Home
Soal LAMR Mau Kelola Blok Rokan, Ini Kata Pemprov Riau | DPRD Riau Minta Seleksi 4 Pejabat BRK Transparan | Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam | Gagasan Baru Di Pemerintahan Jokowi-Maruf Akan Sulit Jika Masih Ada Luhut Panjaitan | Sehari Jelang Pelantikan, PB HMI Keluarkan 9 Maklumat Untuk Presiden Jokowi | Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?
Senin, 21 Oktober 2019
/ Nasional / 14:02:36 / Pengacara: HRS Sempat 3 Kali Ingin Keluar Saudi, Tapi Gagal /
Pengacara: HRS Sempat 3 Kali Ingin Keluar Saudi, Tapi Gagal
Kamis, 11 Juli 2019 - 14:02:36 WIB

JAKARTA - Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Sugito Atmo menduga penyebab Habib Rizieq tidak dapat pulang ke Indonesia karena ada pemintaan dari suatu institusi pemerintah RI yang mencekal kepulangan Habib Rizieq. Karena menurutnya, Habib Rizieq sudah ingin keluar dari Arab Saudi sebelum izin tinggalnya habis.

“Seingat saya sempat tiga kali (HRS) ingin keluar, 9, 12, dan 17 Juli 2018 sebelum visa habis 20 Juli 2018,” kata Sugito dalam sambungan telepon, Kamis (11/7).

Namun lanjut dia, tiga kali percobaan hendak keluar tersebut selalu dimentahkan. Padahal saat itu kata Sugito, Habib Rizieq hendak melakukan sidang tertutup atas disertasinya di Malaysia. “Nah karena beliau enggak bisa keluar makanya jadi overstay setelah 20 Juli 2018. Kan bukan kesalahan Habib Rizieq,” terangnya.

Menurut Sugito, ada faktor tertentu yang menyebabkan Habib Rizieq seolah ditahan di Arab Saudi. Yang jelas menurutnya bukan masalah hukum, melainkan berkaitan dengan politik di Indonesia.  “Dugaan kami masalah politik saja bukan masalah hukum,” ujarnya.

Informasi yang didapat lanjut Sugito, bahwa ada instuisi pemerintah RI yang menghalangi kepulangan Habib Rizieq. Sehingga menyebabkan kliennya yang bahkan ingin mengurus disertansinya di Malaysia pun tidak diizinkan. “Habib enggak bisa keluar atas permintaan institusi Pemerintah Indonesia ke Arab Saudi supaya Habib tidak bisa keluar, padahal sebelum habis (overstay) habib sudah mau ke Malaysia,” jelasnya.

Saat ditanyakan langkah apa yang akan ditempuh selanjutnya. Sugito mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Habib Rizieq Shihab. “Saya Koordinasi ke beliau (HRS) apa yang harus kita lakukan. Karena kan selama permintaan cekal belum dicabut dia belum bisa pulang,” kata Sugito.

Sugito juga kembali menegaskan bahwa Habib Rizieq siap membayar denda Rp 110 juta kepada Arab Saudi karena overstay. Dengan catatan bahwa overstay bukan kesalahan Habib Rizieq melainkan adanya pihak yang mencoba menahan Rizieq agar tidak bisa kembali ke tanah air.

“Kalau menang harus membayar, harus ada penjelasan bahwa itu bukan kesalahan Habib Rizieq itu aja. Dan harusnya pemerintah yang membayar, karena ada permintaan dari institusi pemerintah Indonesia ke pemerintah Arab Saudi (yang menyebabkan overstay),” kata Sugito.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, pemulangan Rizieq bukan menjadi tugas pemerintah. Ini lantaran kepergiannya ke Arab Saudi merupakan keputusannya sendiri setelah tersandung kasus dugaan pornografi pada April 2017 lalu.

“Ya siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi-pergi sendiri, kok dipulangin, gimana sih? Emangnya kita yang ngusir? kan enggak. Pergi-pergi sendiri kok, kita ribut mau mulangin, kan gitu,” ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7).

Mantan panglima TNI itu mengatakan, selama ini, pemerintah tak pernah mengusir HRS dari Tanah Air. Karena itu, untuk memulangkan Rizieq ke Indonesia bukan menjadi tugas pemerintah. “Ya pulang sendiri saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Moeldoko juga berpendapat, rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo bukan lagi menjadi prioritas. Sebab, masih ada persoalan bangsa yang lebih besar yang harus dihadapi. Lagipula, tambahnya, masyarakat juga sudah tenang pascapilpres telah berakhir. “Kan sudah saya katakan kemarin, penting gak si rekonsiliasi? Ada persoalan bangsa yang lebih besar,” ucapnya. [ROL]

   
 
Acara Dibatalkan, UAS: Kalau Saya Marah Sekali, Umat Marah Tiga Kali
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:23

BEM SI Kembali Aksi, Jalan Menuju Istana Merdeka Ditutup
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:04

LAMR Berharap UAS Tetap Mengajar Sebagai Dosen Luar Biasa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:56

Jaksa Agung Resmikan Gedung Kejati Riau
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:52

DAK Rp 54 Miliar Hangus, Syamsuar Ancam Copot Kepala OPD Lamban
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:41

Polisi Inhil Tangkap Perampok Kapal Pembawa Sawit di Sungai Gaung
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:25

Polsek Kelayang Tangkap Pelaku Narkotika
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:21

Pembahasan RAPBD Siak Tahun 2020 Diharapkan Selesai Tepat Waktu
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:40

Segera Meluncur, Beginikah Wujud Toyota Yaris Baru?
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:34

Pakai Bra Berkawat Bisa Picu Kanker, Benar Gak Sih?
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:29

Hamil Sebelum Nikah, Puluhan ABG Ajukan Ini
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:20

Wajib Sertifikasi Halal Dimulai: Termasuk Pedagang Kaki Lima
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:52

Sah, Prabowo Resmi Nyatakan Gerindra Siap Masuk Kabinet
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:48

Ular Dapat Telan Makanan Lebih Besar dari Tubuhnya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:43

Sehari Sebelum Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Kok Moeldoko Malah Bubarkan KSP?
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:08

Polisi: Kerusuhan di Penajam Dipicu Pengeroyokan Warga Hingga Tewas
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:07

Usai Operasi Plastik, Perempuan di China Tak Bisa Tutup Mata
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:03

Khabib Nurmagomedov Mempertimbangkan Segera Pensiun, Alasannya Simpel
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:00

Gubernur Riau Khawatirkan Asap Karhutla Kiriman Tetangga, Begini Penjelasannya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:54

Pengunduran UAS Merupakan "Hak Vetonya"
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:50

80 Persen Listrik di Pekanbaru Kembali Pulih Pasca Padamnya 15 Travo
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:47

Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Indonesia Bisa Dipenjara
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:45

Sore dan Malam Nanti Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:42

Jokowi Pastikan Banyak Muka Baru Dalam Kabinet Kerja II
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com