Home
Wasekjen Demokrat: AHY Tepat Jadi Ketum Penerus SBY | Menhan Minta Kasus Kivlan Zen Dan Soenarko Dipertimbangkan | Deddy Corbuzier Kabarnya Batal Ucap Kalimat Syahadat di Hitam Putih | Ulama Aceh Haramkan Permainan PUBG | Harga TBS Sawit Riau Turun Lagi | BW Pergoki Tim Hukum KPU yang Foto Barang Bukti Kubu Prabowo
Rabu, 19 Juni 2019
/ Peristiwa / 06:30:28 / Siswi Madrasah Dibakar Hidup-hidup Usai Laporkan Kepala Sekolah Cabul /
Siswi Madrasah Dibakar Hidup-hidup Usai Laporkan Kepala Sekolah Cabul
Jumat, 19 April 2019 - 06:30:28 WIB

RIAUTRUST.com - Remaja putri Nusrat Jahan Rafi harus menanggung kesakitan hingga menemui maut setelah dia disiram dengan bensin dan dibakar hidup-hidup di sekolahnya sendiri di Bangladesh. Kira-kira dua pekan lalu dia diketahui melaporkan kejahatan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya.

Keberaniannya melaporkan kasus kekerasan seksual itu dan kematiannya beberapa hari kemudian membuat kasus ini makin mengemuka. Kematian Nusrat menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Bangladesh. Kematian Nusrat membuat perhatian publik makin sadar soal rentannya potensi kekerasan seksual terhadap remaja putri di negara konservatif itu.

Nusrat baru berusia 19 tahun, berasal dari Feni, sebuah kota kecil sekitar 100 mil di selatan Kota Dhaka. Dia bersekolah di sebuah madrasah. Pada 27 Maret, dia mengatakan bahwa kepala sekolah memanggilnya ke dalam ruangan kantornya dan menyentuhnya pada bagian-bagian vital. Namun akhirnya dia berhasil melarikan diri dari ruang kantor itu.

Diketahui bahwa selama ini tidak sedikit siswi maupun perempuan muda di Bangladesh memilih menutupi kekerasan seksual yang mereka alami hanya karena merasa malu kepada keluarga dan masyarakat. Namun Nusrat memang pribadi yang berbeda dan berani. Dia bahkan dengan dukungan keluarganya mendatangi kantor polisi dan melaporkan kekejian yang dilakukan kepala sekolah.

Sayangnya, di kantor polisi bukannya dijanjikan perlindungan, Nusrat malah divideokan pengakuannya tanpa jaminan perlindungan. Pada 27 Maret 2019 setelah mereka melaporkan kejahatan tersebut, polisi menahan si kepala sekolah.

Namun keadaan tak berpihak pada Nusrat. Sekelompok orang dari jalanan menuntut pembebasan si kepala sekolah yang digawangi sejumlah politisi lokal dan dua pelajar pria. Mereka lalu malah menyalahkan Nusrat.

Kemudian pada 6 April 2019, 11 hari setelah dia dicabuli, Nusrat hadir di sekolah untuk mengikuti ujian. Sekelompok orang lalu datang, menyeretnya dan menyiram dengan bensin lalu membakar Nusrat hingga tewas.

Saudara lelaki Nusrat mengecam pihak sekolah yang tak mengizinkannya mengantarkan adiknya hingga ke dalam sekolah dan menungguinya.

"Saya mengantarkan adik saya ke sekolah namun saya dihalangi saat di depan gerbang dan tak dibolehkan masuk. Seandainya saya tak tidak dihentikan, hal keji ini tentu tak terjadi," kata Mahmudul Hasan Noman, kakak lelaki Nusrat.

Nusrat sempat dilarikan ke rumah sakit Dhaka Medical College. Namun luka bakar yang dialaminya hingga 80 persen membuat dia harus mengembuskan napas terakir beberapa hari sesudahnya.

Pada saat masih bisa berbicara dalam kondisi sekarat, dia berkata, "Guru itu mencabuli saya dan saya akan melawan hingga napas terakhir."

Dia juga mengatakan sejumlah pelajar di madrasah juga ikut membakarnya. Hingga saat ini polisi setempat sudah menahan 15 orang. Tujuh orang di antaranya telah menjadi tersangka pembunuhan atas Nusrat.

[VIVA.co.id]

   
 
LSM Temukan Dugaan Perbuatan Asusila Imigran Afganistan
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:36

PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Buka Saluran Air Penyebab Banjir Pekanbaru
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:32

Trase Tol Padangpariaman-Pekanbaru Kembali Diubah, Begini Penjelasannya
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:29

Banjir Makan Korban Jiwa, Dedet Sebut Pemko Pekanbaru Tak Maksimal
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:22

Pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi Diduga Salahi Aturan
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:20

Atasi Banjir Pekanbaru, Firdaus Butuh Bantuan Pemprov dan Pemkab Kampar
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:16

Demo Sidang MK, Hehamahua: Anak Perusahaan BUMN adalah BUMN
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:00

Wacana Naik Pesawat ke Jakarta Via Negeri Jiran Tunggu Izin Menko Perekonomian
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:54

Riau Miliki 24 Desa Wisata Miliki Karakteristik Khusus
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:51

Festival Bakar Tongkang Diprediksi Dongkrak Angka Wisatawan
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:47

Sidang Pilpres Kembali Digelar Hari Ini, 4 Kontainer Bukti Pamungkas Prabowo Tiba di MK
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:21

Sayuran Ini Ternyata Bisa Obati Kanker dan Diabetes
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:18

Menteri PUPR Pastikan Tol Padang-Pekanbaru Dibangun dan Ikuti Usulan Pemprov Sumbar
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:15

Walikota Pekanbaru Bantah Mutasi Bulan Ini, Tapi Jelang Akhir Tahun
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:59

Yusril Ihza Minta MK Tolak Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:56

Wali Kota London Sebut Trump Sebagai Contoh Orang Rasis
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:52

Morsi Meninggal Dunia, Ini Reaksi Dunia
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:52

Ketua PGRI Riau Syahril Meninggal Dunia, Disdik Riau Turut Berduka
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:48

Pemko Pekanbaru akan Normalisasi Sungai Bintungan
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:45

Tak Bayar Uang Sewa, Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Terancam Diusir
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:32

Besok Wiranto akan Bertemu Mantan Panglima GAM
Senin, 17 Juni 2019 - 17:47

Awas, Simpan Air Mineral di Mobil Bisa Picu Kebakaran
Senin, 17 Juni 2019 - 17:40

KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar untuk Anggaran Pilkada 2020
Senin, 17 Juni 2019 - 17:16

Kasus Penyelewengan Dana Hibah Kembali Dibuka, Ini Kata Mantan Rektor UIR
Senin, 17 Juni 2019 - 17:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com