Home
Terkendala Lahan HTI, Progres Tol Pekanbaru-Dumai Seksi II Baru 57 Persen | Swasta Diimbau Ikut Padamkan Karhutla | Semarakkan HUT RI Dengan Senam Sehat, Pj Kades Ajak Warga Merajut Semangat Juang | Matrix 4 Siap Digarap, Keanu Reeves Kembali Jadi Bintangnya | Daripada Pindahkan Ibukota, Pemerintah Diminta Kembali Tegakkan Pasal 33 UUD 45 | Hilang Saat Mencari Udang, Seorang Wanita di Inhil Didiuga Diterkam Buaya
Kamis, 22 08 2019
/ Peristiwa / 12:45:51 / Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan /
Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:45:51 WIB

JAKARTA - Menurut pernyataan di laman resminya, Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyebutkan Indonesia sebagai negara tujuan para pelaku penipuan bermodus industri dunia hiburan.

Setidaknya FBI meyakini modus penipuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2013 silam. FBI pun menghimbau kepada para warga negara Amerika yang pernah tertipu untuk segera melaporkan diri.

"FBI sedang mencari korban yang mungkin telah melakukan perjalanan ke Indonesia antara tahun 2013 hingga sekarang untuk mengejar tawaran pekerjaan palsu dari orang-orang yang mengaku sebagai profesional industri hiburan terkenal," begitu bunyi pernyataan resmi FBI.

Menanggapi ini, kepada DW Indonesia, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan saat ini Polri belum menerima adanya laporan terkait kasus tersebut.

"Ya menunggu korban dulu tentang peristiwa tersebut," ujar Dedi singkat saat dihubungi DW Indonesia. Ia juga menyatakan Polri siap menjalin komunikasi dengan FBI untuk membantu mengungkap dalang penipuan ini.

Sejauh ini modusnya diketahui selalu sama, seseorang yang mengaku sebagai produser eksekutif industri hiburan Hollywood melakukan panggilan telepon, mengirimkan pesan singkat, atau mengirim email berisikan tawaran pekerjaan yang menarik di Indonesia, khususnya di Jakarta. Mereka yang diketahui menerima tawaran ini adalah sejumlah fotografer, penulis, pemeran pengganti, perwakilan keamanan, dan lain semacamnya.

Mereka yang percaya akhirnya terbang ke Indonesia dengan menggunakan biaya pribadi terlebih dahulu, diiming-imingi oleh pelaku bahwa akan mengganti biaya perjalan mereka. Setibanya di Indonesia, mereka dijemput oleh salah seorang supir yang mengaku dari pihak manajemen, dan meminta sejumlah uang dalam bentuk dollar dengan jumlah yang besar.

"Para korban diyakinkan untuk terus memberikan sejumlah uang dalam mata uang A.S. hingga perjalanan selesai atau hingga mereka menyadari bahwa mereka adalah korban penipuan. Para korban tidak mendapat penggantian untuk biaya perjalanan, uang yang diberikan kepada sang supir, atau biaya pelayanan selama di Indonesia," lanjut bunyi pernyataan resmi FBI.

Untuk membuat korban - korbannya terjerat tipu daya, para oknum berani mencatut nama-nama beken profesional Hollywood seperti Presiden Lucasfilm, Kathleen Kennedy; Produser Marvel, Victoria Alonso; Mantan Direktur Sony Pictures, Amy Pascal; pengusaha sekaligus produser film, Wendi Deng Murdoch; hingga casting director, Sarah Finn.

Agen khusus FBI yang menangani kasus ini, Todd Hemmen, dalam sebuah pernyataan mengatakan para pelaku merupakan orang yang profesional.

"Para pelaku tampaknya melakukan pekerjaannya dengan sangat teliti, baik dengan memeriksa latar belakang identitas fiktif mereka, sehingga mengetahui banyak hal tentang individu yang mereka catut, hingga memeriksa secara menyeluruh pekerjaan yang dilakukan para korban," jelas Todd.

FBI sendiri tidak menyebutkan secara pasti jumlah korban ataupun kerugian yang diakibatkan skema penipuan ini. Namun sebuah firma investigasi K2, yang mengaku mengikuti perkembangan kasus ini, telah meminta keterangan kepada sekitar 100 orang korban. Setidaknya para korban mengalami kerugian sebesar US$ 3.000 untuk biaya perjalanan dan akomodasi selama di Indonesia.

[Detik.com]

   
 
Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:47

Pria Ini Kantongi Rp 21 Triliun dari Bisnis Camilan Sehat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:36

Kisah Mahasiswa Papua di Jakarta: Kami Naik Angkot, Orang Tutup Hidung
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:55

Polisi Pastikan Akan Periksa Hotman Paris Hutapea Dalam Kasus Dugaan Pornografi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:44

Lukman Edy dan Karding Tak Diundang Muktamar PKB: Buntut Soal Cawapres
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:35

Sumber Air Kering, BPBD Meranti Terpaksa Pakai Air Laut Padamkan Karhutla di Desa Insit
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:26

Kapasitas Mesin Kecil, Kenapa Motor Dituding Biang Polusi?
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:12

Ketika Ilmuwan Muslim Termotivasi Menciptakan Jam
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:46

Bandel, Kendaraan yang Parkir Sembarangan Digembosi Dishub Pekanbaru
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:28

Waduh, Jarak Pandang di Pelalawan Riau Turun Menjadi 1,5 Km Akibat Asap
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:04

Kabut Asap Semakin Pekat, Jarak Pandang di Pekanbaru Menurun
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:29

Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:23

Kartu Prakerja Jokowi Berpotensi Berantakan, Begini Bacaan Pengamat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:20

Titik Api Meningkat, Karhutla Kembali Marak di Riau
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:56

Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53

Tanggapi Kerusuhan Papua, Prabowo Keluarkan Perintah Ke Fraksi Gerindra
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:48

Di Usia 94 Tahun, Mahathir Mohamad Bersepeda 11 KM
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:46

Disdik Pekanbaru Izinkan Siswa Rentan Sakit Libur Sekolah karena Asap
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43

RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:38

Dr Chaidir Terpilih Jadi Ketua FKMR Riau
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:35

Kapolsek Kelayang Irup Penurunan Bendera HUT ke-74 RI
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:59

Hendrisan launching CFD di Kecamatan Sabak Auh
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:53

Partai PKS Inhu Ajak Kader dan Masyarakat Upacara HUT RI ke-74 di Kantor Sekretariat
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:50

260 Titik Panas Tersebar di Wilayah Sumatera, Riau 57 Titik
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:47

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com