Home
KPK Telusuri Pengurusan DAK Kabupaten Kepulauan Meranti | Ilmu Menghadirkan Takut Kepada Allah | Haruskah Istri Takut kepada Suami? | Lakukan Maintenance, Saldo Nasabah Bank Mandiri Berubah Drastis | Gubri Apresiasi Pembangunan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa | Ibarat Memelihara Anak Macan, Jadi Alasan Jokowi Dan PDIP Tolak Demokrat
Minggu, 21 Juli 2019
/ Peristiwa / 08:46:40 / Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Terseret Kasus Korupsi Jalan. Ini Uang yang Diduga Diterimany /
Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Terseret Kasus Korupsi Jalan. Ini Uang yang Diduga Diterimany
Selasa, 23 April 2019 - 08:46:40 WIB

PEKANBARU - Herliyan Saleh, Bupati Bengkalis turut disebut dalam sidangdugaan korupsi peningkatan jalan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau yang merugikan negara hingga Rp105 miliar lebih.

Hal itu terungkap dalam berkas dakwaan yang dibacakan di sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Senin petang, pada kasus dengandua terdakwa Muhammad Nasir dan Bobby Siregar. Herliyan, yang menjabat Bupati Bengkalisperiode 2010-2015, disebut telah menerima dana "siluman" sebesar Rp4 miliar.

Selain Herliyan, sejumlah nama pejabat lainnya seperti eks Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah turut terseret. Dia disebut jaksa penuntut umum (JPU) menerima Rp4 miliar.

Dakwaan yang dibacakan JPU Roy Riyadi dan Feby Dwi Andospendi di hadapan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Pasaribu itu menguak jalannya dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun lalu tersebut.

JPU mengawali sidang dengan menyebut kedua terdakwa Muhammad Nasir yang merupakan mantan Sekda Kota Dumai dan Bobby selaku Direktur PT Mawatindo Road Construction diduga melakukan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Pulau Rupat sehingga merugikan negara Rp105.881.991.970,63.

Selanjutnya, JPU merinci pihak-pihak yang diduga menerima aliran dalam korupsi secara berjamaah itu.

"Muhammad Nasir diduga memperkaya diri sebesar Rp2 miliar, Hobby Siregar Rp40,87 miliar, Herliyan Saleh Rp1,3 miliar, H Syarifuddin alias H Katan Rp292 juta, Adi Zulhalmi Rp55 juta," kata JPU.

Selain itu, uang panas juga diduga dinikmati Rozali Rp3 juta, Maliki Rp16 juta, Tarmizi Rp20 juta, Syafirzan Rp80 juta, M Nasir Rp40 juta, M Iqbal Rp10 juta, Muslim Rp15 juta, Asrul Rp24 juta dan Harry Agustinus Rp650 juta "Total kerugian negara Rp105.881.991.970,63," ujar JPU.

JPU selanjutnya menjelaskan bahwa dugaan korupsi itu berawal ketika Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkalis akan melaksanakan pekerjaan proyek sejumlah jalan poros tahun 2013-2015 dengan anggaran Rp2,5 triliun.

Di proyek ini Muhammad Nasir menjabat sebagai Kepala Dinas PU Bengkalis sesuai SK Bupati Bengkalis menjabat Pengguna Anggaran merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Jabatan itu ia emban sebelum dilantik sebagai Sekda Dumai.

Jalannya dugaan korupsi diawali dengan pertemuan tertutup antara Herliyan Saleh dan orang kepercayaannya, Ribut Susanto dengan sejumlah pengusaha. Adalah Makmur dan Ismail Ibrahim dari PT Merangin Karya Sejati serta Jeffri Ronald Situmorang dari PT Multi Structure menemui Ribut Susanto yang merupakan orang dekat Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh.

Mereka menyampaikan keinginan mendapatkan salah satu proyek itu pada 2012 silam. Lalu Ribut menyampaikan keinginan itu kepada Herliyan Saleh, dan Muhammad Nasir. Kedua pejabat itu ingin persahaan yang mengerjakan proyek-proyek tersebut harus bersedia memberikan sejumlah uang pelicin sebagai fee.

Pihak kontraktor bersama Herliyan dan Muhammad Nasir melakukan pertemuan di Jakarta. Usai pertemuan, Ribut menyampaikan kepada Ismail Kalau Herliyan membutuhkan uang Rp300 juta.

Uang itu diserahkan beberapa hari kemudian melalui Ribut di Hotel Peninsula Jakarta. Pemberian tersebut merupakan kesepakatan antara Makmur dan Ismailjika mendapatkan salah satu proyek tahun jamak di Bengkalis.

Selanjutnya Jeffey Ronald dan Viktor Sitorus memberikan uang untuk Jamal Abdillah Rp4 miliar. Sementara Makmur dan Ismail memberi uang Rp1 miliar kepada Herliyan Saleh yang digunakan untuk membeli satu unit apartemen Tower 2 nomor 1702, Apartemen Permata Hijau Residence.

Singkatnya, Pemkab Bengkalis dan DPRD pun menyetujui anggaran tahun jamak dengan dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Penyelenggaraan Kegiatan Tahun Jamak TA 2012-2015 Nomor 09/MoU-HK/X/2012 dan Nomor: 06/DPRD/PB/2012 tanggal 18 Oktober 2012 yang ditandatangani Herliyan Saleh dan Jamal Abdillah.

Salah satunya peningkatan Jalan Poros Pulau Rupat (Ruas Batu Panjang-Pangkalan Nyirih) dengan anggaran Rp528.073.384.162,48. Untuk mengerjakan proyek itu, PT Merangin Karya Sejati milik Ismail dan Makmur sebenarnya tidak mencukupi Kemampuan Dasarnya (KD). Keduanya lantas meminjam PT MRC untuk mengerjakan proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Herliyan dan Nasir kemudian menunjuk pemenang kontraktor untuk mengerjakan proyek yang didambakan masyarakat Rupat tersebut.

Hal ini melanggar Pasal 5 dan Pasal 6 Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Untuk melaksanakan proses lelang proyek poros peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih, Herliyan membentuk Pokja ULP. Di dalamnya ada Syarifuddin, Adi Zulhalmi, Rozali, M Rasyidin dan lainnya.

"M Nasir mengetahui bahwa proses lelang tersebut tidak dilakukan sesuai ketentuan karena telah diarahkan sebelumnya. Hal ini melanggar Pasal 5 dan Pasal 6 Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," tutur JPU.

Akibatnya, proyek tidak berjalan sebagaimana mestinya. PT MRC tidak juga melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak, bahkan Hobby Siregar mengajukan 4 kali adendum kontrak yang disetujui oleh Muhammad Nasir.

Dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis telah menerima pembayaran dengan total keseluruhan sebesar Rp310,48 miliar. Uang itu hanya digunakan Hobby untuk pembiayaan pelaksanaan pekerjaan proyek sekitar

Rp204,605 miliar.Akibatnya terdapat selisih Rp105,881 miliar.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui bahwa Herliyan Saleh dan Jamal Abdillah saat ini merupakan terpidana korupsi Bansos Bengkalis senilai Rp230 miliar tahun anggaran 2012. Mereka masing-masing divonis bersalah 12 dan sembilan tahun penjara. [antaranews]

   
 
Rizal Ramli: Jangan Sampai Pimpinan KPK Didominasi Polisi, Bisa Coupe de Grace
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:47

Pemprov Riau Terus Kaji Porsi APBD-P
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:42

11 Negara Ikuti Festival Perahu Naga di Danau Rusa Kampar
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:31

274 Orang Terjangkit DBD di Pekanbaru, Begini Penjelasannya
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:29

Disdagprin Bengkalis Minta PNS Tidak Gunakan Elpiji 3 Kg
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:26

Gerindra Merapat, Demokrat Ditendang?
Jumat, 19 Juli 2019 - 11:28

Arkeolog Temukan Masjid Berusia 1200 Tahun di Israel
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:11

Kalah Di Sejumlah Basis Golkar, Jokowi Bisa Jadi Tak Nyaman Dengan Airlangga
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:09

DPR Kritisi Wacana Traveloka dan Tokopedia Masuk Bisnis Umrah
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:07

Harga Cabai Bukit Tinggi Meroket, Cabai Medan Malah Turun
Jumat, 19 Juli 2019 - 09:04

Pemprov Riau Optimis Seluruh Kabupaten Kota d Riau Menjadi KLA
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:52

Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:48

Wagubri Kenalkan 3 Potensi Besar di Riau
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:46

Unri Ingin Wujudkan Perencanaan yang Terintegrasi
Kamis, 18 Juli 2019 - 14:29

Donald Trump Intensifkan Serangan Rasialis Demi Politik
Kamis, 18 Juli 2019 - 14:27

Kader Muhammadiyah Siap Melawan Pembangkang Amien Rais Di PAN
Kamis, 18 Juli 2019 - 14:18

62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:05

Lantik 11 Pejabat Penghulu Mempura-Dayun,
Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:03

Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:00

Sedih, Ikan Pari Raksasa Ini Hampiri Penyelam dan Minta Pertolongan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:53

Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel!
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:49

Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45

Pemegang Saham Minta Pemprov Riau Batalkan Pansel Dirut BRK
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:17

Jelang Munas, Golkar Riau Diminta Solid
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com