Home
Kabut Asap Makin Parah, Riau Tetapkan Status Darurat Pencemaran Udara | Asap di Riau Tak Berkurang, Gubri Minta Karhutla di Jambi dan Sumsel Juga Dipadamkan | Kualitas Udara di Pekanbaru Berbahaya, Jarak Pandang di Inhu dan Pelalawan 300 Meter | Hutan Lindung Bukit Betabuh Terbakar, Dinas Kehutanan Provinsi Riau Terkesan Diam | Gagal Lagi Naik Podium di Aragon, Rossi Merasa Jadi Pebalap Yamaha Paling Menderita | Tak Ada Sumber Air, Relawan Rumah Zakat Harus Gali Parit Padamkan Lahan Terbakar
Senin, 23 09 2019
/ Ekbis / 09:23:42 / Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa /
Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:23:42 WIB

JAKARTA - Pemerintah Malaysia tidak tinggal diam saat Uni Eropa (UE) melakukan boikot terhadap ekspor kelapa sawit mereka.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mempertimbangkan membawa kasus pemblokiran kelapa sawit tersebut ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.

Pernyataan itu bahkan disampaikan saat Mahathir menerima kunjungan Presiden Joko Widodo. Di mana sawit Indonesia juga terkena boikot UE.

"Kita harus melihat praktik perdagangan terlebih dahulu. Jika itu melanggar hukum internasional, tentu saja, kita akan pergi ke pengadilan internasional," ujar Mahathi seperti yang dilansir oleh Asian Review, Senin (19/8).

Baik Mahathir maupun Jokowi sangat prihatin dengan publisitas negatif yang dilakukan Uni Eropa (UE) atas produk sawit kedua negara. Keduanya bahkan setuju untuk mengintensifkan kerja sama dalam menghadapi hambatan perdagangan kelapa sawit.

Mahathir mengatakan bahwa Malaysia dan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia kecewa atas tuduhan Eropa.

Sebelumnya, baik Malaysia maupun Indonesia mengisyaratkan niat untuk mengajukan pengaduan resmi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Kedua negara ini dituduh telah melakukan aktivitas beresiko tinggi dengan merusak lingkungan karena melakukan deforestasi untuk membuat lahan sawit. Lebih lanjut, UE bahkan menyatakan bahwa minyak sawit tidak sehat bagi kesehatan.

"Kami sangat kecewa dan kami merasa ini bukan karena minyak sawit berbahaya bagi kesehatan, melainkan lebih karena persaingan bisnis," tutur Mahathir

Indonesia dan Malaysia mendominasi sekitar 85 persen pasar global dengan produksi kelapa sawit. Namun Komisi Eropa tengah mengadopsi proposal Januari 2018, yang artinya secara bertahap akan membatasi dan akhirnya menghapus impor biofuel kelapa sawit pada tahun 2030.

UE sendiri adalah pembeli minyak kelapa sawit terbesar kedua setelah India. Saat ini, Eropa mengonsumsi 7,5 juta ton minyak kelapa sawit atau sekitar 10 hingga 15 persen dari permintaan global.

Mahathir sempat meminta agar Inggris yang akan keluar dari UE untuk tidak mengikuti langkah UE memboikot kelapa sawit Malaysia. [RMOL]

   
 
Pacu Sampan Mini Pulau Sengkilo Kelayang, Semarak
Sabtu, 21 September 2019 - 10:28

Para Ibu: Riau Tak Aman Buat Bayi Kami!"
Sabtu, 21 September 2019 - 08:19

Alasan IMB Mau Dihapus, Menteri ATR: Paling Banyak Masalahnya
Sabtu, 21 September 2019 - 08:00

Olahraga Di Luar Ruangan Tidak Dianjurkan
Sabtu, 21 September 2019 - 07:45

Gerakan Mahasiswa 98 Bisa Berulang Kalau Jokowi Dan DPR Abaikan Kritik Publik
Sabtu, 21 September 2019 - 07:34

Mahasiswa Mulai Bergerak Karena Jokowi Ingkari Kehendak Rakyat
Sabtu, 21 September 2019 - 07:31

Pemerintah Jangan Tutup Mata, Kepastian Hukum Harus Dimulai Dari Negara
Sabtu, 21 September 2019 - 07:14

Restorasi Ribuan Dokumen Bersejarah Kerajaan, Dinas Perpustakaan Siak Gandeng ANRI
Sabtu, 21 September 2019 - 07:05

Etape II 80 Km Tourde Siak 2019
55 Peserta Siap Berlaga di Arena Rute Siak, Bunga Raya dan Jembatan Teluk Mesjid
Jumat, 20 September 2019 - 20:07

Viral, Temuan Ular Berkaki di Lokasi Karhutla Riau, Badannya Hangus Terbakar
Jumat, 20 September 2019 - 15:18

Polisi Siak Tangkap Oknum Wartawan Jadi Kurir 12 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi
Jumat, 20 September 2019 - 15:16

Sehari, Dua Karlahut Terjadi di Kelayang Inhu
Jumat, 20 September 2019 - 15:08

Mahasiswa Turun Ke Jalan, Pengamat: Bagus, Kesadaran Dan Kritis Sudah Mulai Muncul
Jumat, 20 September 2019 - 14:36

Dampak Kabut Asap Riau, Sejumlah Bandara Di Sumut Ditutup Sementara
Jumat, 20 September 2019 - 10:22

BMKG Deteksi 1.362 Hotspot di Sumatera, 151 di Riau
Jumat, 20 September 2019 - 10:16

Cuaca Hari Ini Cerah Berawan, Jarak Pandang Menurun
Jumat, 20 September 2019 - 10:15

Di Mana Nabi Adam Dimakamkan?
Jumat, 20 September 2019 - 08:57

Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun
Jumat, 20 September 2019 - 08:32

Bunda Literasi Ajak Budayakan Membaca Untuk Masyarakat Siak Yang Cerdas
Jumat, 20 September 2019 - 08:22

Karlahut Tanjung Beludu Kelayang Capai 20 Hektar
Jumat, 20 September 2019 - 08:15

Dua Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Mantan Anggota DPRD Pekanbaru Berada di Luar Riau
Jumat, 20 September 2019 - 08:13

WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
Jumat, 20 September 2019 - 08:09

IWO dan Laskar Macan Asia Inhu Bagikan Masker di Airmolek
Jumat, 20 September 2019 - 07:57

Soal Tokoh Partai, Cuma PKS Yang Bisa Saingi Golkar
Jumat, 20 September 2019 - 07:31

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com