Home
Penyebab dan Tips Atasi Hp Lola | Karhutla Masih Marak, Kabut Asap Kian Parah di Riau | Penasaran Skutik NMax Baru Banyak Enggak, Sih Bedanya? | Smartphone 5G Murah Nokia Diilis 2020 | Desa Penyengat Mampu Tekan Karhutla Berkat Pembangunan 15 Sekat Kanal | 584 Titik Panas Indikasi Karhutla Kepung Sumatera, Riau Terbanyak
Minggu, 25 08 2019
/ Ekbis / 08:58:23 / Petani di Pinggiran Kota Dumai Keluhkan Harga Sawit Terlalu Rendah /
Petani di Pinggiran Kota Dumai Keluhkan Harga Sawit Terlalu Rendah
Jumat, 16 Agustus 2019 - 08:58:23 WIB

DUMAI - Petani sawit di daerah pinggiran Kota Dumai, terutama di Wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, seperti di Tianjung, Buluhala, Batuteritip, Senepis, dan lainnya, mengeluhkan rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, yang jauh di bawah harga yang ditetapkan setiap pekannya.

“Harga sawit di tempat kami dan wilayah sekitarnya sangat rendah, bahkan hanya mencapai kisaran  Rp400/kg. Harga yang ditetapkan tiap pekannya tak berlaku di daerah kami yang jauh dari pusat kota,” ujar seorang petani sawit di daerah Tianjung, yang enggan disebutkan jati dirinya, kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, harga yang sangat rendah diberikan pedagang pengumpul kepada petani membuat para petani tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, bila petani mengupahkan lagi biaya dodosnya. Akibat hasil jual buah sawit habis kembali untuk biaya perawatan kebun sawit, seperti pembersihan kebun dan pemupukan.

Karena itu, petani sawit di daerah-daerah pinggiran sangat berharap kepada pemerintah daerah atau pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusinya. Bila tidak, tentunya keberlangsungan usaha kebun sawit rakyat akan terhenti. Tidak mungkin petani sawit bisa bertahan, bila harga sawit tidak menguntungkan.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Dumai Zulfan Ismaini ketika dikonfirmasi membenarkan rendahnya harga sawit di wilayah pinggiran Kota Dumai. Padahal, sudah ada penetapan harga pembelian buah sawit untuk tingkat petani. Namun, ketetapan harga tersebut sering kali diabaikan.

Menurutnya, Peraturan Mentri Pertanian (Permentan) No. 1 Tahun 2018 mengatur tentang pedoman harga pembelian TBS. Dimana di tingkat provinsi dibawah dinas terkait dibentuk tim yang  membahas tentang hal itu. Tim tersebut beranggotakan pemerintah, pengusaha dari Gabungan Pengusaha Kekapa Sawit Indonesia (Gapki ), dan unsur petani.

Setiap tim menghasilkan keputusan rapat terkait harga, tapi selama ini harga yang ditetapkan tim tidak dilaksanakan di lapangan. Ditambah lagi memang Permentan ini belum memuat beberapa komponen hasil dari pengolahan sawit untuk menjadi faktor penentu perhitungan TBS. Sebagai contoh cangkang dan ampas. Padahal, komponen ini menghasilkan duit bagi pabrik.

“Kita berharap keseriusan semua pihak, terutama pemerintah dan Gapki untuk bersama-sama membangun ekonomi bangsa,” kata dia, kemarin.

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 14-20 Agustus 2019 telah ditetapkan tim mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah kenaikan terbesar pada kelompok umur 10-20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp65,53 per kilogram (kg). Dengan demikian harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.450,54 per kg. [yus]

   
 
Pemkab Siak Gagas Forum Ekraf "Kito Siak"
Jumat, 23 Agustus 2019 - 13:36

Ada Jejak Harimau di Lahan Bekas Terbakar, Warga Pelalawan Waswas
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:28

Sebut MKA LAM Riau Monopoli Mulok BMR
IKAPI Minta Pemprov Riau Revisi Perda 5/2018 dan Pergub 45/2018
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:26

Ini Catatan Insinyur soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:23

Akibat Karhutla, Pekanbaru dan Pelalawan Masih Berasap
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:21

Pengawas Orang Asing Dumai Temukan Pengajar Mesir Tanpa Dokumen Tinggal
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:19

RSUD Tengku Rafian Siak Manfaatkan Waktu Tunggu Pasien Lakukan Penyuluhan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:01

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak Taja Program Berbasis Inklusi Sosial
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:50

Fakultas MIPA Kesehatan Umri Gelar Seminar Nasional
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:42

Said Didu: Saat Pemimpin Dikelilingi Pemaki, Kehidupan Bangsa Bakal Tegang
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:25

Rocky Gerung: Masalah Mendasar Adil Dan Beradab, Bukan Slogan-Slogan Nasionalistik
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:14

Pekan Ini Harga TBS Kelapa Sawit Naik
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:57

Mobil Mungil Ayla Bakal Dibuat Versi Gantengnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:39

Kebakaran Hanguskan 456 Kios dan Ruko di Pasar Tembilahan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:25

Please, Jangan Bermain-main Dengan Isu Ustad Abdul Somad
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:07

Pengamat Pertanyakan Tidak Ada Anggaran Pemulihan Gambut
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:45

Setwan Sudah Antisipasi Penarikan Fasilitas Eks Dewan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:35

Gubri Siap Gerakan Wakaf Pembangunan Universitas Anak Yatim
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:33

Diklat Peningkatan Kapasitas SDM, Mukhlasin: Bawaslu Tonggak Demokrasi Bangsa
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:26

Sinergi Kebijakan dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Dua Poin Penting dari Rakernas APKASI
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:22

Tanoto Foundation Gelar Workshop Mini Bersama K3S di Rakitkulim
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:17

Menpar Target Roro Dumai Malaka Akses Penyumbang Kunjungan Wisata
Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:01

Redam Kasus UAS, MUI Bakal Temui Tokoh Agama dan Pelapor
Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:57

Bareskrim Bentuk Tim Untuk Proses Kasus Dugaan Penistaan Agama Ustaz Abdul Somad
Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:44

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com