanggulangan wabah campak.

Maronko mengingatkan kepada para kepala pusat kesehatan di wilayah Ambalavao agar memberikan obat-obatan secara gratis. Maronko khawatir obat-obatan yang dikirim tersebut tidak dapat mencukupi.

Salah satu warga Masagaskar, Lalatiana Ravonjisoa memiliki lima anak yang terkena campak. Penjual sayur di distrik miskin ini sedang berduka untuk bayinya yang berusia lima bulan.

"Saya punya lima anak, mereka semua menderita campak. Untuk yang terakhir, saya tidak pergi ke dokter karena saya tidak punya uang. Saya memberi bayi saya obat sisa dari kakaknya untuk menurunkan demam," ujar Ravonjiosa.

Selama beberapa hari Ravonjiosa tidak khawatir, karena kondisi bayinya membaik. Tapi suatu pagi, dia menyadari bahwa bayinya mengalami kesulitan bernapas dan kakinya telah dingin.

Ravonjiosa menyalahkan dirinya atas kematian bayinya tersebut. "Saya tidak membayangkan dia akan meninggal dunia," ujarnya.

Dokter memastikan, bayi Ravonjiosa meninggal dunia karena komplikasi pernafasan karena campak.

Akhir bulan lalu, WHO memulai kampanye vaksinasi campak massal ketiga di Madagaskar dengan target 7,2 juta anak usia enam bulan hingga sembilan bulan. 


[Republika.co.id]

   
 
Ini Penjelasan Lengkap KPU soal Salah Input Data Real Count Pemilu 2019
Rabu, 24 April 2019 - 07:59

213 Honorer K2 Pemkab Bengkalis Lulus PPPK
Rabu, 24 April 2019 - 07:57

Temukan Sejumlah Pelanggaran, Gerindra Minta PSU di Kecamatan Kerumutan
Rabu, 24 April 2019 - 07:53

KPU Diminta Selesaikan Kekeliruan Data, PB HMI Minta Kader Untuk Siaga Satu
Rabu, 24 April 2019 - 07:47

LSM-IPMPL Laporkan KPU Terkait Dugaan Pelanggaran Penyelenggaran Pemilu di Bengkalis
Selasa, 23 April 2019 - 16:44

Pelaksanaan UN SMP dan Sederajat di Pelalawan Lancar
Selasa, 23 April 2019 - 16:13

Isi Kekosongan Dirut dan Komut, OJK Desak Pemegang Saham Serahkan Nama
Selasa, 23 April 2019 - 15:58

Partai Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi
Selasa, 23 April 2019 - 15:52

Kwik Kian Gie Jenguk Sandiaga
Selasa, 23 April 2019 - 15:47

Tagar #KPUJanganSalahInputData Puncaki Trending Topik
Selasa, 23 April 2019 - 15:36

Kasus Dugaan Money Politik Calek Dapil I Parpol Tidak Bisa Diproses
Selasa, 23 April 2019 - 15:28

Pemilu 2019 Dipersepsikan Tidak Memenuhi Rasa Keadilan
Selasa, 23 April 2019 - 14:17

Sudah Menang, BPN Prabowo-Sandi Tak Pernah Bahas Opsi Pemilu Ulang
Selasa, 23 April 2019 - 14:11

Terungkap, Prabowo Tolak Proposal LSI Denny JA
Selasa, 23 April 2019 - 14:08

Sekdaprov Minta Desa Ciptakan satu Produk Unggulan
Selasa, 23 April 2019 - 14:02

Mur Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi
Selasa, 23 April 2019 - 14:00

Pemegang Saham Pilih Tengkoe Irawan Jadi Direktur Kredit dan Syariah BRK
Selasa, 23 April 2019 - 13:59

90 Persen Dana Desa Digunakan Untuk Pembangunan Infrastruktur
Selasa, 23 April 2019 - 13:57

Di TPS 4 Petak Kaja Bali, Suara Paslon 01 Digelembungkan Dari 183 Jadi 1833
Selasa, 23 April 2019 - 08:59

Tokoh Ini Ingatkan Pentingnya Kementerian Pesantren
Selasa, 23 April 2019 - 08:55

Bawaslu Dumai Kritisi PSU Hanya di Dua TPS. Begini Alasannya
Selasa, 23 April 2019 - 08:52

Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Terseret Kasus Korupsi Jalan. Ini Uang yang Diduga Diterimany
Selasa, 23 April 2019 - 08:46

Lagi, Perolehan Paslon 02 Di TPS 2 Lawata Sulteng Disunat 100 Suara
Selasa, 23 April 2019 - 08:19

Daging Ulama Diibaratkan Beracun?
Selasa, 23 April 2019 - 08:12

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com