Home
Besok Wiranto akan Bertemu Mantan Panglima GAM | Awas, Simpan Air Mineral di Mobil Bisa Picu Kebakaran | KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar untuk Anggaran Pilkada 2020 | Kasus Penyelewengan Dana Hibah Kembali Dibuka, Ini Kata Mantan Rektor UIR | Proses Perbaikan, Jembatan Siak II Pekanbaru akan Ditutup Sementara | BPK Usulkan Pembentukan Program Wajib Militer kepada Kementerian Pertahanan
Selasa, 18 Juni 2019
/ Nasional / 06:54:19 / Refly Harun Sebut Maruf Amin Bisa Didiskualifikasi /
Refly Harun Sebut Maruf Amin Bisa Didiskualifikasi
Rabu, 12 Juni 2019 - 06:54:19 WIB

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan pendapatnya terkait Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Maruf Amin yang disebut oleh kuasa hukum Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto melanggar undang-undang.

Ketua Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto menyebut Maruf Amin melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu).

Menurut Bambang, Ma'ruf Amin diduga melanggar Pasal 227 huruf p UU Pemilu. Pasal tersebut menyatakan bahwa saat pendaftaran, bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden harus menyertakan surat pernyataan pengunduran diri dari karyawan atau pejabat badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilu.

Bambang melanjutkan, nama Ma'ruf Amin masih tercatat sebagai pejabat di bank BNI Syariah dan Mandiri Syariah yang dimuat dalam website resmi kedua bank milik penerintah itu.

"Seseorang yang menjadi bakal calon presiden atau wakil presiden harus berhenti sebagai karyawan atau pejabat BUMN," kata dia.

Selain itu, lanjut Bambang, Ma'ruf Amin juga belum menyerahkan dokumen pengunduran dirinya sebagai karyawan atau pejabat di BUMN saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum.

"Di kolom D-nya itu apakah sudah menandatangani pengunduran diri sebagai karyawan atau pejabat dari BUMN, ternyata beliau tidak memberi contreng. Katanya belum. Kok sampai sekarang belum juga," ucap Bambang.

Berkaitan hal itu, Refly Harun berpendapat jika hal itu benar, Maruf Amin bisa didiskualifikasi dan kemudian dilakukan pemilu ulang.

Namun, tentunya tim kuasa hukum Prabowo harus bisa membuktikan bahwa dugaan pelanggaran itu benar adanya.

Hal itu disampaikan Refly dalam cuitan di akun twitternya, Selasa (11/6/2019).

"Seorang wartawan telepon saya mengenai klaim BPN bahwa Maaruf Amin masih menjabat komisaris di bank mandiri syariah dan BNI syariah. Kalau itu memang benar, sekali lagi kalau memang benar, MA bisa didiskualifikasi dan bisa pemilu ulang. Tp tentu hrs dibuktikan," cuitnya.

Tanggapan TKN

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menjelaskan, definisi BUMN tercantum dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yakni sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya berasal dari penyertaan langsung negara melalui kekayaan negara yang dipisahkan.

Arsul mengatakan, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah bukan BUMN dalam arti sebagaimana yang didefinisikan dalam Pasal 1 angka 1 UU BUMN. Sebab, kata dia, pemegang saham BSM adalah PT. Bank Mandiri dan PT. Mandiri Sekuritas.

Sedangkan BNI Syariah yang menjadi pemegang sahamnya adalah PT. Bank BNI dan PT. BNI Life Insurance.

"Jadi tidak ada penyertaan modal negara secara langsung. Ini berbeda kalau calon menjadi Direksi, Komisaris atau karyawan Bank Mandiri atau Bank BNI dimana negara menjadi pemegang saham melalui penyertaan langsung dengan menempatkan modal disetor yang dipisahkan dari kekayaan negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/6/2019).

Bukan pula direksi atau komisaris yang merupakan pejabat badan usaha berbentuk perseroan terbatas. "Jadi apa yang didalilkan sebagai tambahan materi baru oleh Tim Kuasa Hukum Paslon #02 itu adalah hal yang mengada-ada dan tidak didasarkan pada pemahaman yang benar atas isi aturan UU terkait," pungkasnya.

Sementara, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago menganggap kuasa hukum Prabowo tak paham dengan fungsi dan wewenang MK.

"Penasehat Hukum mereka ngerti fungsi dan wewenang MK tidak ya? Karena menurut saya materi tersebut tidak relevan untuk diajukan sebagai bukti di MK," kata saat dihubungi, Senin (10/6/2019).

Politisi Nasdem ini menyebut, MK secara jelas hanya mengadili persengketaan hasil pemilu, bukan status capres-cawapres yang menjadi kontestan di Pilpres.

Lebih lanjut, Irma mengatakan, subjek gugatan ialah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan bukan capres-cawapres. "Jadi mempersoalkan posisi Kiai Maruf di Bank Syariah BUMN tidak relevan," jelas Irma.

[tribunnews.com]

   
 
Sidang MK Sepi Bukti Pendukung Prabowo Percaya Kepada Pemimpin
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:11

Mahfud MD Yakin Gugatan Prabowo-Sandi Akan Diterima MK
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:06

Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:03

Pertama di Indonesia, Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture
Sabtu, 15 Juni 2019 - 09:17

Warga Inhu Berharap Tak Ada Lagi Gajah Liar Masuk Perkebunan Warga
Sabtu, 15 Juni 2019 - 09:03

Akhir Pekan, Harga Cabai Masih Mahal di Pekanbaru
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:57

Jumlah Kasus DBD di Pekanbaru Meningkat
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:55

Jemaah Haji Asal Pekanbaru Berangkat Perdana 8 Juli
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:50

Penerimaan CPNS, Pemprov Riau akan Ajukan Kuota 10 Ribu lebih
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:42

Dilaksanakan Serentak, PPDB Tahun Ajaran 2019 Dilaksanakan 1 Hingga 4 Juli
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:39

Pemkab Siak Gelar Open House di Balai Datuk Empat Suku
Jumat, 14 Juni 2019 - 22:24

Dulu Pakai Benang, Kini Alat Spooring Dibekali Kamera
Kamis, 13 Juni 2019 - 09:05

Tak Ingin Ada Tunda Bayar, Wawako Minta OPD Kerjakan Program Prioritas
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:47

Terkendala Hujan, Penggiringan Kawanan Gajah Liar di Inhu Tertunda
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:44

Kemkominfo Buka Kemungkinan Kembali Batasi Media Sosial
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:38

Juli, Calon Kepsek di Pekanbaru yang Lulus Seleksi akan Dilantik
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:31

Lahan Pemprov Banyak Dikuasai Pihak Ketiga
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:27

Ada Pejabat Gunakan Lebih Satu Mobdin
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:23

Pemkab Siak Gesa Peluang Pariwisata Halal
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:11

Korupsi Di Bapemaspemdes Inhu, 3 ASN Jadi Tersangka Belum Ditahan
Kamis, 13 Juni 2019 - 08:01

Peristiwa Menantu Pukul Mertua Berujung Damai
Kamis, 13 Juni 2019 - 07:56

LSM Topan: Masih Banyak Kades di Inhu Tak Transparan Kelola Dana Desa
Rabu, 12 Juni 2019 - 07:53

Duh Teganya, Mantu Aniaya Mertua
Rabu, 12 Juni 2019 - 07:47

Mobil Bekas Model Ini Banyak Dicari Usai Lebaran
Rabu, 12 Juni 2019 - 07:44

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com