Home
Penyebab dan Tips Atasi Hp Lola | Karhutla Masih Marak, Kabut Asap Kian Parah di Riau | Penasaran Skutik NMax Baru Banyak Enggak, Sih Bedanya? | Smartphone 5G Murah Nokia Diilis 2020 | Desa Penyengat Mampu Tekan Karhutla Berkat Pembangunan 15 Sekat Kanal | 584 Titik Panas Indikasi Karhutla Kepung Sumatera, Riau Terbanyak
Minggu, 25 08 2019
/ Nasional / 09:29:34 / Mardani: Amandemen Terbatas Seperti Membuka Kotak Pandora /
Mardani: Amandemen Terbatas Seperti Membuka Kotak Pandora
Kamis, 15 Agustus 2019 - 09:29:34 WIB

JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai, wacana amandemen terbatas UUD 1945 yang tengah bergulir harus benar-benar diperhatikan urgensinya. Ia menyebut amandemen terbatas seolah kotak pandora.

"Amandemen ini seperti membuka kotak pandora, sebelum menyiapkan mitigasinya, sebaiknya pikir ulang tentang amandemen karena ketika kotak pandora ini dibuka maka keluarlah semua evil (kejahatan), semua penumpang gelap, semua ide yang uncontrolable," kata Mardani saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (14/8).

Mardani menyebut, kondisi sekarang ini adalah situasi yang tidak kondusif untuk mewacanakan amandemen terbatas. Pasalnya, kekuatan oposisi atau kekuatan penyeimbang tidak kuat. Mardani menilai, wacana amandemen baru tepat dalam pemerintahan yang kuat, didampingi oposisi yang kuat.

"Dengan perbandingan antara oposisi dan pemerintah 40-60 masih bagus, 45-55 lebih bagus," ucap Mardani.

Mardani khawatir dengan kemungkinan adanya pasal-pasal yang justru bertentangan dengan niat reformasi dan para pendiri bangsa. Perkara yang dikhawatirkan misalnya soal masa jabatan presiden.

"Kemarin kan reformasi kita sepakat membatasi kekuasaan presiden cuma dua periode. Ketika (amandemen terbatas) dibuka belum tentu ada kepastian bahwa itu bisa dikunci di dua periode," kata Mardani.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga menyoroti isu utama dalam amandemen terbatas, yakni penerapan kembali GBHN dengan peletakan MPR sebagai lembaga tertinggi. Mardani khawatir hal ini akan bertentangan dengan kedaulatan rakyat berupa pemilu langsung, mengingat ide dipilihnya presiden melalui MPR kembali mencuat.

PKS sendiri masih mengkaji dan belum menentukan sikap soal wacana amandemen terbatas ini. Ia mengapresiasi pandangan Wapres Jusuf Kalla yang juga memberikan peringatan soal isu amandemen terbatas. "Khawatir tidak, suudzon tidak, tapi background dan setting politik akan menentukan kualitas dari keputusan kita," ucap Mardani.

Mardani mengakui, amandemen terbatas tampaknya ingin menekankan kembali musyawarah mufakat sebagai asas demokrasi. Namun, kata dia, dengan komposisi antara pemerintahan dan oposisi yang tidak ideal, ia khawatir musyawarah justru tidak terjadi. "Orang akan sering tergoda untuk pakai senjata voting. Kalau itu yang terjadi demokrasi kita boleh jadi going nowhere. itu berbahaya," ucap Mardani. [republika]

   
 
Pemkab Siak Gagas Forum Ekraf "Kito Siak"
Jumat, 23 Agustus 2019 - 13:36

Ada Jejak Harimau di Lahan Bekas Terbakar, Warga Pelalawan Waswas
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:28

Sebut MKA LAM Riau Monopoli Mulok BMR
IKAPI Minta Pemprov Riau Revisi Perda 5/2018 dan Pergub 45/2018
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:26

Ini Catatan Insinyur soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:23

Akibat Karhutla, Pekanbaru dan Pelalawan Masih Berasap
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:21

Pengawas Orang Asing Dumai Temukan Pengajar Mesir Tanpa Dokumen Tinggal
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:19

RSUD Tengku Rafian Siak Manfaatkan Waktu Tunggu Pasien Lakukan Penyuluhan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:01

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak Taja Program Berbasis Inklusi Sosial
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:50

Fakultas MIPA Kesehatan Umri Gelar Seminar Nasional
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:42

Said Didu: Saat Pemimpin Dikelilingi Pemaki, Kehidupan Bangsa Bakal Tegang
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:25

Rocky Gerung: Masalah Mendasar Adil Dan Beradab, Bukan Slogan-Slogan Nasionalistik
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:14

Pekan Ini Harga TBS Kelapa Sawit Naik
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:57

Mobil Mungil Ayla Bakal Dibuat Versi Gantengnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:39

Kebakaran Hanguskan 456 Kios dan Ruko di Pasar Tembilahan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:25

Please, Jangan Bermain-main Dengan Isu Ustad Abdul Somad
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:07

Pengamat Pertanyakan Tidak Ada Anggaran Pemulihan Gambut
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:45

Setwan Sudah Antisipasi Penarikan Fasilitas Eks Dewan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:35

Gubri Siap Gerakan Wakaf Pembangunan Universitas Anak Yatim
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:33

Diklat Peningkatan Kapasitas SDM, Mukhlasin: Bawaslu Tonggak Demokrasi Bangsa
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:26

Sinergi Kebijakan dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Dua Poin Penting dari Rakernas APKASI
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:22

Tanoto Foundation Gelar Workshop Mini Bersama K3S di Rakitkulim
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:17

Menpar Target Roro Dumai Malaka Akses Penyumbang Kunjungan Wisata
Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:01

Redam Kasus UAS, MUI Bakal Temui Tokoh Agama dan Pelapor
Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:57

Bareskrim Bentuk Tim Untuk Proses Kasus Dugaan Penistaan Agama Ustaz Abdul Somad
Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:44

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com