Home
Ustaz Khalid Basalamah: Jangan Memukul Wajah Manusia | PUPR Revitalisasi Taman Patung Kuda | Jokowi: Kasus Novel Jangan Sedikit-sedikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa? | Polisi Serahkan 334 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Ke Kejaksaan | Rizal Ramli: Jangan Sampai Pimpinan KPK Didominasi Polisi, Bisa Coupe de Grace | Pemprov Riau Terus Kaji Porsi APBD-P
Jum'at, 19 Juli 2019
/ Nasional / 17:43:11 / Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Berkumpulnya Kaum Oligarki /
Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Berkumpulnya Kaum Oligarki
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:43:11 WIB

JAKARTA - JIKA kita membaca situasi politik nasional dalam proses rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, situasi ini merupakan kegagalan demokrasi di Indonesia.

"Democracy is dead", inilah keadaan di Indonesia hari ini. Demokrasi dalam konteks keputusan-keputusan publik mengarah menjadi keputusan kaum oligarki.

Keputusan publik dalam sebuah tatanan politik demokrasi, substansinya adalah sebuah keputusan yang tidak terpisahkan dari keputusan rakyat banyak.

Rekonsiliasi menjadi aneh, ketika Jokowi dianggap gagal dalam mendapatkan legitimasi, lalu Prabowo justru memberikan legitimasi yang sebenarnya adalah milik rakyat.

Dalam sidang terbuka Mahkamah Konstitusi, rakyat sudah dipertontonkan tontonan vulgar dari kecurangan pilpres yang dibongkar tim pembela hukum beserta para saksi dan ahli dari BPN.

Bukan itu saja, dalam proses pilpres-nya pun kecurangan Jokowi disaksikan oleh mata telanjang jutaan rakyat Indonesia.

Meskipun pada akhirnya proses penghitungan dan gugatan Pilpres 2019 diputuskan dalam legalitas kelembagaan minus legitimasi riil, namun Prabowo justru melegitimasi sepihak jika dirinya memilih untuk rekonsiliasi.

Apa artinya hak rakyat, kedaulatan rakyat dan legitimasi rakyat dalam sistem demokrasi, jika Prabowo mau dijadikan pendamping seperti dalam proses tender yang dikondisikan.

Apakah Prabowo sadar atau memang sengaja bersandiwara, sehingga rakyat kembali dijadikan alas kaki untuk pesta kaum oligarki. Ini pertanyaan yang harus dijawab oleh Prabowo sendiri.

Karena jadi atau tidaknya rekonsiliasi, rakyat hari ini telah sadar bahwa apa yang dikorbankan dari jiwa, raga, harta hingga nyawa merupakan harga mahal yang harus dibayar rakyat untuk demokrasi imitasi di Indonesia saat ini. Tentu situasi ini berpotensi menghasilkan gejolak besar terus menerus, jika Prabowo membuat keputusan yang salah.

Karena Prabowo dapat dicap sebagai provokator yang tidak bertanggung jawab, ketika membakar rakyat melalui pidato penolakan hasil penghitungan KPU. Pada saat itu sama artinya Prabowo ingin menegakkan kebenaran tapi kemudian membiarkan kesesatan. [RMOL]

   
 
62 Dewan Hakim MTQ di Kukuhkan Bupati Alfedri
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:05

Lantik 11 Pejabat Penghulu Mempura-Dayun,
Alfedri Mohon Dukungan Hijrahkan Koperasi ke Sistem Syariah
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:03

Bupati Alfedri Berharap Kesadaran Berzakat dan Gerakan Subuh Berjamaah Meningkat
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:00

Sedih, Ikan Pari Raksasa Ini Hampiri Penyelam dan Minta Pertolongan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:53

Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel!
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:49

Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45

Pemegang Saham Minta Pemprov Riau Batalkan Pansel Dirut BRK
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:17

Jelang Munas, Golkar Riau Diminta Solid
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:11

1.269 Mahasiswa Lolos Jalur PBUD-PBM di Unri
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:04

Pernak Pernik Perayaan HUT RI Mulai Dijajakan di Pekanbaru
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:01

Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini Turun Rp11,61 Persen
Kamis, 18 Juli 2019 - 11:59

Akhir Juli Ranperda RPJMD Riau 2019-2024 Ketok Palu
Kamis, 18 Juli 2019 - 11:58

Media Diminta Jadi Mitra Pemko Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:46

Merapat Ke Jokowi, Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:39

Selain Kursi Menteri, Pasti Ada Deal Yang Fantastis Antara Prabowo Dan Jokowi
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:37

Minyak Serai, Produk Tradisional Khas Pedalaman Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:29

Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Dituntut Jaksa 8 Bulan Penjara
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:12

Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:07

Wagubri Apresiasi Pembangunan Bidang Keagamaan Negeri Istana
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:04

Sempena Pembukaan MTQ Kabupaten, Bupati Alfedri Sampaikan Kemajuan Perolehan Zakat
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:00

Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Masyarakat Riau
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57

Kepala Bappeda Inhu Kumpulkan Lurah se-Inhu di Kelayang, Ada Apa?
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:55

Jarak Terlalu Jauh, Dishub akan Tinjau Ulang U-Turn Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:04

Luhut Nilai Abrasi Riau tak Pengaruhi Perbatasan Wilayah Kedaulatan dengan Malaysia
Rabu, 17 Juli 2019 - 08:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com