Home
Gerhana Matahari Cincin Paling Ideal Disaksikan di Desa Bunsur, Siak | DPRD Riau Bantah Dana Hibah Tak Dianggarkan karena Salah Banggar | Ichsanuddin Noorsy: Sri Mulyani Sedang Ajak Rakyat Menikmati Ketersesatan | Sepanjang Tahun 2019, 540 Kendaraan Menunggak Pajak | Harga CPO Sentuh Level Overbought | Soal Habib Rizieq Shihab, Jokowi Diminta Tiru Megawati
Jum'at, 06 Desember 2019
/ Mozaik / 13:50:50 / Ustaz Abdul Somad Sampaikan Pesan Hikmah untuk Jamaah Haji /
Ustaz Abdul Somad Sampaikan Pesan Hikmah untuk Jamaah Haji
Senin, 12 Agustus 2019 - 13:50:50 WIB

JAKARTA - Ustaz Abdul Somad (UAS) berharap jamaah haji, khususnya yang berasal dari Indonesia, dapat menunaikan rukun Islam kelima itu secara sempurna.

Seperti diketahui, sejak Sabtu (10/8) lalu penyelenggaraan ibadah haji mulai mencapai puncaknya. Jutaan kaum Muslimin telah mengenakan ihram di Tanah Suci. Selanjutnya, mereka melaksanakan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Begitu sudah memakai ihram, jamaah dilarang melakukan sejumlah hal. Misalnya, mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki. Jamaah juga diperintahkan agar tidak memakai wangi-wangian, tidak menutup kepala, tidak memotong kuku, dan tidak mencukur. Mereka mesti menjaga setiap helai bulu agar jangan sampai terlepas dari kulit, baik itu bulu tangan, ketiak, rambut, kumis, jenggot, dan lain-lain.

Menurut UAS, ada pesan tersirat dari ketentuan tersebut. Bila di Tanah Suci jamaah takut bila rambut atau kukunya berguguran, maka sesampainya di Tanah Air rasa takut itu hendaknya tetap terpatri dalam diri mereka, yakni takut melakukan perbuatan-perbuatan keji dan mungkar yang dilarang Allah SWT.

"Dalam haji, takut rambut gugur, takut kuku patah, takut dan lain-lain. Maka ibadah ini menanamkan di dalam diri jamaah rasa takut kepada Allah. Setelah pulang, kembali ke Tanah Air, mereka takut melakukan pungli (pungutan liar --Red). Takut korupsi. Takut curang," kata Ustaz Abdul Somad dalam sambungan telepon kepada Republika.co.id, Senin (12/8).

Tambahan pula, Padang Arafah dapat dimaknai sebagai miniatur Padang Mahsyar. Saat Hari Kiamat, semua manusia sejak Nabi Adam AS hingga insan terakhir akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari keadilan-Nya.

Karena itu, lanjut UAS, wukuf sejatinya mengingatkan setiap Muslim agar meninggalkan sifat-sifat sombong, termasuk ketika nanti kembali ke Tanah Air.

"Wuquf di Arafah. Semua atribut dilepas. Inilah miniatur Padang Mahsyar. Maka setelah pulang, jamaah hendaknya tidak sombong. Merasa sama dengan sesama kaum Muslimin. Hendaknya rendah hati, selalu ingat mati, siapkan bekal untuk akhirat. Dunia tempat menanam. Tetaplah berbisnis, tetapi jangan lupa untuk membangun masjid, sekolah gratis, dan lain-lain sebagai bekal menuju kematian," papar UAS.

Satu prosesi yang mesti dilakukan tiap jamaah haji ialah melontar jumrah. Ini mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS yang teguh pada pendiriannya, melaksanakan perintah Allah SWT. Sang Khalilullah itu mengusir setan yang berkali-kali merayunya untuk meninggalkan perintah Ilahi.

UAS mengingatkan, melontar jumrah adalah simbol permusuhan dengan setan. "Putuslah hubungan dengan setan (tidak mengikuti bujuk-rayu setan --Red). Bertaubat. Setelah pulang, mohon jangan disambung kembali dengan mengikuti (rayuan) setan," kata dia.

Usai wukuf di Arafah, jamaah haji akan melakukan tawaf, yakni mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Dai kelahiran Asahan, Sumatra Utara, ini menjelaskan, rukun haji ini memiliki makna regenerasi.

Dari Arafah, lautan manusia bergerak menuju pusat kiblat umat Islam itu. Satu gelombang tawaf usai, maka akan datang gelombang berikutnya sehingga Masjid al-Haram selalu ramai. Demikian tak henti-henti.

Jamaah haji diingatkan tentang pentingnya menumbuhkan generasi yang sehat fisiknya, kuat mentalnya, dan teguh imannya saat kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing.

"Tawaf, keliling tak henti. Maknanya, hidup terus berputar. Kelak ketika kita meninggal, peran kita pun selesai, dilanjutkan generasi yang akan datang," kata peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.

Usai tawaf, jamaah haji akan melakukan sa'i, yakni perjalanan tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa. Ini sesungguhnya mengikuti teladan Siti Hajar yang berlari-lari mencari air untuk putranya tercinta, Nabi Ismail AS yang saat itu masih bayi. UAS menuturkan, jamaah hendaknya menghayati perjuangan istri Nabi Ibrahim AS itu yang pantang menyerah, terus berupaya dalam berbuat kebajikan.

"Dari Safa ke Marwa Siti Hajar mencari air. Justru air didapat dari telapak kaki Ismail yang tidak berjalan. Maknanya, jamaah haji ketika nanti setelah pulang ke Tanah Air, giat berusaha. Walau hasil belum tentu dari usaha itu, tetaplah yakin akan pertolongan Allah," ujar alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu.

Usai sa'i, jamaah haji akan melaksanakan tahallul. Dengan tahallul, apa-apa yang sebelumnya tidak boleh saat mereka berihram, menjadi halal (boleh). Tiap jamaah yang bertahallul minimal mencukup tiga helai rambut.

"Tahallul, yakni cukur rambut. Sesudah itu, tumbuh rambut baru. Kembali ke Tanah Air, bawalah semangat baru. Jangan berputus asa dari rahmat Allah," ucap alumnus S-2 Darul Hadis (Maroko) itu.

"Sebab, seorang haji ialah pembuat perubahan, agent of change, di tengah masyarakatnya. Mereka berperan sebagai agen perubahan umat," kata sosok yang kini sedang menempuh studi S-3 di Omdurman Islamic University (OIU), Sudan. [republika]

   
 
Heboh Penemuan Mayat Dalam Box Cultver, Ternyata Korban Laka Tunggal
Kamis, 05 Desember 2019 - 11:10

Kemenag Riau Sosialisasi Kerugian Menikah Dini
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:40

Bina Marga Uji Kelayakan Seksi I Tol Pekanbaru-Dumai
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:34

Dua Tersangka Kredit Bank Riau Kepri Dijebloskan ke Penjara
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:30

Ayo Booking Service Melalui Aplikasi dan Website Agung Toyota Dapat Gratis 1 Liter Oli
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:26

Rocky Gerung Akan Dipolisikan, Pengamat: Mereka Seperti Menjaga Jokowi, Bukan Negara
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:24

Ustaz Abdul Somad Talak Cerai Istrinya
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:21

Pendukung Jokowi Bisa Bunuh Daya Kritis Rakyat Pada Penguasa
Rabu, 04 Desember 2019 - 20:09

Siswa Dipulangkan Karena Belum Bayar SPP di Siak, LPAI Riau Sebut Sekolah Langgar Undang Undang
Rabu, 04 Desember 2019 - 14:04

Bagi Rizal Ramli, Kerugian Buang 20 Ribu Ton Beras Hanya Puncak Gunung Es
Rabu, 04 Desember 2019 - 14:00

Melaporkan Rocky Gerung Ke Polisi Tanda Tidak Siap Adu Otak
Rabu, 04 Desember 2019 - 13:56

Hujan Lebat akan Mengguyur Riau Disertai Petir dan Angin Kencang
Rabu, 04 Desember 2019 - 13:50

Disertasi Limbah Sawit Menjadi Bio Oil, Dosen Unilak Raih Gelar Doktor dari IPB
Rabu, 04 Desember 2019 - 13:49

Malaysia Deportasi 53 TKI Bermasalah Lewat Dumai, Satu Sedang Hamil
Rabu, 04 Desember 2019 - 13:43

Tinjau Sejumlah TPS Pilkades Serentak, Ini Pesan Camat dan Kapolsek Kelayang
Rabu, 04 Desember 2019 - 13:40

Kejar Target EODB, BKPM Gelar Rapat Koordinasi Lintas Kementerian
Rabu, 04 Desember 2019 - 13:33

Menjamurnya Masjid dan Masa Depan Islam di Negeri Sakura
Rabu, 04 Desember 2019 - 08:51

Sayap-sayap Garuda Kesatria Pertahanan Udara
Rabu, 04 Desember 2019 - 08:47

Disdagkop Riau Tangkap SPBU di Bengkalis Jual Premium Pakai Jeriken
Rabu, 04 Desember 2019 - 08:44

Mundur dari Caketum, Bamsoet Bantah Ditemui Utusan Presiden
Rabu, 04 Desember 2019 - 08:39

Kadis PPPA, PKK dan Pemdes Harus Serius Sosialisasikan PLA
Rabu, 04 Desember 2019 - 08:33

Heboh, Kemunculan Induk dan Anak Gajah Sumatera Liar di Mandau Riau
Selasa, 03 Desember 2019 - 20:10

Satu Juta Hektare sawit Riau Nunggak Pajak
Selasa, 03 Desember 2019 - 20:07

PT HK Percepat Tuntaskan Ganti Rugi Lahan Di Tiga Seksi
Selasa, 03 Desember 2019 - 20:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com