Home
Unri Ingin Wujudkan Perencanaan yang Terintegrasi | Donald Trump Intensifkan Serangan Rasialis Demi Politik | Kader Muhammadiyah Siap Melawan Pembangkang Amien Rais Di PAN | 62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri | Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah | Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Jum'at, 19 Juli 2019
/ Riau Region / 14:53:59 / Sebanyak 21.600 Remaja Riau Menikah Dini /
Sebanyak 21.600 Remaja Riau Menikah Dini
Selasa, 16 April 2019 - 14:53:59 WIB

PEKANBARU - Penduduk Provinsi Riau hingga semester II tahun 2018 mencapai 6,74 juta jiwa dan sebanyak 21.600 remaja atau 1,18 persen di antaranya melakukan pernikahan dini.

"Pernikahan dini tersebut sangat beresiko karena rahim belum siap untuk melahirkan bagi wanita remaja sehingga mengganggu kesehatan wanita dan janin jika hamil," kata Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau, Andra Sjafril SKM, M.Kes di Pekanbaru Senin.

Menurut dia, pernikahan dini merupakan sebuah perkawinan di bawah umur yang target persiapannya belum maksimal persiapan fisik, persiapan mental, juga persiapan materi.

Pernikahan dini, katanya bisa dinilai sebagai pernikahan yang terburu-buru, sebab segalanya belum dipersiapkan secara matang.

"Bagi wanita dan laki-laki yang nikah dalam usia muda dapat menimbulkan permasalahan rumah tangga akibat kematangan dalam berkeluarga belum siap," katanya.

Sedangkan penyebabnya banyak faktor bisa jadi karena hamil akibat hubungan luar nikah, keinginan berdua, paksaan orang tua atau akibat masalah ekonomi.

Pernikahan muda, katanya lagi banyak terjadi pada masa pubertas, karena remaja sangat rentan terhadap perilaku seksual. Pernikahan muda juga sering terjadi karena remaja berfikir secara emosional untuk melakukan pernikahan, mereka berfikir telah saling mencintai dan siap untuk menikah (keinginan berdua).

Selain itu faktor penyebab terjadinya pernikahan muda adalah perjodohan orang tua, perjodohan ini sering terjadi akibat putus sekolah dan akibat dari permasalahan ekonomi.

Di Indonesia, pasal 7 Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan menetapkan bahwa perkawinan diizinkan bila pria berusia 19 tahun dan wanita berusia 16 tahun.

Dengan adanya undang-undang perkawinan akan ada batasan usia, pernikahan di usia muda baru dapat dilakukan bila usia seorang remaja sudah sesuai undang-undang pernikahan yang berlaku di Indonesia.

Idealnya memang nikah pada perempuan minimal usia 21 tahun, dan usia 25 tahun pada laki-laki serta sudah siap lahir dan bathin. Sebab pernikahan dini membawa dampak buruk bagi anak perempuan, rentan KDRT, perkawinan dini berdampak pada kesehatan reproduksi anak perempuan.

Anak perempuan berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar, selama kehamilan atau melahirkan, dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun.

Selain itu terputusnya akses pendidikan, karena perkawinan dini mengakibatkan si anak tidak mampu mencapai pendidikan yang lebih tinggi.

"Oleh karena itu, BKKBN perlu terus menggencarkan sosialisasi tentang generasi berencana sehingga jumalh pernikahan dini bisa ditekan," katanya. [Antaranews]

   
 
Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:07

Wagubri Apresiasi Pembangunan Bidang Keagamaan Negeri Istana
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:04

Sempena Pembukaan MTQ Kabupaten, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:00

Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Masyarakat Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57

Kepala Bappeda Inhu Kumpulkan Lurah se-Inhu di Kelayang, Ada Apa?
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:55

Jarak Terlalu Jauh, Dishub akan Tinjau Ulang U-Turn Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:04

Luhut Nilai Abrasi Riau tak Pengaruhi Perbatasan Wilayah Kedaulatan dengan Malaysia
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:59

Tiga Daerah di Riau Didesak Lengkapi Syarat Pencairan DAK Fisik Agar Tidak Hangus
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:57

60 Perusahaan Tawarkan Lowongan Kerja di Job Expo Pekanbaru, Begini Penjelasannya
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55

Bocoran Amien, Prabowo Segera Rapat Bersama Dewan Pembina Bahas Rekonsiliasi
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:45

Beredar Susunan Kabinet Indonesia Kerja Jokowi-Maaruf Amin, Hoax!
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:41

Disdik Riau akan Layangkan Surat Teguran Ketiga Untuk SMK 1 Robotic Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:36

Pengelolaan Wilayah Pesisir Jadi Sorotan
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:33

Berlangsung Semarak, Bupati Alfedri Lepas Pawai Taaruf MTQ di Sungai Apit
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:27

Masa MPLS, 111 Siswa Baru SMPN 2 Kelayang Ikuti Sosialisasi dari Polri
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:21

MA Putuskan tak Terima Permohonan PAP Prabowo-Sandi
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:12

Pengamat: Posisi Gerindra Bergantung Pada Jokowi Bukan Lagi Prabowo
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:47

Harga Cabai dan Ayam Ras Gila-gilaan, Pengelola Rumah Makan Menjerit
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:19

Peminat Sekolah Madrasah di Rohul Membludak
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:09

Firdaus Ganti Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:07

DAK Fisik Riau Senilai Rp1,8 Triliun Terancam Tidak Bisa Dicairkan
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:04

Lieus: Tak Ada Gunanya Rekonsiliasi Tanpa Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:44

Tahapan Pendaftaran Calon Ketua KONI Dumai Dimulai
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:36

Pada Apel Pagi, Bupati Siak Alfedri Serahkan Tiga Penghargaan
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:32

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com