Home
Dinkes Riau Gelar Pelatihan Pembuatan Masker Penyaring Udara | Hujan Buatan Mulai Turun di Riau | Sejak Januari, 8.108,93 Hektar Lahan di Riau Terbakar | Akibat Kondisi Kabut Asap Tebal, Etape III Tour de Siak Dibatalkan | Selain ISPA, Asap Karhutla Bisa Bisa Bikin Infeksi Paru | Bingung Cari Onderdi Motor Antik? Ada Nih Solusinya
Minggu, 22 09 2019
/ Nasional / 09:20:57 / Kartu Prakerja Jokowi Berpotensi Berantakan, Begini Bacaan Pengamat /
Kartu Prakerja Jokowi Berpotensi Berantakan, Begini Bacaan Pengamat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:20:57 WIB

JAKARTA - Rencana pemerintah untuk menjalankan program Kartu Prakerja pada 2020 nanti dinilai terlalu cepat dan terlalu prematur untuk direalisasikan pada masa kini.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics anda Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, pelaksanaan Kartu Prakerja sangat terlalu dini jika dilakukan pada 2020. Karena, Kementerian Ketenagakerjaan masih memerlukan waktu untuk berkoordinasi dan menyamakan data terkini dengan beberapa lembaga lain untuk mnyaring data masyarakat yang berhak menerima kartu prakerja.

"Jadi bangun database saja itu perlu waktu 1 sampai 2 tahun, karena kan harus melibatkan BPS untuk kartu Prakerja ini. Kemudian melibatkan industri terkait, industri yang memang akan mengalami PHK dan sebagainya, mereka harus melapor ke Kementerian Ketenagakerjaan, itu harus punya database," ucap Tauhid Ahmad di Kantor INDEF di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

Selain itu, Kartu Prakerja juga tidak bisa hanya diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan, melainkan harus melibatkan kementerian lainnya, wabilkhusus kementerian pendidikan dan perindustrian agar masyarakat penerima program kartu prakerja dapat pembekalan pendidikan khusu dan pelatihan industrial agar dapat menjadi SDM terampil siap kerja kembali.

"Kartu prakerja tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, dia harus berelevansi dengan siapa yang melakukan pendidikan dan pelatihan. Itu tidak boleh dibebankan kepada BLK (Balai Latihan Kerja) saja, tetapi juga oleh Kementerian Pendidikan kemudian Kementerian Perindustrian dan sebagainya itu yang belum selesai," jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus menyiapkan database penerima kartu prakerja supaya tidak menjadi permasalahan ketika kartu tersebut telah diluncurkan.

"Karena ini akan menjadi problem sosial yang akan meletup di kemudian hari kalau tanpa ada persiapan yang matang untuk kartu prakerja," tegasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah harus mulai bertahap menyelesaikan beberapa kekurangan sebelum resmi menerbitkan kartu prakerja. Tahapnya yakni melakukan ujicoba serta melakukan validasi data yang telah dibuat pemerintah.

"Terlalu dini menurut saya, bertahap boleh di 2020 tapi paling tidak pendataan ini harus dilakukan lebih dahulu. Verifikasi, ujicoba di sekian kota baru bisa meluas, tapi kalau belum ada ujicoba kartu prakerja, datanya belum dikonfirmasi, divalidasi, langsung meluas seluruh Indonesia ya menurut saya akan jadi berantakan nanti," pungkasnya. [RMOL]

   
 
Dampak Kabut Asap Riau, Sejumlah Bandara Di Sumut Ditutup Sementara
Jumat, 20 September 2019 - 10:22

BMKG Deteksi 1.362 Hotspot di Sumatera, 151 di Riau
Jumat, 20 September 2019 - 10:16

Cuaca Hari Ini Cerah Berawan, Jarak Pandang Menurun
Jumat, 20 September 2019 - 10:15

Di Mana Nabi Adam Dimakamkan?
Jumat, 20 September 2019 - 08:57

Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun
Jumat, 20 September 2019 - 08:32

Bunda Literasi Ajak Budayakan Membaca Untuk Masyarakat Siak Yang Cerdas
Jumat, 20 September 2019 - 08:22

Karlahut Tanjung Beludu Kelayang Capai 20 Hektar
Jumat, 20 September 2019 - 08:15

Dua Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Mantan Anggota DPRD Pekanbaru Berada di Luar Riau
Jumat, 20 September 2019 - 08:13

WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
Jumat, 20 September 2019 - 08:09

IWO dan Laskar Macan Asia Inhu Bagikan Masker di Airmolek
Jumat, 20 September 2019 - 07:57

Soal Tokoh Partai, Cuma PKS Yang Bisa Saingi Golkar
Jumat, 20 September 2019 - 07:31

ICMI: Keliru Kalau Kemenag Hapus Materi Sejarah Perang Rasulullah
Jumat, 20 September 2019 - 07:19

Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir di Kampong Tumang Kecamatan Siak
Jumat, 20 September 2019 - 00:06

Pembalap Malaysia Nur Amirull Fakhruddin Marzuki Ungguli Pembalap Lainnya di Etape I TdS 2019
Kamis, 19 September 2019 - 23:55

Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya, Bau Menyengat Menusuk Hidung
Kamis, 19 September 2019 - 14:44

Bayi Meninggal Diduga Karena Kabut Asap, Diskes Riau Lakukan Investigasi
Kamis, 19 September 2019 - 14:37

BMKG Rilis Peringatan Dini Karhutla
Kamis, 19 September 2019 - 14:12

Warga Diminta Waspada Lima Penyakit Dampak Kabut Asap
Kamis, 19 September 2019 - 14:02

Patroli ke Desa, Camat Rakitkulim Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan
Kamis, 19 September 2019 - 13:40

Waspada Ban Benjol, Bisa Jadi Sumber Petaka
Kamis, 19 September 2019 - 10:23

Ketiban Durian Runtuh, Pria Ini Temukan Bongkahan Emas Seberat 2 Kg
Kamis, 19 September 2019 - 10:17

Asap Karhutla Membuat Anak-Anak Semakin Menderita
Kamis, 19 September 2019 - 10:00

Pemerintah Upayakan Sawit Indonesia Gantikan Minyak Kedelai
Kamis, 19 September 2019 - 09:56

BNPB: Hujan Buatan Diintensifkan di Sumatra dan Kalimantan
Kamis, 19 September 2019 - 09:51

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com