Home
Wasekjen Demokrat: AHY Tepat Jadi Ketum Penerus SBY | Menhan Minta Kasus Kivlan Zen Dan Soenarko Dipertimbangkan | Deddy Corbuzier Kabarnya Batal Ucap Kalimat Syahadat di Hitam Putih | Ulama Aceh Haramkan Permainan PUBG | Harga TBS Sawit Riau Turun Lagi | BW Pergoki Tim Hukum KPU yang Foto Barang Bukti Kubu Prabowo
Rabu, 19 Juni 2019
/ Peristiwa / 06:56:34 / BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh /
BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:56:34 WIB

JAKARTA - Insiden tewasnya delapan orang dalam kerusuhan 21-22 Mei dipertanyakan kubu Prabowo-Sandi. Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 meminta polisi mengusut kasus itu.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, bahkan menyarankan polisi untuk membentuk tim pencari fakta. Pasalnya, Andre menilai kerusuhan yang berlangsung selama dua hari itu tak semestinya memakan korban.

"Tentu kita mendorong polisi secara transparan, kenapa bisa ada WNI tewas, apalagi kita mendengar ucapan Kapolri yang menyebut tidak membawa senjata api. Kita menunggu Polri menginvestigasi hal ini dan mengumumkannya ke publik," ujar Andre kepada kumparan, Kamis (23/5).

Dia juga merujuk laporan Waketum Gerindra Fadli Zon yang sempat menjenguk korban kerusuhan. Saat itu, Fadli mendengar cerita bahwa korban diserang padahal tak sedang melakukan perlawanan.

"Korban sedang duduk di gang pas demo rusuh, tapi katanya diserang. Maka kita dorong polisi untuk membentuk tim pencari fakta," tegasnya.

Andre pun menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyikapi kerusuhan ini. Menurut Andre, hingga kini, ia belum mendengar ungkapan belasungkawa dari Jokowi.

"Jokowi, saat pidato kemenangan, dia bilang 100 persen berada di kubu rakyat. Namun, saat ada delapan WNI tewas, sampai sekarang kita enggak dengar beliau ucapkan belasungkawa," ungkapnya.

Dari korban tewas 8 orang, 3 di antaranya mengalami luka tembak. Ketiganya lalu dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat intensif. Namun, satu korban bernama Farhan tak bisa diselamatkan akibat luka tembak peluru karet menembus bagian dada.

Polri kini sedang membentuk tim investigasi untuk menyelidiki peluru tajam yang ditemukan saat kerusuhan 21 dan 22 Mei. Tim ini dibentuk untuk mengetahui dari mana peluru itu berasal. Sebab, aparat keamanan yang ditugaskan untuk menjaga aksi dilarang menggunakan peluru tajam.
Sejumlah warga evakuasi korban kericuhan di kawasan Bawaslu. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Bapak Kapolri sudah bentuk tim, membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh langsung Wakapolri. Untuk mengetahui apa penyebabnya dan semua aspek sehingga ada korban dari massa perusuh,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal saat konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Polisi sebelumnya menegaskan mereka tidak menggunakan peluru tajam dalam membubarkan massa. “Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Bantahan juga telah disampaikan oleh Karo Penmas Div Humas Mabes polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. "Sekali lagi aparat PAM tidak ada yg dibekali peluru tajam dan senjata api, hanya ton anti anarkis," kata Dedi. [kumparan]

   
 
LSM Temukan Dugaan Perbuatan Asusila Imigran Afganistan
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:36

PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Buka Saluran Air Penyebab Banjir Pekanbaru
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:32

Trase Tol Padangpariaman-Pekanbaru Kembali Diubah, Begini Penjelasannya
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:29

Banjir Makan Korban Jiwa, Dedet Sebut Pemko Pekanbaru Tak Maksimal
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:22

Pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi Diduga Salahi Aturan
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:20

Atasi Banjir Pekanbaru, Firdaus Butuh Bantuan Pemprov dan Pemkab Kampar
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:16

Demo Sidang MK, Hehamahua: Anak Perusahaan BUMN adalah BUMN
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:00

Wacana Naik Pesawat ke Jakarta Via Negeri Jiran Tunggu Izin Menko Perekonomian
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:54

Riau Miliki 24 Desa Wisata Miliki Karakteristik Khusus
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:51

Festival Bakar Tongkang Diprediksi Dongkrak Angka Wisatawan
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:47

Sidang Pilpres Kembali Digelar Hari Ini, 4 Kontainer Bukti Pamungkas Prabowo Tiba di MK
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:21

Sayuran Ini Ternyata Bisa Obati Kanker dan Diabetes
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:18

Menteri PUPR Pastikan Tol Padang-Pekanbaru Dibangun dan Ikuti Usulan Pemprov Sumbar
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:15

Walikota Pekanbaru Bantah Mutasi Bulan Ini, Tapi Jelang Akhir Tahun
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:59

Yusril Ihza Minta MK Tolak Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:56

Wali Kota London Sebut Trump Sebagai Contoh Orang Rasis
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:52

Morsi Meninggal Dunia, Ini Reaksi Dunia
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:52

Ketua PGRI Riau Syahril Meninggal Dunia, Disdik Riau Turut Berduka
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:48

Pemko Pekanbaru akan Normalisasi Sungai Bintungan
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:45

Tak Bayar Uang Sewa, Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Terancam Diusir
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:32

Besok Wiranto akan Bertemu Mantan Panglima GAM
Senin, 17 Juni 2019 - 17:47

Awas, Simpan Air Mineral di Mobil Bisa Picu Kebakaran
Senin, 17 Juni 2019 - 17:40

KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar untuk Anggaran Pilkada 2020
Senin, 17 Juni 2019 - 17:16

Kasus Penyelewengan Dana Hibah Kembali Dibuka, Ini Kata Mantan Rektor UIR
Senin, 17 Juni 2019 - 17:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com