Home
Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari | Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat | 30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko | Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja | Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet | Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020
/ Nasional / 11:51:50 / MUI: Bendera Tauhid Tak Identik dengan HTI, Sudah Ada Sejak Dulu /
MUI: Bendera Tauhid Tak Identik dengan HTI, Sudah Ada Sejak Dulu
Kamis, 08 Agustus 2019 - 11:51:50 WIB

JAKARTA - Tak hanya soal statusnya yang blasteran, taruna Akmil Enzo Zenz Allie juga menyita perhatian publik lewat fotonya di media sosial. Dalam foto yang viral itu, Enzo terlihat membawa sebuah bendera bertuliskan kalimat Tauhid.

Akibatnya, sejumlah pihak lantas meragukan ideologi Pancasila yang seharusnya menjadi pegangan utama anggota TNI. Apalagi, banyak pihak yang mengidentikkan bendera Tauhid tersebut dengan paham khilafah dan ormas HTI yang sudah dibubarkan.

"Saya rasa tidak ada yang salah, kalau ada orang membawa bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid. Siapa bilang itu bendera HTI? Jauh dan ratusan tahun sebelum HTI ada, bendera itu sudah ada," tegas Sekjen MUI Anwar Abbas kepada kumparan, Kamis (8/8).

Sehingga, ia menilai, tidak tepat jika bendera Tauhid itu diidentikkan dengan HTI, apalagi sampai muncul larangan menggunakannya. Apalagi, menurutnya, menggeneralisir suatu hal bisa berbahaya bagi persatuan bangsa.
"Nanti kalau ada orang melakukan suatu kesalahan, dan si pelakunya pakai blangkon misalnya, lalu setiap orang kemudian dilarang pakai blangkon. Ya cara-cara seperti ini jelas tidak benar," ucapnya.

Untuk itu, Anwar berharap, pemerintah dan masyarakat seharusnya paham bahwa bendera Tauhid sudah ada sejak abad ke-14 silam. Selain itu, kalimat Tauhid adalah kalimat yang dihormati oleh seluruh umat Islam dari dulu hingga saat ini.

"Lalu, kalau hari ini ada kelompok yang dinilai sikap dan pandangannya oleh pemerintah, dianggap bertentangan dengan falsafah, dan ideologi bangsa yang ada, maka falsafah dan ideologinya saja yang dipersoalkan, jangan simbol-simbol yang telah menjadi simbol umat Islam di seluruh dunia itu yang dipersoalkan karena dipakai oleh kelompok tersebut," ucap Anwar.

Sementara itu, dosen Jinayah Siyasah UIN Jakarta M Nurul Irfan menilai saat pemerintah menetapkan HTI sebagai organisasi terlarang, seharusnya segala atribut yang berhubungan dengan HTI juga ikut dilarang.
 
"Jadi itu kan memang sudah jelas HTI terlarang di Indonesia. Itu kaidah hukum Islamnya itu yang mengikut ya ikut. Artinya HTI dilarang, dan yang  ikut HTI adalah terlarang, lambangnya seperti itu ketika mengibarkannya itu terlarang," kata Irfan saat dihubungi kumparan, Rabu (7/8).

Meski dalam bendera tersebut terdapat kalimat tauhid, Irfan mengatakan, anjuran agama yang benar adalah memperbanyak pengucapannya serta mempraktikkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

"Dalam anjuran agama bukan mengibarkan benderanya, tapi memperbanyak kalimat tauhidnya itu. Memperbanyak kalimat 'lailahaillallah' itu enggak ada masalah. Yang paling baik dihindari, jangan sampai melakukan kegiatan yang  justru menimbulkan mudharat," jelas Irfan.

"Diminta oleh ulil amri, ulil amri itu menyatakan itu terlarang, lalu yang terkait soal itu (bendera) ya terlarang," pungkasnya. [KUMPARAN]

   
 
Jajaran Polda Riau Komit Cegah dan Tangani Karhutla 2020
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:46

India Tertarik Bangun Pabrik CPO di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:42

Pilkada Bengkalis 2020, ASN Dituntut Netral
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:38

Kampar Dapat 283 RLH di APBD Riau 2020
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:34

16 Titik Panas Terdeteksi di Bengkalis
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:32

Fitra Riau Sorot Pembangunan Perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:40

Gudang Farmasi RSUD Arifin Achmad Terbakar
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:37

Masuk Nominasi Adipura Kencana 2019, Alfedri Exspos di Depan Dewan Pertimbangan Adipura
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:34

Disprindag Dan Dinas Pasar Permudah Masyarakat Pantau Harga Sembako Melalui Website Sikompang
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:29

Suap Revisi Alih Fungsi Lahan Riau Bikin Zulhas Dipanggil KPK
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:35

Online Learning Makin Marak, Perguruan Tinggi Diminta Lebih Adaptif
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:29

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Jadi Rp2.229,41/Kg
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:19

Seleksi Komisaris Utama BRK Tuntas, Besok Akan Dilaksanakan RUPS
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:16

Dukung Siak Hijau, Pemkab Gelar Rapat Formulasi Tim dan Kerangka Daya Saing Daerah
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:13

Hujan Berpotensi Guyur Riau Hari Ini, 7 Hotspot Masih Terpantau
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:08

Karhutla Riau Jerat Sembilan Tersangka
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:57

Tahun Ini USBN Ditiadakan, Penilaian Siswa Masing-masing Sekolah
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:54

1 Februari, Bayar Parkir Bandara Wajib Nontunai
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:49

Jokowi Sebut Sandiaga Presiden 2024, Pengamat: Kalau Pidato Di Tempat Lain Kan Beda Lagi
Kamis, 16 Januari 2020 - 09:00

Warga Gempar, Kerangka Misterius Ditemukan di Rumah Kosong dengan Posisi Duduk
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:32

18 Prodi UIR Raih Premier Akreditasi International ASIC
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:17

Duh! Harga Elpiji 3 Kg Bakal Naik Jadi Rp 35.000 per Tabung
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:01

Polisi Selidiki Proyek Pengadaan Pompa Air di Bengkalis
Kamis, 16 Januari 2020 - 07:59

Habiskan Rp 12 Miliar dalam 3 Bulan, Model Seksi Ceraikan Suami Bangkrut
Kamis, 16 Januari 2020 - 07:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com