Home
Terkendala Lahan HTI, Progres Tol Pekanbaru-Dumai Seksi II Baru 57 Persen | Swasta Diimbau Ikut Padamkan Karhutla | Semarakkan HUT RI Dengan Senam Sehat, Pj Kades Ajak Warga Merajut Semangat Juang | Matrix 4 Siap Digarap, Keanu Reeves Kembali Jadi Bintangnya | Daripada Pindahkan Ibukota, Pemerintah Diminta Kembali Tegakkan Pasal 33 UUD 45 | Hilang Saat Mencari Udang, Seorang Wanita di Inhil Didiuga Diterkam Buaya
Kamis, 22 08 2019
/ Ekbis / 12:49:27 / Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel! /
Tolak Program Umrah Digital, ASITA Riau: Ini Ancaman Bagi Pengusaha Travel!
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:49:27 WIB

PEKANBARU - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau dengan tegas menolak program kebijakan pemerintah yang akan melakukan kerjasama program umrah digital. Program ini sudah termaktub dalam MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua ASITA Riau, Dede Firmansyah, kepada CAKAPLAH.com, Kamis (18/7/2019). Ia mengatakan, kebijakan pemerintah diyakini akan merugikan banyak pihak, terutama para pengusaha travel umrah.

"Perjanjian kerjasama umrah digital ini merupakan bentuk sikap dari pemerintah yang enggan merangkul para pengusaha biro perjalanan umrah Tanah Air," ujar Dede.

Padahal menurutnya pemerintah harusnya merangkul dan bekerjasama dengan Perusahaan Biro Perjalanan Tanah Air serta memperhatikannya, bukan malah memperbesar usaha yang sudah besar.

"Ini tidak. Tentu kami menolak dengan tegas," ungkapnya.

Disampaikan Dede lagi, ada 2 unicon yang akan menggarap umrah digital, yakni Tokopedia dan Traveloka. Sementara dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 disebutkan secara jelas bahwa penyelenggaraan Umrah dan Haji adalah warga Negara Indonesia yang beragama Islam.

"Pangsa pasar 4 juta jemaah umrah yang sebelumnya dikelola sekitar 3.000 perusahaan, sangat memungkinkan akan dimonopoli oleh 2 unicon tersebut. Dimana para investornya didominasi oleh pihak-pihak asing dan belum tentu muslim. Hal ini tentu bertentangan dengan dasar hukum yang telah ada, khususnya Undang-Undang tentang umrah," tegasnya.

Menurut Dede, program umrah digital sejatinya merupakan ancaman nyata bagi perusahan biro perjalanan wisata wabilkhusus yang konsen pada perjalanan umrah. Meski program tersebut hingga saat ini belum diterapkan.

Dia menuturkan, hal seperti ini tidak jauh berbeda dengan pemerintah membuka akses kepada perusahan star up di sektor perjalanan wisata yang membuat banyak perusahaan biro perjalanan wisata di tanah air harus gulung tikar. Kondisi yang sama sangat mungkin terjadi pada perusahaan biro perjalanan umrah.

"Bagaimana mungkin kita bisa menjalankan usaha kalau semuanya diambil alih oleh pemerintah," pungkasnya. (CAKAPLAH)

   
 
Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:47

Pria Ini Kantongi Rp 21 Triliun dari Bisnis Camilan Sehat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:36

Kisah Mahasiswa Papua di Jakarta: Kami Naik Angkot, Orang Tutup Hidung
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:55

Polisi Pastikan Akan Periksa Hotman Paris Hutapea Dalam Kasus Dugaan Pornografi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:44

Lukman Edy dan Karding Tak Diundang Muktamar PKB: Buntut Soal Cawapres
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:35

Sumber Air Kering, BPBD Meranti Terpaksa Pakai Air Laut Padamkan Karhutla di Desa Insit
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:26

Kapasitas Mesin Kecil, Kenapa Motor Dituding Biang Polusi?
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:12

Ketika Ilmuwan Muslim Termotivasi Menciptakan Jam
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:46

Bandel, Kendaraan yang Parkir Sembarangan Digembosi Dishub Pekanbaru
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:28

Waduh, Jarak Pandang di Pelalawan Riau Turun Menjadi 1,5 Km Akibat Asap
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:04

Kabut Asap Semakin Pekat, Jarak Pandang di Pekanbaru Menurun
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:29

Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:23

Kartu Prakerja Jokowi Berpotensi Berantakan, Begini Bacaan Pengamat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:20

Titik Api Meningkat, Karhutla Kembali Marak di Riau
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:56

Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53

Tanggapi Kerusuhan Papua, Prabowo Keluarkan Perintah Ke Fraksi Gerindra
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:48

Di Usia 94 Tahun, Mahathir Mohamad Bersepeda 11 KM
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:46

Disdik Pekanbaru Izinkan Siswa Rentan Sakit Libur Sekolah karena Asap
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43

RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:38

Dr Chaidir Terpilih Jadi Ketua FKMR Riau
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:35

Kapolsek Kelayang Irup Penurunan Bendera HUT ke-74 RI
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:59

Hendrisan launching CFD di Kecamatan Sabak Auh
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:53

Partai PKS Inhu Ajak Kader dan Masyarakat Upacara HUT RI ke-74 di Kantor Sekretariat
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:50

260 Titik Panas Tersebar di Wilayah Sumatera, Riau 57 Titik
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:47

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com