Home
Ustaz Khalid Basalamah: Jangan Memukul Wajah Manusia | PUPR Revitalisasi Taman Patung Kuda | Jokowi: Kasus Novel Jangan Sedikit-sedikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa? | Polisi Serahkan 334 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Ke Kejaksaan | Rizal Ramli: Jangan Sampai Pimpinan KPK Didominasi Polisi, Bisa Coupe de Grace | Pemprov Riau Terus Kaji Porsi APBD-P
Jum'at, 19 Juli 2019
/ Nasional / 17:12:11 / Muhammadiyah Rumuskan Kalender Islam Global Berbasis Hisab /
Muhammadiyah Rumuskan Kalender Islam Global Berbasis Hisab
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:12:11 WIB

YOGYAKARTA – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Paham Hisab Muhammadiyah. Kalender Islam Global jadi fokus bahasan utama.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar, mengatakan salah satu amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tidak lain memperjuangkan kalender Islam global.

Dia menekankan, ini bukan ikhtiar yang pertama mengingat Majelis Tarjih sejak 2015 hampir setiap tahun melaksanakan halaqah paham hisab. Pada 2018, bahkan sudah mengundang organisasi-organisasi lain.

"Dari pengamatan kita memang pada tingkat ahli pun kalender ini belum dipahami secara maksimal," kata Syamsul di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).

Untuk itu, dia menuturkan Majelis Tarjih dan Tajdid berjuang agar bisa sosialisasikan kalender yang dianggap isu strategis keumatan pada Muktamar Makassar. 

Targetnya, memaksimalkan pemahaman lingkungan Muhammadiyah. Lalu, setelah empat kali pertemuan Konsolidasi Paham Hisab Muhammadiyah akan dikumpulkan pakar-pakar hisab di lingkungan Muhammadiyah.

"Bila kita semua sudah cukup memahami, kita akan dengan mudah menyampaikannya, kita tidak mungkin menyampaikan ke masyarakat luas tanpa kita terlebih dulu paham," ujar Syamsul. 

Dalam pertemuan tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah memberikan dua alternatif. Pertama, melakukan penyatuan lokal dengan menerima kalender lokal dengan kriteria 4+6,5 atau kriteria lain. 

Jika semua menerima kalender ini, semua umat Islam di Indonesia akan bersatu. Namun, tidak dapat mengajak masyarakat dunia lain untuk menerima kalender itu karena sifatnya lokal.

Artinya, hanya bisa diterapkan di Indonesia dan tidak masyarakat Muslim di tempat-tempat lain. Langkah ini dirasa tidak produktif dan tidak memiliki daya tawar ke luar.

Kedua, melakukan penyatuan global dengan menerima kalender atas kriteria-kriteria gloibal. Misalkan, kalender Turki 2016 atau kalender global lain.

“Jika masyarakat di Indonesia menerima kalender ini, kita dirasa akan bersatu secara lokal karena telah menerima kalender bersama. Pada saat yang sama, ada peluang mengajak bangsa lain,” kata Prof Syamsul, 

Menurut dia, alternatif kedua dirasa lebih fisibel karena bisa menyatukan secara lokal. Sekaligus, memberi peluang mengajak masyarakat dunia Musli lain untuk mengikuti dan memberi contoh persatuan. Bahkan, itu akan menjadi kontribusi masyarakat Muslim Indonesia kepada dunia Islam. Khususnya, dalam upaya-upaya penyatuan sistem tata waktu Islam.

[republika.co.id]

   
 
62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:05

Lantik 11 Pejabat Penghulu Mempura-Dayun,
Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:03

Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:00

Sedih, Ikan Pari Raksasa Ini Hampiri Penyelam dan Minta Pertolongan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:53

Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel!
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:49

Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45

Pemegang Saham Minta Pemprov Riau Batalkan Pansel Dirut BRK
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:17

Jelang Munas, Golkar Riau Diminta Solid
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:11

1.269 Mahasiswa Lolos Jalur PBUD-PBM di Unri
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:04

Pernak Pernik Perayaan HUT RI Mulai Dijajakan di Pekanbaru
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:01

Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini Turun Rp11,61 Persen
Kamis, 18 Juli 2019 - 11:59

Akhir Juli Ranperda RPJMD Riau 2019-2024 Ketok Palu
Kamis, 18 Juli 2019 - 11:58

Media Diminta Jadi Mitra Pemko Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:46

Merapat Ke Jokowi, Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:39

Selain Kursi Menteri, Pasti Ada Deal Yang Fantastis Antara Prabowo Dan Jokowi
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:37

Minyak Serai, Produk Tradisional Khas Pedalaman Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:29

Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Dituntut Jaksa 8 Bulan Penjara
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:12

Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:07

Wagubri Apresiasi Pembangunan Bidang Keagamaan Negeri Istana
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:04

Sempena Pembukaan MTQ Kabupaten, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:00

Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Masyarakat Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57

Kepala Bappeda Inhu Kumpulkan Lurah se-Inhu di Kelayang, Ada Apa?
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:55

Jarak Terlalu Jauh, Dishub akan Tinjau Ulang U-Turn Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:04

Luhut Nilai Abrasi Riau tak Pengaruhi Perbatasan Wilayah Kedaulatan dengan Malaysia
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com