Home
Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari | Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg | KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan | Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Senin, 20 Januari 2020
/ Ekbis / 08:58:23 / Petani di Pinggiran Kota Dumai Keluhkan Harga Sawit Terlalu Rendah /
Petani di Pinggiran Kota Dumai Keluhkan Harga Sawit Terlalu Rendah
Jumat, 16 Agustus 2019 - 08:58:23 WIB

DUMAI - Petani sawit di daerah pinggiran Kota Dumai, terutama di Wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, seperti di Tianjung, Buluhala, Batuteritip, Senepis, dan lainnya, mengeluhkan rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, yang jauh di bawah harga yang ditetapkan setiap pekannya.

“Harga sawit di tempat kami dan wilayah sekitarnya sangat rendah, bahkan hanya mencapai kisaran  Rp400/kg. Harga yang ditetapkan tiap pekannya tak berlaku di daerah kami yang jauh dari pusat kota,” ujar seorang petani sawit di daerah Tianjung, yang enggan disebutkan jati dirinya, kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, harga yang sangat rendah diberikan pedagang pengumpul kepada petani membuat para petani tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, bila petani mengupahkan lagi biaya dodosnya. Akibat hasil jual buah sawit habis kembali untuk biaya perawatan kebun sawit, seperti pembersihan kebun dan pemupukan.

Karena itu, petani sawit di daerah-daerah pinggiran sangat berharap kepada pemerintah daerah atau pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusinya. Bila tidak, tentunya keberlangsungan usaha kebun sawit rakyat akan terhenti. Tidak mungkin petani sawit bisa bertahan, bila harga sawit tidak menguntungkan.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Dumai Zulfan Ismaini ketika dikonfirmasi membenarkan rendahnya harga sawit di wilayah pinggiran Kota Dumai. Padahal, sudah ada penetapan harga pembelian buah sawit untuk tingkat petani. Namun, ketetapan harga tersebut sering kali diabaikan.

Menurutnya, Peraturan Mentri Pertanian (Permentan) No. 1 Tahun 2018 mengatur tentang pedoman harga pembelian TBS. Dimana di tingkat provinsi dibawah dinas terkait dibentuk tim yang  membahas tentang hal itu. Tim tersebut beranggotakan pemerintah, pengusaha dari Gabungan Pengusaha Kekapa Sawit Indonesia (Gapki ), dan unsur petani.

Setiap tim menghasilkan keputusan rapat terkait harga, tapi selama ini harga yang ditetapkan tim tidak dilaksanakan di lapangan. Ditambah lagi memang Permentan ini belum memuat beberapa komponen hasil dari pengolahan sawit untuk menjadi faktor penentu perhitungan TBS. Sebagai contoh cangkang dan ampas. Padahal, komponen ini menghasilkan duit bagi pabrik.

“Kita berharap keseriusan semua pihak, terutama pemerintah dan Gapki untuk bersama-sama membangun ekonomi bangsa,” kata dia, kemarin.

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 14-20 Agustus 2019 telah ditetapkan tim mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp65,53 per kilogram (kg). Dengan demikian harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.450,54 per kg. [yus]

   
 
Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

Hari Ini Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:27

Pemilik Saham akan Pilih 4 Pimpinan Bank Riau Kepri Siang Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:24

#KPKMencretLawanPDIP Trending Topic, Netizen: Kok Makin Amburadul Begini?
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com