Home
Walhi: Pemda Harus Prediksi Bencana Banjir Kurangi Kerugian Besar | MUI Riau Heran Kerukunan Umat Beragama Riau di Bawah Rata-Rata Nasional | Gedung Sekolah Terkena Banjir, Siswa SD di Rakitkulim Harus Belajar di Rumah | Hujan Lebat akan Mengguyur Riau | Banyak Kampung di Siak Minta Dimekarkan, DPRD Ingatkan Harus Ada Kajian | BRG Ingatkan Tahun Depan Riau Alami 7 Bulan Musim Kemarau
Minggu, 15 Desember 2019
/ Ekbis / 09:23:42 / Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa /
Di Hadapan Jokowi, Mahathir Tegas Lawan Boikot Sawit Uni Eropa
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:23:42 WIB

JAKARTA - Pemerintah Malaysia tidak tinggal diam saat Uni Eropa (UE) melakukan boikot terhadap ekspor kelapa sawit mereka.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mempertimbangkan membawa kasus pemblokiran kelapa sawit tersebut ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.

Pernyataan itu bahkan disampaikan saat Mahathir menerima kunjungan Presiden Joko Widodo. Di mana sawit Indonesia juga terkena boikot UE.

"Kita harus melihat praktik perdagangan terlebih dahulu. Jika itu melanggar hukum internasional, tentu saja, kita akan pergi ke pengadilan internasional," ujar Mahathi seperti yang dilansir oleh Asian Review, Senin (19/8).

Baik Mahathir maupun Jokowi sangat prihatin dengan publisitas negatif yang dilakukan Uni Eropa (UE) atas produk sawit kedua negara. Keduanya bahkan setuju untuk mengintensifkan kerja sama dalam menghadapi hambatan perdagangan kelapa sawit.

Mahathir mengatakan bahwa Malaysia dan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia kecewa atas tuduhan Eropa.

Sebelumnya, baik Malaysia maupun Indonesia mengisyaratkan niat untuk mengajukan pengaduan resmi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Kedua negara ini dituduh telah melakukan aktivitas beresiko tinggi dengan merusak lingkungan karena melakukan deforestasi untuk membuat lahan sawit. Lebih lanjut, UE bahkan menyatakan bahwa minyak sawit tidak sehat bagi kesehatan.

"Kami sangat kecewa dan kami merasa ini bukan karena minyak sawit berbahaya bagi kesehatan, melainkan lebih karena persaingan bisnis," tutur Mahathir

Indonesia dan Malaysia mendominasi sekitar 85 persen pasar global dengan produksi kelapa sawit. Namun Komisi Eropa tengah mengadopsi proposal Januari 2018, yang artinya secara bertahap akan membatasi dan akhirnya menghapus impor biofuel kelapa sawit pada tahun 2030.

UE sendiri adalah pembeli minyak kelapa sawit terbesar kedua setelah India. Saat ini, Eropa mengonsumsi 7,5 juta ton minyak kelapa sawit atau sekitar 10 hingga 15 persen dari permintaan global.

Mahathir sempat meminta agar Inggris yang akan keluar dari UE untuk tidak mengikuti langkah UE memboikot kelapa sawit Malaysia. [RMOL]

   
 
Batang Kuantan Meluap, Beberapa Wilayah di Batang Peranap Banjir
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:06

Turnamen Bola Voli Semi Open
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:00

Malam hingga Dini Hari Besok Hujan Masih Guyur Riau
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:52

Sore Ini Lima Pintu Bukaan PLTA Koto Panjang Bakal Dibuka Setinggi 150 Cm
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:47

Pekanbaru akan Gelar UN Terakhir SMP 2020
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:34

Siang Ini, PA 212 Geruduk Mabes Polri Tuntut Adili Sukmawati Dan Gus Muwafiq
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:29

Ormas Islam Sangkal Tuduhan Terima Suap dari China Terkait Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:28

Suap Jembatan Bangkinang, KPK Panggil Pegawai Dirjen Bina Marga Dan Direktur PT HD
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:25

PA 212 soal Menag Polisikan Pelarang Atribut Natal: Terserah
Jumat, 13 Desember 2019 - 09:16

Harga TBS Sawit di Riau Merangkak Naik
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:45

Riau Jadi Tuan Rumah Pertemuan DBH Sawit Se Sumatera 2019
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:40

Media Asing: China Suap Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:33

Kritik Penghapusan UN, Fahri Hamzah: Jangan Seperti Sopir Bajaj Putar Arah!
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:25

Gaungkan #TangkapAbuJanda, Iwan Sumule: Ini Sudah Berulang dan Melukai Rakyat
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:21

Menjelang Pergantian Tahun 2020 Satpol-PP Kabupaten Siak Gelar Operasi PEKAT
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:18

Pemkab Siak Dorong Setiap Kampung Miliki Kawasan Ruang Terbuka Hijau
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:10

Luruskan Soal Sertifikasi Majelis Taklim, Begini Kata Menag Fachrul Razi
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:42

Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Bakal Ditambah Jadi 120 cm
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:31

37.265 Warga Pekanbaru Belum Rekam e-KTP
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:28

Ditemukan Jejak Harimau, BBKSDA Turunkan Tim
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:25

BPBD Riau Siapkan Alat Evakuasi Banjir di Titik-titik Rawan
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:32

Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:22

Pembangunan Masjid Cheng Ho Rohil Dalam Tahap Pematangan Lahan
Kamis, 12 Desember 2019 - 12:05

Stop Retorika Pemberantasan Mafia Migas: Adili Ahok!
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com