Home
Ustaz Khalid Basalamah: Jangan Memukul Wajah Manusia | PUPR Revitalisasi Taman Patung Kuda | Jokowi: Kasus Novel Jangan Sedikit-sedikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa? | Polisi Serahkan 334 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Ke Kejaksaan | Rizal Ramli: Jangan Sampai Pimpinan KPK Didominasi Polisi, Bisa Coupe de Grace | Pemprov Riau Terus Kaji Porsi APBD-P
Jum'at, 19 Juli 2019
/ Mozaik / 14:22:56 / Dirjen: Kalau tak di Sekolah Kemana Harus Belajar Agama? /
Dirjen: Kalau tak di Sekolah Kemana Harus Belajar Agama?
Sabtu, 06 Juli 2019 - 14:22:56 WIB

JAKARTA - Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menanggapi tentang wacana penghapusan pendidikan agama di sekolah. Menurut Kamaruddin mengacu pada Undang-undang sistem pendidikan nasional di mana mengharuskan pendidikan agama bagi seluruh peserta didik.

“Bahkan harus diajarkan oleh guru yang seagama. Jadi kalau mau dihapus ubah dulu undang-undangnya,” kata Kamaruddin kepada Republika,co.id pada Sabtu (6/7).

Selain Undang-undang sistem pendidikan nasional, menurut Kamaruddin sebagaimana konstitusi secara eksplisit menyatakan Indonesia merupakan bangsa yang religius.  “Secara sosiolologis tak ada satupun penduduk Indonesia yang tidak beragama, kalau agama tidak diajarkan disekolah kemana mereka harus belajar agama,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Kamaruddin kontribusi pendidikan agama sangat penting dalam membentuk karakter keberagamaan Indonesia yang damai, toleran, demokratis, moderat. Bahkan menurutnya di negara sekuler seperti Inggris, pendidikan agama menjadi mata pelajaran wajib.

“Bahwa ada fenomena menguatnya politik identitas bernuansa agama itu benar tapi penyebabnya tidak tunggal, termasuk diantaranya adalah imbas dari globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. Ini tantangan bangsa secara keseluruhan. Menyalahkan pendidikan agama semata kemudian mengusulkan untuk dihapus adalah sebuah bentuk penyederhanaan masalah secara ekstrim atas sebuah masalah. Sikap seperti ini tentu tidak realistis dan kurang akademik,” tuturnya.

Kendati demikian, Kamaruddin mengakui mata pelajaran agama disekolah perlu terus direview agar sesuai dengan tuntutan zaman dan berorientasi rahmatan lil alamin. Menurutnya masih terdapat sejumlah kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaannya, karenanya ia pun meminta masyarakat untuk memberikan masukan.

Sebelumnya praktisi Setyono Djuandi Darmono menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama dinilai harus menjadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing bukan guru di sekolah. Dirinya berpandangan pendidikan agama cukup diberikan di luar sekolah, seperti masjid, gereja, pura, vihara, dan lainnya.

“Mungkin perlu klarifikasi dari yang bersangkutan tentang pernyataannya. Saya kok ragu kalau ada pernyataan seperti itu dari praktisi pendidikan. Jangan sampai substansi pernyataannnya tidak demikian atau punya konteks tersendiri,” katanya. [ROL]

   
 
62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:05

Lantik 11 Pejabat Penghulu Mempura-Dayun,
Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:03

Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:00

Sedih, Ikan Pari Raksasa Ini Hampiri Penyelam dan Minta Pertolongan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:53

Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel!
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:49

Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45

Pemegang Saham Minta Pemprov Riau Batalkan Pansel Dirut BRK
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:17

Jelang Munas, Golkar Riau Diminta Solid
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:11

1.269 Mahasiswa Lolos Jalur PBUD-PBM di Unri
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:04

Pernak Pernik Perayaan HUT RI Mulai Dijajakan di Pekanbaru
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:01

Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini Turun Rp11,61 Persen
Kamis, 18 Juli 2019 - 11:59

Akhir Juli Ranperda RPJMD Riau 2019-2024 Ketok Palu
Kamis, 18 Juli 2019 - 11:58

Media Diminta Jadi Mitra Pemko Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:46

Merapat Ke Jokowi, Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:39

Selain Kursi Menteri, Pasti Ada Deal Yang Fantastis Antara Prabowo Dan Jokowi
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:37

Minyak Serai, Produk Tradisional Khas Pedalaman Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:29

Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Dituntut Jaksa 8 Bulan Penjara
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:12

Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:07

Wagubri Apresiasi Pembangunan Bidang Keagamaan Negeri Istana
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:04

Sempena Pembukaan MTQ Kabupaten, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:00

Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Masyarakat Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57

Kepala Bappeda Inhu Kumpulkan Lurah se-Inhu di Kelayang, Ada Apa?
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:55

Jarak Terlalu Jauh, Dishub akan Tinjau Ulang U-Turn Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:04

Luhut Nilai Abrasi Riau tak Pengaruhi Perbatasan Wilayah Kedaulatan dengan Malaysia
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com