Home
Terkendala Lahan HTI, Progres Tol Pekanbaru-Dumai Seksi II Baru 57 Persen | Swasta Diimbau Ikut Padamkan Karhutla | Semarakkan HUT RI Dengan Senam Sehat, Pj Kades Ajak Warga Merajut Semangat Juang | Matrix 4 Siap Digarap, Keanu Reeves Kembali Jadi Bintangnya | Daripada Pindahkan Ibukota, Pemerintah Diminta Kembali Tegakkan Pasal 33 UUD 45 | Hilang Saat Mencari Udang, Seorang Wanita di Inhil Didiuga Diterkam Buaya
Kamis, 22 08 2019
/ Ekbis / 14:03:14 / Upaya Indonesia Agar CPO Bisa Diterima di Pasar Global /
Upaya Indonesia Agar CPO Bisa Diterima di Pasar Global
Kamis, 08 Agustus 2019 - 14:03:14 WIB

JAKARTA - Ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia ke Uni Eropa saat ini menghadapi tantangn. Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai perwakilan Indonesia dalam mengurus hambatan teknis perdagangan atau technical barriers to trade (TBT) terus berupaya agar CPO Indonesia dapat diterima pasar global.

Sejak 2018 kemarin hingga kini, pemerintah Indonesia telah memperjuangkan CPO terhadap kebijakan diskriminatif Uni Eropa di forum TBT Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organisation (WTO). Seperti diketahui, Uni Eropa telah mendiskriminasi produk CPO dari luar Uni Eropa dengan produk vegetable oil lainnya yang berasal dari negaranya sebagai bahan baku biofuel.

"Kami akan terus menyampaikan concern dan keberatan atas kebijakan tersebut dan menekan Uni Eropa untuk memenuhi ketentuan dalam TBT WTO, agar produk CPO dari Indonesia dapat menembus pasar Uni Eropa,” ujar Kepala BSN Bambang Prasetya saat membuka Workshop Pemanfaatan TBT WTO Agreement dalam Menembus Pasar Perdagangan Global bagi Industri di Menara Kadin, sebagaimana dalam keterangan pers yang diterima Republika, Kamis (8/8).

Perjanjian TBT, kata dia, mengatur setiap anggota WTO untuk memenuhi prinsip-prinsip nondisksriminasi, ekuivalensi, harmonisasi dengan standar internasional, transparansi, dan saling pengakuan antara lain melalui penggunaan Mutual Recognition Arrangement (MRA) atau Multilateral Arrangement (MLA).

Sebagai pemenuhan prinsip transparansi, setiap negara anggota WTO berkewajiban untuk membentuk suatu Notification Body (NB) dan Enquiry Point (EP), yaitu suatu institusi yang berperan untuk menangani penyampaian rancangan peraturan teknis ke sekretariat TBT WTO. Selain itu mereka juga diwajibkan menjawab semua pertanyaan baik dari anggota WTO maupun masyarakat luas mengenai standar, regulasi teknis, dan prosedur penilaian kesesuaian.

“BSN telah diamanatkan menjadi EP dan NB untuk penerapan Perjanjian TBT WTO di Indonesia. Perjanjian TBT WTO ini harus dimanfaatkan sebesar besarnya oleh para pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor ke anggota WTO lainnya,” kata Bambang.

Menurut dia, pemenuhan terhadap regulasi negara tujuan menjadi sangat penting dalam meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar global. Perjanjian TBT WTO memberikan kesempatan bagi anggota WTO untuk melakukan perdagangan secara adil dan transparan.

Untuk mencapai hal tersebut, kata dia, setiap negara diharuskan untuk melaksanakan pemenuhan kewajiban terhadap perjanjian khususnya terkait prinsip non diskriminasi dan transparansi terhadap pemberlakuan standar dan penilaian kesesuaian.

Dalam rangka peningkatan daya saing produk Indonesia yang dilakukan melalui perjanjian baik bilateral, regional, dan multilateral, dia menilai diperlukan partisipasi aktif dalam pemenuhan kewajiban terhadap perjanjian tersebut, khususnya terkait standar dan penilaian kesesuaian. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi para stakeholder dalam mencapai tujuan kepentingan nasional.

Partisipasi aktif dalam pembahasan perjanjian kesepakatan pun, menurut dia baik bilateral, regional, serta multilateral diperlukan untuk memastikan kepentingan nasional terakomodasi.

"Sebagai contoh, Indonesia melalui BSN-KAN telah melakukan kerjasama dengan UAE (Uni Emirat Arab) dalam memfasilitasi eksportir untuk keberterimaan sertifikat halal. Sekarang ekspor produk halal kita ke UAE sudah lancar, karena kini mereka menerima sertifikat halal dari lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi KAN,” kata Bambang.

Bambang pun berharap para pelaku usaha dapat pro aktif dalam memberikan informasi terkait permasalahan yang dihadapi dalam melakukan perdagangan internasional. Sehingga ke depannya perdagangan dapat diperjuangkan oleh BSN melalui sekretariat TBT WTO.

“Setiap anggota WTO berhak memberikan tanggapan, klarifikasi serta keberatan terhadap regulasi yang diberlakukan oleh anggota WTO lain. Kepatuhan terhadap perjanjian internasional akan mengurangi concern dan menghindari dispute dalam perdagangan internasional yang akan merugikan negara,” kata dia.

Bambang menilai, partisipasi aktif Indonesia baik dalam regulasi dan menanggapi rancangan regulasi anggota WTO lainnya masih perlu ditingkatkan. Melalui forum tersebut dia berharap terjadi penguatan sinergi antara BSN sebagai NB dan EP TBT-WTO dengan para pelaku usaha dalam pemanfaatan akses notifikasi regulasi teknis. [republika]

   
 
Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:47

Pria Ini Kantongi Rp 21 Triliun dari Bisnis Camilan Sehat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:36

Kisah Mahasiswa Papua di Jakarta: Kami Naik Angkot, Orang Tutup Hidung
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:55

Polisi Pastikan Akan Periksa Hotman Paris Hutapea Dalam Kasus Dugaan Pornografi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:44

Lukman Edy dan Karding Tak Diundang Muktamar PKB: Buntut Soal Cawapres
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:35

Sumber Air Kering, BPBD Meranti Terpaksa Pakai Air Laut Padamkan Karhutla di Desa Insit
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:26

Kapasitas Mesin Kecil, Kenapa Motor Dituding Biang Polusi?
Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:12

Ketika Ilmuwan Muslim Termotivasi Menciptakan Jam
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:46

Bandel, Kendaraan yang Parkir Sembarangan Digembosi Dishub Pekanbaru
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:28

Waduh, Jarak Pandang di Pelalawan Riau Turun Menjadi 1,5 Km Akibat Asap
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:04

Kabut Asap Semakin Pekat, Jarak Pandang di Pekanbaru Menurun
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:29

Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:23

Kartu Prakerja Jokowi Berpotensi Berantakan, Begini Bacaan Pengamat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:20

Titik Api Meningkat, Karhutla Kembali Marak di Riau
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:56

Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53

Tanggapi Kerusuhan Papua, Prabowo Keluarkan Perintah Ke Fraksi Gerindra
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:48

Di Usia 94 Tahun, Mahathir Mohamad Bersepeda 11 KM
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:46

Disdik Pekanbaru Izinkan Siswa Rentan Sakit Libur Sekolah karena Asap
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43

RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:38

Dr Chaidir Terpilih Jadi Ketua FKMR Riau
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:35

Kapolsek Kelayang Irup Penurunan Bendera HUT ke-74 RI
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:59

Hendrisan launching CFD di Kecamatan Sabak Auh
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:53

Partai PKS Inhu Ajak Kader dan Masyarakat Upacara HUT RI ke-74 di Kantor Sekretariat
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:50

260 Titik Panas Tersebar di Wilayah Sumatera, Riau 57 Titik
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:47

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com