Home
Soal LAMR Mau Kelola Blok Rokan, Ini Kata Pemprov Riau | DPRD Riau Minta Seleksi 4 Pejabat BRK Transparan | Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam | Gagasan Baru Di Pemerintahan Jokowi-Maruf Akan Sulit Jika Masih Ada Luhut Panjaitan | Sehari Jelang Pelantikan, PB HMI Keluarkan 9 Maklumat Untuk Presiden Jokowi | Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?
Minggu, 20 Oktober 2019
/ Nasional / 17:12:11 / Muhammadiyah Rumuskan Kalender Islam Global Berbasis Hisab /
Muhammadiyah Rumuskan Kalender Islam Global Berbasis Hisab
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:12:11 WIB

YOGYAKARTA – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Paham Hisab Muhammadiyah. Kalender Islam Global jadi fokus bahasan utama.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar, mengatakan salah satu amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tidak lain memperjuangkan kalender Islam global.

Dia menekankan, ini bukan ikhtiar yang pertama mengingat Majelis Tarjih sejak 2015 hampir setiap tahun melaksanakan halaqah paham hisab. Pada 2018, bahkan sudah mengundang organisasi-organisasi lain.

"Dari pengamatan kita memang pada tingkat ahli pun kalender ini belum dipahami secara maksimal," kata Syamsul di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).

Untuk itu, dia menuturkan Majelis Tarjih dan Tajdid berjuang agar bisa sosialisasikan kalender yang dianggap isu strategis keumatan pada Muktamar Makassar. 

Targetnya, memaksimalkan pemahaman lingkungan Muhammadiyah. Lalu, setelah empat kali pertemuan Konsolidasi Paham Hisab Muhammadiyah akan dikumpulkan pakar-pakar hisab di lingkungan Muhammadiyah.

"Bila kita semua sudah cukup memahami, kita akan dengan mudah menyampaikannya, kita tidak mungkin menyampaikan ke masyarakat luas tanpa kita terlebih dulu paham," ujar Syamsul. 

Dalam pertemuan tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah memberikan dua alternatif. Pertama, melakukan penyatuan lokal dengan menerima kalender lokal dengan kriteria 4+6,5 atau kriteria lain. 

Jika semua menerima kalender ini, semua umat Islam di Indonesia akan bersatu. Namun, tidak dapat mengajak masyarakat dunia lain untuk menerima kalender itu karena sifatnya lokal.

Artinya, hanya bisa diterapkan di Indonesia dan tidak masyarakat Muslim di tempat-tempat lain. Langkah ini dirasa tidak produktif dan tidak memiliki daya tawar ke luar.

Kedua, melakukan penyatuan global dengan menerima kalender atas kriteria-kriteria gloibal. Misalkan, kalender Turki 2016 atau kalender global lain.

“Jika masyarakat di Indonesia menerima kalender ini, kita dirasa akan bersatu secara lokal karena telah menerima kalender bersama. Pada saat yang sama, ada peluang mengajak bangsa lain,” kata Prof Syamsul, 

Menurut dia, alternatif kedua dirasa lebih fisibel karena bisa menyatukan secara lokal. Sekaligus, memberi peluang mengajak masyarakat dunia Musli lain untuk mengikuti dan memberi contoh persatuan. Bahkan, itu akan menjadi kontribusi masyarakat Muslim Indonesia kepada dunia Islam. Khususnya, dalam upaya-upaya penyatuan sistem tata waktu Islam.

[republika.co.id]

   
 
Acara Dibatalkan, UAS: Kalau Saya Marah Sekali, Umat Marah Tiga Kali
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:23

BEM SI Kembali Aksi, Jalan Menuju Istana Merdeka Ditutup
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:04

LAMR Berharap UAS Tetap Mengajar Sebagai Dosen Luar Biasa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:56

Jaksa Agung Resmikan Gedung Kejati Riau
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:52

DAK Rp 54 Miliar Hangus, Syamsuar Ancam Copot Kepala OPD Lamban
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:41

Polisi Inhil Tangkap Perampok Kapal Pembawa Sawit di Sungai Gaung
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:25

Polsek Kelayang Tangkap Pelaku Narkotika
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:21

Pembahasan RAPBD Siak Tahun 2020 Diharapkan Selesai Tepat Waktu
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:40

Segera Meluncur, Beginikah Wujud Toyota Yaris Baru?
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:34

Pakai Bra Berkawat Bisa Picu Kanker, Benar Gak Sih?
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:29

Hamil Sebelum Nikah, Puluhan ABG Ajukan Ini
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:20

Wajib Sertifikasi Halal Dimulai: Termasuk Pedagang Kaki Lima
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:52

Sah, Prabowo Resmi Nyatakan Gerindra Siap Masuk Kabinet
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:48

Ular Dapat Telan Makanan Lebih Besar dari Tubuhnya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:43

Sehari Sebelum Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Kok Moeldoko Malah Bubarkan KSP?
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:08

Polisi: Kerusuhan di Penajam Dipicu Pengeroyokan Warga Hingga Tewas
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:07

Usai Operasi Plastik, Perempuan di China Tak Bisa Tutup Mata
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:03

Khabib Nurmagomedov Mempertimbangkan Segera Pensiun, Alasannya Simpel
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:00

Gubernur Riau Khawatirkan Asap Karhutla Kiriman Tetangga, Begini Penjelasannya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:54

Pengunduran UAS Merupakan "Hak Vetonya"
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:50

80 Persen Listrik di Pekanbaru Kembali Pulih Pasca Padamnya 15 Travo
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:47

Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Indonesia Bisa Dipenjara
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:45

Sore dan Malam Nanti Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:42

Jokowi Pastikan Banyak Muka Baru Dalam Kabinet Kerja II
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com