Home
Walhi: Pemda Harus Prediksi Bencana Banjir Kurangi Kerugian Besar | MUI Riau Heran Kerukunan Umat Beragama Riau di Bawah Rata-Rata Nasional | Gedung Sekolah Terkena Banjir, Siswa SD di Rakitkulim Harus Belajar di Rumah | Hujan Lebat akan Mengguyur Riau | Banyak Kampung di Siak Minta Dimekarkan, DPRD Ingatkan Harus Ada Kajian | BRG Ingatkan Tahun Depan Riau Alami 7 Bulan Musim Kemarau
Minggu, 15 Desember 2019
/ Peristiwa / 08:22:33 / Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi /
Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi
Senin, 20 Mei 2019 - 08:22:33 WIB

RIAUTRUST.com - Semakin cepat gletser di Antarktika mencair, maka seharusnya kian banyak pula orang-orang memikirkan tentang kondisi lingkungan, polusi udara, dan pemanasan global di negara tempat mereka tinggal.

Para ilmuwan menilai, kualitas udara yang buruk adalah penyebab utama manusia terkena sakit paru-paru ketimbang rokok --dan membunuh lebih banyak orang.

Inilah sebabnya mengapa sejumlah pemerintah kota dari sejumlah negara di dunia berusaha mengubah cara mereka bekerja dan mengajarkan kepada penduduknya untuk melakukan hal yang bisa menyelamatkan Bumi dan diri mereka masing-masing.

Ada sedikitnya 10 kota dari negara di dunia yang rela merombak sarana dan infrastruktur secara dramatis demi menyelamatkan kehidupan makhluk hidup yang ada di sana dan Bumi, sebagaimana dikutip dari Bright Side, Ahad (19/5/2019).

1. Oslo - Norwegia

Di pusat kota Oslo, tempat parkir di jalan sudah diubah menjadi jalur sepeda, bangku, dan taman kecil. Pada awal 2019, kota ini menyelesaikan proses menghilangkan 700 tempat parkir kendaraan bermotor, sebagai cara untuk merangsang orang agar tidak mengemudi di pusat kota.

Sebagai gantinya, pihak berwenang menambahkan beberapa stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk mobil listrik dan menyediakan lahan parkir lebih banyak untuk pengemudi difabel.

2. Buenos Aires - Argentina

Pusat bulevar (jalan raya yang lebar, biasanya dengan deretan pohon di kiri kanannya) di Buenos Aires, ibu kota Argentina, yang dulunya memiliki 20 jalur lalu lintas kini hanya boleh dilalui oleh bus.

Ketika perubahan-perubahan ini mulai diberlakukan, waktu yang dihabiskan penduduk dalam perjalanan untuk bekerja, menurun secara signifikan.

Juga, otoritas berhasil membebaskan sekitar 100 blok dari mobil dan mengubahnya menjadi zona pejalan kaki.

Selain itu, marka jalan yang cerah diletakkan di persimpangan pejalan kaki tersibuk di kota. Jalur sepeda dilukis dengan warna-warna cerah untuk membuat pesepeda dan pejalan kaki aman (terhindar dari bahaya seperti ditabrak bus atau mobil) saat melintasinya.

Dengan cara ini, pemerintah menggunakan metode yang disebut urbanisme taktis, yang bisa dijadikan sebagai renovasi murah di daerah padat penduduk.

3. London - Inggris

Pada tahun 2003, pemerintah London memperkenalkan aturan tentang pembebanan sejumlah biaya bagi mereka yang hendak memasuki pusat kota pada jam-jam sibuk.

Pada 2010, mereka mulai membuka jalan raya pertama khusus pesepeda di rute tersibuk. Pada 2019, pengembangan strategi transportasi baru rampung. Seharusnya, cara ini mampu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi tingkat kebisingan, sebab kota tersebut sudah mulai menerapkan penggunaan mobil dengan nol emisi.

Untuk mengatasi masalah polusi udara, yang terkait dengan peningkatan populasi, pemerintah telah membuat rencana khusus. Intinya adalah separuh jalan akan bebas dari mobil, dan angkutan umum akan menempuh jarak tidak lebih dari 15 mil per jam.

Selain itu, mereka juga akan membangun jalur sepeda yang dilindungi di jalan-jalan utama kota.

4. Seoul - Korea Selatan

Pada 2017, Seoul menyelesaikan transformasi jalan raya mobil menjadi area pejalan kaki seperti High Line di New York. Sekarang, lebih dari 10 juta orang telah menggunakan area ini.

Berkat perubahan itu, bisnis di Negeri Gingseng berkembang: penjualan keseluruhan di bidang ini meningkat sebesar 42%.

Pada tahun 2025, pemerintah kota berencana untuk menggunakan 3.000 bus listrik dan memperbesar rute transportasi umum untuk merangsang orang menggunakan sarana tersebut.

5. Madrid - Spanyol

Orang-orang yang tinggal di luar Madrid, ketika masuk ke Madrid, tidak diizinkan menggunakan mobil pribadi. Pada November 2018, pemerintah mulai merencanakan pembatasan kendaraan bermotor di pusat kota. Setelah undang-undang disahkan, kemacetan turun 32% dan itu terjadi sangat cepat.

Proyek yang disebut "daerah dengan tingkat emisi rendah" dirancang untuk membuat udara di pusat kota lebih bersih. Pemerintah Spanyol sangat senang dengan keberhasilan proyek ini, sehingga mereka akan melarang warga untuk mengemudi mobil apa pun yang memiliki emisi di atas nol di semua pusat kota di seluruh negara.

6. Beijing - China

Meskipun para pengemudi di Beijing diizinkan untuk mengendarai mobil beremisi berat, tapi mereka dibatasi oleh waktu dan dengan nomor plat mereka.

Jika diakhiri dengan angka tertentu, seseorang hanya dapat mengendarai mobil pada hari tertentu dalam seminggu. Pemerintah kota juga menyarankan penggunaan program stimulasi keuangan kecil bagi mereka yang lebih memilih untuk tidak mengemudi pada hari yang ditentukan.

7. Paris - Prancis

Pada 2017, jalan raya di sebelah Sungai Seine diubah menjadi jalur pejalan kaki dan taman bebas mobil (car free park). Ini adalah salah satu tahap dari pekerjaan konstan yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk mengurangi tingkat polusi dengan menekan lalu lintas mobil.

Ada pula batasan untuk mobil tua yang dikendarai selama hari kerja. Pada tahun 2024 nanti, pihak berwenang berencana melarang mobil diesel dan pada tahun 2030, semua mobil gas.

8. Kopenhagen - Denmark

Saat ini, lebih dari 50% penduduk Kopenhagen mengendarai sepeda untuk bekerja. Programpemerintah Denmark yang berkonsentrasi untuk menciptakan lebih banyak area pejalan kaki, dimulai pada tahun 1960-an.

Pada hari ini, ibu kota Denmark sudah memiliki lebih dari 200 mil jalur sepeda dan menjadi salah satu negara dengan persentase terendah terkait kepemilikan mobil di Eropa.

Langkah terakhir dari proyek mereka adalah membuat jalan raya super untuk pesepeda. Rute pertama dari 28 rute yang mereka rencanakan, dibuka pada tahun 2014, dan 11 rute lainnya selesai pada tahun 2018. Mereka juga berencana untuk menjadikan kota ini netral dari karbon pada tahun 2025.

9. Berlin - Jerman

Pada tahun 2017, Departemen Lingkungan, Transportasi, dan Perlindungan Iklim Berlin melakukan penelitian yang akhirnya menghasilkan rekonstruksi 12 jalan raya menjadi jalur sepeda.

Ini adalah salah satu upaya pertama Berlin untuk membuat kota menjadi seaman mungkin. Tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan jumlah pengendara sepeda hingga 2,4 juta pada tahun 2025.

10. Tbilisi - Georgia

Pada bulan April 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Pertanian di Georgia telah melarang produksi, penggunaan, dan impor kantong plastik. Mereka menyarankan menggunakan kantong biodegradable yang terdegradasi dalam waktu yang jauh lebih singkat dan mengurangi bahaya.

Jika seseorang atau ada pihak tertentu yang melanggar aturan ini, pada awalnya penegak hukum akan memberi peringatan. Namun jika pabrikan terus melakukan hal yang sama, mereka harus membayar denda pertama sebesar US$ 185, dan yang berikutnya adalah US$ 370.

Sumber : Liputan6.com

   
 
Batang Kuantan Meluap, Beberapa Wilayah di Batang Peranap Banjir
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:06

Turnamen Bola Voli Semi Open
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:00

Malam hingga Dini Hari Besok Hujan Masih Guyur Riau
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:52

Sore Ini Lima Pintu Bukaan PLTA Koto Panjang Bakal Dibuka Setinggi 150 Cm
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:47

Pekanbaru akan Gelar UN Terakhir SMP 2020
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:34

Siang Ini, PA 212 Geruduk Mabes Polri Tuntut Adili Sukmawati Dan Gus Muwafiq
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:29

Ormas Islam Sangkal Tuduhan Terima Suap dari China Terkait Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:28

Suap Jembatan Bangkinang, KPK Panggil Pegawai Dirjen Bina Marga Dan Direktur PT HD
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:25

PA 212 soal Menag Polisikan Pelarang Atribut Natal: Terserah
Jumat, 13 Desember 2019 - 09:16

Harga TBS Sawit di Riau Merangkak Naik
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:45

Riau Jadi Tuan Rumah Pertemuan DBH Sawit Se Sumatera 2019
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:40

Media Asing: China Suap Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:33

Kritik Penghapusan UN, Fahri Hamzah: Jangan Seperti Sopir Bajaj Putar Arah!
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:25

Gaungkan #TangkapAbuJanda, Iwan Sumule: Ini Sudah Berulang dan Melukai Rakyat
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:21

Menjelang Pergantian Tahun 2020 Satpol-PP Kabupaten Siak Gelar Operasi PEKAT
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:18

Pemkab Siak Dorong Setiap Kampung Miliki Kawasan Ruang Terbuka Hijau
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:10

Luruskan Soal Sertifikasi Majelis Taklim, Begini Kata Menag Fachrul Razi
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:42

Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Bakal Ditambah Jadi 120 cm
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:31

37.265 Warga Pekanbaru Belum Rekam e-KTP
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:28

Ditemukan Jejak Harimau, BBKSDA Turunkan Tim
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:25

BPBD Riau Siapkan Alat Evakuasi Banjir di Titik-titik Rawan
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:32

Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:22

Pembangunan Masjid Cheng Ho Rohil Dalam Tahap Pematangan Lahan
Kamis, 12 Desember 2019 - 12:05

Stop Retorika Pemberantasan Mafia Migas: Adili Ahok!
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com