Home
Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari | Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg | KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan | Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Senin, 20 Januari 2020
/ Peristiwa / 08:57:26 / Menteri Malaysia Tolak Zakir Naik Tinggal di Malaysia /
Menteri Malaysia Tolak Zakir Naik Tinggal di Malaysia
Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:57:26 WIB

RIAUTRUST.COM - Kabinet Malaysia membahas izin tinggal permanen pendakwah Zakir Naik. Dalam rapat kabinet tersebut, tiga menteri mengusulkan agar Naik tidak diizinkan tinggal di Malaysia.

"Kami telah menyatakan posisi kami bahwa Zakir Naik seharusnya tidak lagi diizinkan menetap di Malaysia," ujar Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Gobind Singh Deo, Rabu (14/8/2019).

Naik, yang telah tinggal di Malaysia selama sekitar tiga tahun dan menghadapi tuduhan pencucian uang dan kebencian di India. Belum lama ini dia menghadapi kecaman atas komentarnya yang menyatakan bahwa umat Hindu di Asia Tenggara memiliki hak seribu kali lebih banyak ketimbang minoritas Muslim di India.

Deo mengatakan, Perdana Menteri Mahathir Mohammad telah memperhatikan kekhawatiran tersebut. Dia meminta perdana menteri untuk mempertimbangkan keberadaa Naik di Malaysia.

"Perdana menteri telah memperhatikan kekhawatiran kami. Kami menyerahkan kepadanya untuk mempertimbangkan posisi dan memutuskan sesegera mungkin apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut," kata Deo.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Menteri Sumber Daya Malaysia M Kulasegaran dan Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Malaysia Xavier Jayakumar. Keduanya mendesak perdana menteri agar mengusir Naik dari Malaysia.

Ras dan agama adalah masalah sensitif di Malaysia, di mana populasi Muslim sekitar 60 persen dari 32 juta penduduknya. Sedangkan, sisanya yakni etnis China dan India, yang sebagian besar adalah Hindu.

Kantor berita Malaysia Bernama mengutip Mahathir yang mengatakan bahwa Naik tidak bisa dipulangkan ke India karena khawatir terhadap keselamatannya.

"Jika ada negara lain yang ingin memilikinya, mereka dipersilakan," kata Mahathir.

Naik berulang kali menolak dakwaan dan tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia mengatakan tuduhan tersebut merupakan bentuk fitnah terhadapnya.

"Pujian saya kepada pemerintah Malaysia untuk perlakuan Islam dan adil terhadap minoritas Hindu sedang diputarbalikkan, dan salah kutip untuk memenuhi keuntungan politik dan menciptakan keretakan komunal," ujar Naik.

India melarang Islamic Research Foundation milik Naik pada akhir 2016. India menuding Naik telah menyebarkan kebencian antar kelompok agama dan komunitas.

[Republika.co.id]

   
 
Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

Hari Ini Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:27

Pemilik Saham akan Pilih 4 Pimpinan Bank Riau Kepri Siang Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:24

#KPKMencretLawanPDIP Trending Topic, Netizen: Kok Makin Amburadul Begini?
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com