Home
Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari | Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg | KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan | Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Senin, 20 Januari 2020
/ Nasional / 09:29:34 / Mardani: Amandemen Terbatas Seperti Membuka Kotak Pandora /
Mardani: Amandemen Terbatas Seperti Membuka Kotak Pandora
Kamis, 15 Agustus 2019 - 09:29:34 WIB

JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai, wacana amandemen terbatas UUD 1945 yang tengah bergulir harus benar-benar diperhatikan urgensinya. Ia menyebut amandemen terbatas seolah kotak pandora.

"Amandemen ini seperti membuka kotak pandora, sebelum menyiapkan mitigasinya, sebaiknya pikir ulang tentang amandemen karena ketika kotak pandora ini dibuka maka keluarlah semua evil (kejahatan), semua penumpang gelap, semua ide yang uncontrolable," kata Mardani saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (14/8).

Mardani menyebut, kondisi sekarang ini adalah situasi yang tidak kondusif untuk mewacanakan amandemen terbatas. Pasalnya, kekuatan oposisi atau kekuatan penyeimbang tidak kuat. Mardani menilai, wacana amandemen baru tepat dalam pemerintahan yang kuat, didampingi oposisi yang kuat.

"Dengan perbandingan antara oposisi dan pemerintah 40-60 masih bagus, 45-55 lebih bagus," ucap Mardani.

Mardani khawatir dengan kemungkinan adanya pasal-pasal yang justru bertentangan dengan niat reformasi dan para pendiri bangsa. Perkara yang dikhawatirkan misalnya soal masa jabatan presiden.

"Kemarin kan reformasi kita sepakat membatasi kekuasaan presiden cuma dua periode. Ketika (amandemen terbatas) dibuka belum tentu ada kepastian bahwa itu bisa dikunci di dua periode," kata Mardani.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga menyoroti isu utama dalam amandemen terbatas, yakni penerapan kembali GBHN dengan peletakan MPR sebagai lembaga tertinggi. Mardani khawatir hal ini akan bertentangan dengan kedaulatan rakyat berupa pemilu langsung, mengingat ide dipilihnya presiden melalui MPR kembali mencuat.

PKS sendiri masih mengkaji dan belum menentukan sikap soal wacana amandemen terbatas ini. Ia mengapresiasi pandangan Wapres Jusuf Kalla yang juga memberikan peringatan soal isu amandemen terbatas. "Khawatir tidak, suudzon tidak, tapi background dan setting politik akan menentukan kualitas dari keputusan kita," ucap Mardani.

Mardani mengakui, amandemen terbatas tampaknya ingin menekankan kembali musyawarah mufakat sebagai asas demokrasi. Namun, kata dia, dengan komposisi antara pemerintahan dan oposisi yang tidak ideal, ia khawatir musyawarah justru tidak terjadi. "Orang akan sering tergoda untuk pakai senjata voting. Kalau itu yang terjadi demokrasi kita boleh jadi going nowhere. itu berbahaya," ucap Mardani. [republika]

   
 
Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

Hari Ini Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:27

Pemilik Saham akan Pilih 4 Pimpinan Bank Riau Kepri Siang Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:24

#KPKMencretLawanPDIP Trending Topic, Netizen: Kok Makin Amburadul Begini?
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com