Home
Kabut Asap Makin Parah, Riau Tetapkan Status Darurat Pencemaran Udara | Asap di Riau Tak Berkurang, Gubri Minta Karhutla di Jambi dan Sumsel Juga Dipadamkan | Kualitas Udara di Pekanbaru Berbahaya, Jarak Pandang di Inhu dan Pelalawan 300 Meter | Hutan Lindung Bukit Betabuh Terbakar, Dinas Kehutanan Provinsi Riau Terkesan Diam | Gagal Lagi Naik Podium di Aragon, Rossi Merasa Jadi Pebalap Yamaha Paling Menderita | Tak Ada Sumber Air, Relawan Rumah Zakat Harus Gali Parit Padamkan Lahan Terbakar
Senin, 23 09 2019
/ Peristiwa / 08:22:33 / Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi /
Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi
Senin, 20 Mei 2019 - 08:22:33 WIB

RIAUTRUST.com - Semakin cepat gletser di Antarktika mencair, maka seharusnya kian banyak pula orang-orang memikirkan tentang kondisi lingkungan, polusi udara, dan pemanasan global di negara tempat mereka tinggal.

Para ilmuwan menilai, kualitas udara yang buruk adalah penyebab utama manusia terkena sakit paru-paru ketimbang rokok --dan membunuh lebih banyak orang.

Inilah sebabnya mengapa sejumlah pemerintah kota dari sejumlah negara di dunia berusaha mengubah cara mereka bekerja dan mengajarkan kepada penduduknya untuk melakukan hal yang bisa menyelamatkan Bumi dan diri mereka masing-masing.

Ada sedikitnya 10 kota dari negara di dunia yang rela merombak sarana dan infrastruktur secara dramatis demi menyelamatkan kehidupan makhluk hidup yang ada di sana dan Bumi, sebagaimana dikutip dari Bright Side, Ahad (19/5/2019).

1. Oslo - Norwegia

Di pusat kota Oslo, tempat parkir di jalan sudah diubah menjadi jalur sepeda, bangku, dan taman kecil. Pada awal 2019, kota ini menyelesaikan proses menghilangkan 700 tempat parkir kendaraan bermotor, sebagai cara untuk merangsang orang agar tidak mengemudi di pusat kota.

Sebagai gantinya, pihak berwenang menambahkan beberapa stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk mobil listrik dan menyediakan lahan parkir lebih banyak untuk pengemudi difabel.

2. Buenos Aires - Argentina

Pusat bulevar (jalan raya yang lebar, biasanya dengan deretan pohon di kiri kanannya) di Buenos Aires, ibu kota Argentina, yang dulunya memiliki 20 jalur lalu lintas kini hanya boleh dilalui oleh bus.

Ketika perubahan-perubahan ini mulai diberlakukan, waktu yang dihabiskan penduduk dalam perjalanan untuk bekerja, menurun secara signifikan.

Juga, otoritas berhasil membebaskan sekitar 100 blok dari mobil dan mengubahnya menjadi zona pejalan kaki.

Selain itu, marka jalan yang cerah diletakkan di persimpangan pejalan kaki tersibuk di kota. Jalur sepeda dilukis dengan warna-warna cerah untuk membuat pesepeda dan pejalan kaki aman (terhindar dari bahaya seperti ditabrak bus atau mobil) saat melintasinya.

Dengan cara ini, pemerintah menggunakan metode yang disebut urbanisme taktis, yang bisa dijadikan sebagai renovasi murah di daerah padat penduduk.

3. London - Inggris

Pada tahun 2003, pemerintah London memperkenalkan aturan tentang pembebanan sejumlah biaya bagi mereka yang hendak memasuki pusat kota pada jam-jam sibuk.

Pada 2010, mereka mulai membuka jalan raya pertama khusus pesepeda di rute tersibuk. Pada 2019, pengembangan strategi transportasi baru rampung. Seharusnya, cara ini mampu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi tingkat kebisingan, sebab kota tersebut sudah mulai menerapkan penggunaan mobil dengan nol emisi.

Untuk mengatasi masalah polusi udara, yang terkait dengan peningkatan populasi, pemerintah telah membuat rencana khusus. Intinya adalah separuh jalan akan bebas dari mobil, dan angkutan umum akan menempuh jarak tidak lebih dari 15 mil per jam.

Selain itu, mereka juga akan membangun jalur sepeda yang dilindungi di jalan-jalan utama kota.

4. Seoul - Korea Selatan

Pada 2017, Seoul menyelesaikan transformasi jalan raya mobil menjadi area pejalan kaki seperti High Line di New York. Sekarang, lebih dari 10 juta orang telah menggunakan area ini.

Berkat perubahan itu, bisnis di Negeri Gingseng berkembang: penjualan keseluruhan di bidang ini meningkat sebesar 42%.

Pada tahun 2025, pemerintah kota berencana untuk menggunakan 3.000 bus listrik dan memperbesar rute transportasi umum untuk merangsang orang menggunakan sarana tersebut.

5. Madrid - Spanyol

Orang-orang yang tinggal di luar Madrid, ketika masuk ke Madrid, tidak diizinkan menggunakan mobil pribadi. Pada November 2018, pemerintah mulai merencanakan pembatasan kendaraan bermotor di pusat kota. Setelah undang-undang disahkan, kemacetan turun 32% dan itu terjadi sangat cepat.

Proyek yang disebut "daerah dengan tingkat emisi rendah" dirancang untuk membuat udara di pusat kota lebih bersih. Pemerintah Spanyol sangat senang dengan keberhasilan proyek ini, sehingga mereka akan melarang warga untuk mengemudi mobil apa pun yang memiliki emisi di atas nol di semua pusat kota di seluruh negara.

6. Beijing - China

Meskipun para pengemudi di Beijing diizinkan untuk mengendarai mobil beremisi berat, tapi mereka dibatasi oleh waktu dan dengan nomor plat mereka.

Jika diakhiri dengan angka tertentu, seseorang hanya dapat mengendarai mobil pada hari tertentu dalam seminggu. Pemerintah kota juga menyarankan penggunaan program stimulasi keuangan kecil bagi mereka yang lebih memilih untuk tidak mengemudi pada hari yang ditentukan.

7. Paris - Prancis

Pada 2017, jalan raya di sebelah Sungai Seine diubah menjadi jalur pejalan kaki dan taman bebas mobil (car free park). Ini adalah salah satu tahap dari pekerjaan konstan yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk mengurangi tingkat polusi dengan menekan lalu lintas mobil.

Ada pula batasan untuk mobil tua yang dikendarai selama hari kerja. Pada tahun 2024 nanti, pihak berwenang berencana melarang mobil diesel dan pada tahun 2030, semua mobil gas.

8. Kopenhagen - Denmark

Saat ini, lebih dari 50% penduduk Kopenhagen mengendarai sepeda untuk bekerja. Programpemerintah Denmark yang berkonsentrasi untuk menciptakan lebih banyak area pejalan kaki, dimulai pada tahun 1960-an.

Pada hari ini, ibu kota Denmark sudah memiliki lebih dari 200 mil jalur sepeda dan menjadi salah satu negara dengan persentase terendah terkait kepemilikan mobil di Eropa.

Langkah terakhir dari proyek mereka adalah membuat jalan raya super untuk pesepeda. Rute pertama dari 28 rute yang mereka rencanakan, dibuka pada tahun 2014, dan 11 rute lainnya selesai pada tahun 2018. Mereka juga berencana untuk menjadikan kota ini netral dari karbon pada tahun 2025.

9. Berlin - Jerman

Pada tahun 2017, Departemen Lingkungan, Transportasi, dan Perlindungan Iklim Berlin melakukan penelitian yang akhirnya menghasilkan rekonstruksi 12 jalan raya menjadi jalur sepeda.

Ini adalah salah satu upaya pertama Berlin untuk membuat kota menjadi seaman mungkin. Tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan jumlah pengendara sepeda hingga 2,4 juta pada tahun 2025.

10. Tbilisi - Georgia

Pada bulan April 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Pertanian di Georgia telah melarang produksi, penggunaan, dan impor kantong plastik. Mereka menyarankan menggunakan kantong biodegradable yang terdegradasi dalam waktu yang jauh lebih singkat dan mengurangi bahaya.

Jika seseorang atau ada pihak tertentu yang melanggar aturan ini, pada awalnya penegak hukum akan memberi peringatan. Namun jika pabrikan terus melakukan hal yang sama, mereka harus membayar denda pertama sebesar US$ 185, dan yang berikutnya adalah US$ 370.

Sumber : Liputan6.com

   
 
Pacu Sampan Mini Pulau Sengkilo Kelayang, Semarak
Sabtu, 21 September 2019 - 10:28

Para Ibu: Riau Tak Aman Buat Bayi Kami!"
Sabtu, 21 September 2019 - 08:19

Alasan IMB Mau Dihapus, Menteri ATR: Paling Banyak Masalahnya
Sabtu, 21 September 2019 - 08:00

Olahraga Di Luar Ruangan Tidak Dianjurkan
Sabtu, 21 September 2019 - 07:45

Gerakan Mahasiswa 98 Bisa Berulang Kalau Jokowi Dan DPR Abaikan Kritik Publik
Sabtu, 21 September 2019 - 07:34

Mahasiswa Mulai Bergerak Karena Jokowi Ingkari Kehendak Rakyat
Sabtu, 21 September 2019 - 07:31

Pemerintah Jangan Tutup Mata, Kepastian Hukum Harus Dimulai Dari Negara
Sabtu, 21 September 2019 - 07:14

Restorasi Ribuan Dokumen Bersejarah Kerajaan, Dinas Perpustakaan Siak Gandeng ANRI
Sabtu, 21 September 2019 - 07:05

Etape II 80 Km Tourde Siak 2019
55 Peserta Siap Berlaga di Arena Rute Siak, Bunga Raya dan Jembatan Teluk Mesjid
Jumat, 20 September 2019 - 20:07

Viral, Temuan Ular Berkaki di Lokasi Karhutla Riau, Badannya Hangus Terbakar
Jumat, 20 September 2019 - 15:18

Polisi Siak Tangkap Oknum Wartawan Jadi Kurir 12 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi
Jumat, 20 September 2019 - 15:16

Sehari, Dua Karlahut Terjadi di Kelayang Inhu
Jumat, 20 September 2019 - 15:08

Mahasiswa Turun Ke Jalan, Pengamat: Bagus, Kesadaran Dan Kritis Sudah Mulai Muncul
Jumat, 20 September 2019 - 14:36

Dampak Kabut Asap Riau, Sejumlah Bandara Di Sumut Ditutup Sementara
Jumat, 20 September 2019 - 10:22

BMKG Deteksi 1.362 Hotspot di Sumatera, 151 di Riau
Jumat, 20 September 2019 - 10:16

Cuaca Hari Ini Cerah Berawan, Jarak Pandang Menurun
Jumat, 20 September 2019 - 10:15

Di Mana Nabi Adam Dimakamkan?
Jumat, 20 September 2019 - 08:57

Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun
Jumat, 20 September 2019 - 08:32

Bunda Literasi Ajak Budayakan Membaca Untuk Masyarakat Siak Yang Cerdas
Jumat, 20 September 2019 - 08:22

Karlahut Tanjung Beludu Kelayang Capai 20 Hektar
Jumat, 20 September 2019 - 08:15

Dua Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Mantan Anggota DPRD Pekanbaru Berada di Luar Riau
Jumat, 20 September 2019 - 08:13

WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
Jumat, 20 September 2019 - 08:09

IWO dan Laskar Macan Asia Inhu Bagikan Masker di Airmolek
Jumat, 20 September 2019 - 07:57

Soal Tokoh Partai, Cuma PKS Yang Bisa Saingi Golkar
Jumat, 20 September 2019 - 07:31

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com