Home
Kabut Asap Makin Parah, Riau Tetapkan Status Darurat Pencemaran Udara | Asap di Riau Tak Berkurang, Gubri Minta Karhutla di Jambi dan Sumsel Juga Dipadamkan | Kualitas Udara di Pekanbaru Berbahaya, Jarak Pandang di Inhu dan Pelalawan 300 Meter | Hutan Lindung Bukit Betabuh Terbakar, Dinas Kehutanan Provinsi Riau Terkesan Diam | Gagal Lagi Naik Podium di Aragon, Rossi Merasa Jadi Pebalap Yamaha Paling Menderita | Tak Ada Sumber Air, Relawan Rumah Zakat Harus Gali Parit Padamkan Lahan Terbakar
Senin, 23 09 2019
/ Nasional / 08:53:55 / Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang /
Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53:55 WIB

JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik Rachbini mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 ini perlu dikawal bersama. Menurut Didik, RAPBN tahun 2020 masih dihantui permasalahan dari lima tahun lalu.

"Nah artinya lima tahun ke depan ini harus dikawal bersama-sama, termasuk juga dari media. Karena RAPBN ini punya masalah lima tahun ke belakang dan berpotensi punya masalah lima tahun ke depan," kata Didik dalam Teleconfrence Solusi atas Perlambatan Ekonomi, di kantor pusat Indef, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Salah satu faktornya yakni pembiayaan defisit transaksi berjalan yang masih ditutupi dengan utang. Sehingga, pemerintah dinilainya menggali lubang-tutup lubang.

"Keseimbangan primer ini yang paling fatal itu adalah terkait dengan berutang. Berutang ini tidak hanya untuk membiayai defisit itu sendiri tetapi juga berutang untuk membayar utang lagi. Jadi gali lubang, tutup lubang, tapi gali lubangnya lebih dalam lagi," jelas Didik.

Didik juga menyebutkan soal bunga utang pemerintah yang mencapai Rp 300 triliun pada tahun 2019 atau dua kali lipat dari bunga utang lima tahun lalu yang hanya sebesar Rp 150 triliun.

"Bunga utang yang saat ini sudah mencapai Rp 300 triliun pada tahun 2019, lima tahun lalu baru Rp 150 triliun. Juga terkait dengan utang BUMN yang semakin meningkat khususnya BUMN karya, terkait dengan pembangunan infrastruktur dimana-mana," terangnya.

Ia pun menyebutkan soal asumsi makro pemerintah selama lima tahun ini hanya satu yang tercapai, yakni angka inflasi di kisaran 3%.

"Karena dari target yang dicapai pemerintah lima tahun lalu, hanya ada satu yang tercapai yaitu inflasi, yang ada di kisaran 3%," imbuh dia.

Perlu diketahui, perekonomian Indonesia tahun 2018 hanya tumbuh 5,17%, yakni jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,4%. Menilik catatan detikFinance ke belakang, rupanya kondisi ekonomi RI memang belum melaju kencang. Bahkan, sejak 2014, target pertumbuhan ekonomi tak pernah tercapai.

Di tahun 2017 misalnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07%, jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,2%. Berikutnya di tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,02%, di bawah target yang ditetapkan tahun itu sebesar 5,1%.

Sementara, pertumbuhan ekonomi tahun 2015 hanya mencapai 4,88%. Padahal targetnya ditetapkan sebesar 5,3%. Sedangkan di tahun 2014 yang target pertumbuhan ekonominya mencapai 5,5%, realisasinya hanya sebesar 5,02%.

[Detik.com]

   
 
Pacu Sampan Mini Pulau Sengkilo Kelayang, Semarak
Sabtu, 21 September 2019 - 10:28

Para Ibu: Riau Tak Aman Buat Bayi Kami!"
Sabtu, 21 September 2019 - 08:19

Alasan IMB Mau Dihapus, Menteri ATR: Paling Banyak Masalahnya
Sabtu, 21 September 2019 - 08:00

Olahraga Di Luar Ruangan Tidak Dianjurkan
Sabtu, 21 September 2019 - 07:45

Gerakan Mahasiswa 98 Bisa Berulang Kalau Jokowi Dan DPR Abaikan Kritik Publik
Sabtu, 21 September 2019 - 07:34

Mahasiswa Mulai Bergerak Karena Jokowi Ingkari Kehendak Rakyat
Sabtu, 21 September 2019 - 07:31

Pemerintah Jangan Tutup Mata, Kepastian Hukum Harus Dimulai Dari Negara
Sabtu, 21 September 2019 - 07:14

Restorasi Ribuan Dokumen Bersejarah Kerajaan, Dinas Perpustakaan Siak Gandeng ANRI
Sabtu, 21 September 2019 - 07:05

Etape II 80 Km Tourde Siak 2019
55 Peserta Siap Berlaga di Arena Rute Siak, Bunga Raya dan Jembatan Teluk Mesjid
Jumat, 20 September 2019 - 20:07

Viral, Temuan Ular Berkaki di Lokasi Karhutla Riau, Badannya Hangus Terbakar
Jumat, 20 September 2019 - 15:18

Polisi Siak Tangkap Oknum Wartawan Jadi Kurir 12 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi
Jumat, 20 September 2019 - 15:16

Sehari, Dua Karlahut Terjadi di Kelayang Inhu
Jumat, 20 September 2019 - 15:08

Mahasiswa Turun Ke Jalan, Pengamat: Bagus, Kesadaran Dan Kritis Sudah Mulai Muncul
Jumat, 20 September 2019 - 14:36

Dampak Kabut Asap Riau, Sejumlah Bandara Di Sumut Ditutup Sementara
Jumat, 20 September 2019 - 10:22

BMKG Deteksi 1.362 Hotspot di Sumatera, 151 di Riau
Jumat, 20 September 2019 - 10:16

Cuaca Hari Ini Cerah Berawan, Jarak Pandang Menurun
Jumat, 20 September 2019 - 10:15

Di Mana Nabi Adam Dimakamkan?
Jumat, 20 September 2019 - 08:57

Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun
Jumat, 20 September 2019 - 08:32

Bunda Literasi Ajak Budayakan Membaca Untuk Masyarakat Siak Yang Cerdas
Jumat, 20 September 2019 - 08:22

Karlahut Tanjung Beludu Kelayang Capai 20 Hektar
Jumat, 20 September 2019 - 08:15

Dua Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Mantan Anggota DPRD Pekanbaru Berada di Luar Riau
Jumat, 20 September 2019 - 08:13

WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
Jumat, 20 September 2019 - 08:09

IWO dan Laskar Macan Asia Inhu Bagikan Masker di Airmolek
Jumat, 20 September 2019 - 07:57

Soal Tokoh Partai, Cuma PKS Yang Bisa Saingi Golkar
Jumat, 20 September 2019 - 07:31

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com