Home
Tukar SKS ke Magang, Nadiem Dicap Tak Paham Pendidikan Tinggi | Virus Corona Masuk Malaysia, 3 Orang Terjangkit | Tim SAR Gabungan Temukan Tas dan 7 Life Jaket Korban Kapal Tenggelam di Bengkalis | Dalam Sepekan, Jalan di Kampar Amblas di Dua Titik | Gudang Beku Ikan Bakal Dioperasikan di Kampar | Investor Malaysia Bakal Tanam Modal di Pekanbaru, Nilainya Mencapai Rp3 Triliun
Minggu, 26 Januari 2020
/ Peristiwa / 09:25:35 / Mengapa Israel Getol Serang Gaza Saat Puasa? Ini Jawabannya /
Mengapa Israel Getol Serang Gaza Saat Puasa? Ini Jawabannya
Sabtu, 18 Mei 2019 - 09:25:35 WIB

JAKARTA - Memasuki awal Ramadan, Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Palestina hingga menewaskan puluhan warga sipil. Meski begitu warga Palestina khususnya di Gaza tetap semangat menjalani ibadah pada bulan suci ini. 

Imam asal Gaza, Muzhaffar S A Alnawati, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada satu pun Ramadan tanpa serangan Israel. "Tabiat Israel selalu ingin merusak syiar Islam. Mereka tidak pernah ridha terhadap Islam sehingga salah satunya dengan merusak kesucian Ramadan," katanya saat ditemui Republika.co.id di Masjid Al Aqwam, Jakarta, pada Rabu lalu, (15/5/2019).

Beruntung, kata dia, warga Gaza masih dapat bertahan dan masih diberikan kekuatan serta kemampuan untuk menjalankan ibadah. "Menjalani Ramadan di tengah konflik sudah biasa bagi warga Gaza," lanjut Imam Muzhaffar.

Dia menjelaskan, Ramadan merupakan bulan yang sangat diberkahi. Hanya saja orang-orang di Gaza dalam kondisi yang sangat banyak tantangan, sehingga mereka berupaya memaksimalkan Ramadan sesuai kemampuan mereka.

Walau demikian, tuturnya, ketika Ramadan datang, warga Gaza lebih semangat dalam melakukan beragam kegiatan termasuk beribadah. Orang-orang kaya di Gaza pun semakin banyak berinfak demi mendapat keutamaan Ramadan.

Pada bulan Ramadan, masyarakat Muslim dari seluruh dunia juga semakin banyak yang berdonasi untuk warga Gaza. "Saya ada teman dari London, Indonesia, dan lainnya yang berinfak lewat saya. Setelah infaknya diterima, saya langsung belikan kebutuhan pokok untuk dibagi-bagikan saat Ramadan semangat berbagi lebih tinggi lagi," jelasnya.

Meski Ramadan kali ini, dia berada di Indonesia, namun program berbagi tersebut tetap berjalan di Gaza. "Anak saya yang menjalankannya," ujar Imam Muzhaffar.  

Lebih lanjut, dia bercerita, blokade yang dilakukan Israel, membuat orang luar dipersulit bila ingin masuk Gaza. Akibatnya, penyaluran logistik ke warga Gaza pun tidak mudah.

"Logistik boleh masuk tapi dipersulit. Misalnya 100 kilogram mau masuk maka tidak boleh semuanya melainkan setengahnya," kata dia.

Bahkan Israel melarang, warga Gaza yang tinggal dekat laut untuk mengambil banyak ikan dari laut tersebut. Akibatnya, harga ikan di sana mahal.

Ia mengingatkan, membebaskan Palestina dari jajahan Israel bukan hanya tugas Muslim di Palestina melainkan umat Islam di dunia. Imam Muzhaffar mengatakan, setiap Muslim bisa membantu perjuangan tersebut dengan berbagai cara, baik melalui harta, tenaga, maupun doa. 

"Kita bisa berikan juga kepada anak kita, kita sebarkan informasi mengenai keutamaan membebaskan Baitul Maqdis agar generasi muda kita tahu," ujarnya. Dia bersyukur dukungan umat Muslim Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sangat besar.

Sumber: Republika.co.id

   
 
Jangan Panik, Begini Cara Agar Tak Terjangkit Virus Corona Wuhan
Jumat, 24 Januari 2020 - 15:01

Jalan Lintas Kampar-Kuansing Amblas, Pengendara Diminta Sabar
Jumat, 24 Januari 2020 - 14:02

DPRD Pekanbaru Sarankan Nama KIT Ubah Jadi KIP, Ini Alasannya
Jumat, 24 Januari 2020 - 13:58

Hujan Disertai Petir akan Mengguyur Riau
Jumat, 24 Januari 2020 - 13:54

Malaysia Ikut Bantu Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Riau
Jumat, 24 Januari 2020 - 13:44

Cegah Virus Corona Masuk ke Riau, Bandara SSK II Pekanbaru Aktifkan Thermo Scanner
Jumat, 24 Januari 2020 - 10:56

Riau Kontribusi 40 Persen Terhadap Ekspor CPO Nasional
Jumat, 24 Januari 2020 - 10:51

Imam Abu-Usamah: Bergaji Rp 93 Miliar, Mane Mau Bersihan WC Masjid
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:29

Said Didu: Prinsipnya Negara Wajib Sediakan Pelayanan Kesehatan Untuk Rakyat, Sekarang Terbalik
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:25

Virus Corona Sudah Sampai Singapura, Kenali Gejalanya
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:22

Waspada, BMKG Deteksi Lonjakan Titik Panas di Riau
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:08

Peti Kemas Ini Tutupi Jembatan Sungai Dumai. Ini Alasannya
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:05

Harga TBS Semua Kelompok Umur di Riau Turun
Jumat, 24 Januari 2020 - 08:55

Pembangunan Infrastruktur KIT Pekanbaru Masih Butuh Dana Rp1,8 Triliun
Jumat, 24 Januari 2020 - 08:52

Hasil Seleksi BRK Tunggu Hasil OJK
Jumat, 24 Januari 2020 - 08:27

Al Huda Syiar Islam dari Tanah Rencong
Kamis, 23 Januari 2020 - 14:21

Polsek Lirik Tangkap Pengedar Sabu
Kamis, 23 Januari 2020 - 14:16

Pakar Ungkap Jenis Olahraga yang Tepat di Usia 40 Tahun
Kamis, 23 Januari 2020 - 14:09

Cari Korban Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, KN RB 218 Basarnas Pekanbaru Diterjunkan
Kamis, 23 Januari 2020 - 13:55

Teguran Nabi Muhammad pada Orang yang Menghina Orang Tua
Kamis, 23 Januari 2020 - 13:39

Imigrasi Akhirnya Akui Harun Masiku di Tanah Air
Kamis, 23 Januari 2020 - 13:24

BPJS Naik, Driver Minta Tarif Ojol Naik Jadi Rp 2.200-2.400/Km
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:11

Jalan Lintas Riau - Sumbar Longsor Lagi, Tepatnya di Desa Pulang Gadang
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:09

Akhir Januari Ini Pedagang Eks Plaza Sukaramai Pindah ke STC
Kamis, 23 Januari 2020 - 12:01

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com