Home
Luruskan Soal Sertifikasi Majelis Taklim, Begini Kata Menag Fachrul Razi | Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Bakal Ditambah Jadi 120 cm | 37.265 Warga Pekanbaru Belum Rekam e-KTP | Ditemukan Jejak Harimau, BBKSDA Turunkan Tim | BPBD Riau Siapkan Alat Evakuasi Banjir di Titik-titik Rawan | Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
Kamis, 12 Desember 2019
/ Peristiwa / 12:45:51 / Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan /
Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45:51 WIB

JAKARTA - Menurut pernyataan di laman resminya, Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyebutkan Indonesia sebagai negara tujuan para pelaku penipuan bermodus industri dunia hiburan.

Setidaknya FBI meyakini modus penipuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2013 silam. FBI pun menghimbau kepada para warga negara Amerika yang pernah tertipu untuk segera melaporkan diri.

"FBI sedang mencari korban yang mungkin telah melakukan perjalanan ke Indonesia antara tahun 2013 hingga sekarang untuk mengejar tawaran pekerjaan palsu dari orang-orang yang mengaku sebagai profesional industri hiburan terkenal," begitu bunyi pernyataan resmi FBI.

Menanggapi ini, kepada DW Indonesia, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan saat ini Polri belum menerima adanya laporan terkait kasus tersebut.

"Ya menunggu korban dulu tentang peristiwa tersebut," ujar Dedi singkat saat dihubungi DW Indonesia. Ia juga menyatakan Polri siap menjalin komunikasi dengan FBI untuk membantu mengungkap dalang penipuan ini.

Sejauh ini modusnya diketahui selalu sama, seseorang yang mengaku sebagai produser eksekutif industri hiburan Hollywood melakukan panggilan telepon, mengirimkan pesan singkat, atau mengirim email berisikan tawaran pekerjaan yang menarik di Indonesia, khususnya di Jakarta. Mereka yang diketahui menerima tawaran ini adalah sejumlah fotografer, penulis, pemeran pengganti, perwakilan keamanan, dan lain semacamnya.

Mereka yang percaya akhirnya terbang ke Indonesia dengan menggunakan biaya pribadi terlebih dahulu, diiming-imingi oleh pelaku bahwa akan mengganti biaya perjalan mereka. Setibanya di Indonesia, mereka dijemput oleh salah seorang supir yang mengaku dari pihak manajemen, dan meminta sejumlah uang dalam bentuk dollar dengan jumlah yang besar.

"Para korban diyakinkan untuk terus memberikan sejumlah uang dalam mata uang A.S. hingga perjalanan selesai atau hingga mereka menyadari bahwa mereka adalah korban penipuan. Para korban tidak mendapat penggantian untuk biaya perjalanan, uang yang diberikan kepada sang supir, atau biaya pelayanan selama di Indonesia," lanjut bunyi pernyataan resmi FBI.

Untuk membuat korban - korbannya terjerat tipu daya, para oknum berani mencatut nama-nama beken profesional Hollywood seperti Presiden Lucasfilm, Kathleen Kennedy; Produser Marvel, Victoria Alonso; Mantan Direktur Sony Pictures, Amy Pascal; pengusaha sekaligus produser film, Wendi Deng Murdoch; hingga casting director, Sarah Finn.

Agen khusus FBI yang menangani kasus ini, Todd Hemmen, dalam sebuah pernyataan mengatakan para pelaku merupakan orang yang profesional.

"Para pelaku tampaknya melakukan pekerjaannya dengan sangat teliti, baik dengan memeriksa latar belakang identitas fiktif mereka, sehingga mengetahui banyak hal tentang individu yang mereka catut, hingga memeriksa secara menyeluruh pekerjaan yang dilakukan para korban," jelas Todd.

FBI sendiri tidak menyebutkan secara pasti jumlah korban ataupun kerugian yang diakibatkan skema penipuan ini. Namun sebuah firma investigasi K2, yang mengaku mengikuti perkembangan kasus ini, telah meminta keterangan kepada sekitar 100 orang korban. Setidaknya para korban mengalami kerugian sebesar US$ 3.000 untuk biaya perjalanan dan akomodasi selama di Indonesia.

[Detik.com]

   
 
SBY: Infrastruktur Lebih Besar Dari Anggaran Sosial, Ini Tidak Adil
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:10

Babe Haikal: Kasus Gus Muwafiq Membesar Karena Santrinya Sibuk Cari Dalil Pembenaran
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:08

40 Rumah dan 80 KK Terdampak Banjir di Pelalawan
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:49

Pembangunan Pasar Induk Molor, PT Agung Rafa Bonai Minta Tambah Waktu Lagi
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:45

Gubri Tetapkan Januari 2020 Riau Siaga Darurat Karhutla
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:39

Duka Para Honorer, Sulit Jadi PNS Karena Hal Ini
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:31

Nadiem Makarim Rencanakan Hapus UN, Komisi X Jadwalkan Rapat Bersama
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:26

EMP Bentu Ltd Pasok Gas Riau 82 Juta Kaki Kubik Perhari
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:47

Barang Bukti Narkoba Mantan Polisi Dimusnahkan di Polres Inhu
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:42

Kevine' Pengusaha Milenial Ajak Generasimuda Siap Hadapi Perdagangan Global 2020
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:38

Pemkab Siak Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM,
Sekolah Bakal Digandeng Wariskan Nilai-nilai HAM Pada Generasi Masa Depan
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:23

Camat Rakitkulim Himbau Warganya Waspada Banjir
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:19

Ini 5 Negara Tujuan Ekspor Non migas Riau, Tiongkok Nomor Satu
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:14

Syukurlah, Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Kembali Naik
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:11

Tinggi Bukaan Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang Ditambah Jadi 100 Cm
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:14

Kadis Kominfotik Bengkalis Tegaskan Kerjasama Publikasi Harus dengan Media Pers Bukan Medsos
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:10

Jumlah Kopi yang Disarankan Diminum per Hari
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:05

Perpindahan Materi Khilafah Dikritik
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:01

Tiba Di Pengadilan Internasional, Aung San Suu Kyi Akan Disidang Terkait Genosida Muslim Rohingya
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:42

Curah Hujan Meningkat, Tiga Kabupaten di Riau Rawan Banjir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:39

Penelitian: Setahun Jelang Pilkada, Tren Kebakaran Hutan dan Lahan Cenderung Naik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:37

Mahfud MD Sebut Tak Ada Pelanggaran HAM Saat Kerusuhan Papua
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:32

West Java International Coffee Festival 2019
Lahirkan Kerjasama Kawasan Edukasi dan Agrowisata Kopi dengan Investor Korea
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:23

Tim Revitalisasi Budaya Kabupaten Serdang Bedagai Kunker Ke Siak
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:15

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com