Home
Pj Sekda Jamaluddin: Mushabaqah Ajang Menseleksi Qari dan Qariah Terbaik | Buka Musrenbang Kecamatan Sabak Auh, Jamaluddin di Sambut Produk UMKM Khas Setempat | Kemen PUPR Selesaikan Pembangunan Embung Sungsang Untuk Tambah Pasokan Air Baku di Kampar | Kurangi Pencemaran, Kemen PUPR Bangun Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Pekanbaru | Tingkatkan minat Baca Masyarakat, Bupati HM Wardab Ikuti Rakoornas Perpustakaan 2020 | Umat Islam Tiongkok Donasikan Rp 185 M Perangi Corona, Muslim Uighur Ikut Berkontribusi
Rabu, 26 Februari 2020
/ Metropolitan / 09:26:57 / IKAPI Minta Pemprov Riau Revisi Perda 5/2018 dan Pergub 45/2018 /
Sebut MKA LAM Riau Monopoli Mulok BMR
IKAPI Minta Pemprov Riau Revisi Perda 5/2018 dan Pergub 45/2018
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:26:57 WIB

PEKANBARU - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Riau meminta Pemprov Riau mengambil sikap tegas terkait penerapan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau (BMR) yang dinilainya tidak mengacu kepada Undang Undang dan peraturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Ketua IKAPI Riau, Fadillah Om. Menurutnya hal ini harus segera disikapi demi kemajuan pendidikan dan budaya Melayu di Riau.

Ia menilai Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau memanfaatkan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Nomor 45 tahun 2018 sebagai pegangan dan tempat berlindung. Sehingga terjadi monopoli dalam penerapan mata pelajaran muatan lokal tersebut.

"IKAPI Riau sangat tidak setuju seluruh konsep dan draf yang disusun oleh MKA LAM Riau tersebut. Karena yang menyusun dan membuatnya bukan Tim LAM Riau, tetapi disusun oleh beberapa orang yang ditunjuk oleh pengurus MKA LAM Riau," tegasnya.

"Saya juga termasuk dalam kepengurusan LAM Riau bidang penerapan dan pelestarian budaya. Dan masalah ini sudah kami diskusikan dengan teman-teman dan orang yang mengerti mengenai pendidikan terutama tentang pelaksanaan pengajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau. Dan tidak ada satupun mereka membenarkan MKA LAM Riau yang menyusun Kurikulum Mulok, menetapkan bukunya, apalagi melaksanakan Muatan Lokal Budaya Melayu Riau," tambahnya.

Ia menilai bahwa MKA LAM Riau sudah keliru. Sebab yang seharusnya mengkonsep dan mengusulkan segala yang berhubungan dengan Materi Muatan Lokal Budaya Melayu ke Dinas Pendidikan baik provinsi maupan kabupaten/kota adalah Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM Riau. Karena di situlah terdapat Bidang yang berkenaan dengan Budaya Melayu yaitu Bidang Pengkajian dan Pengembangan Budaya Melayu serta bidang Pemeliharaan dan Pelestarian Budaya Melayu, bukan MKA LAM Riau.

Karena itu, ia meminta Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Riau dengan mengikutsertakan LAM Riau dan LAM Kabupaten/Kota se-Riau, untuk duduk bersama. Termasuk juga organisasi yang berhubungan dengan pendidikan, seperti Dewan Pendidikan provinsi dan Kabupaten, PGRI dan IKAPI.

"Sehingga pelaksanaan penyusunan kurikulum Muatan Lokal benar-benar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Selain itu perlu juga dilakukan seminar tentang mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Relayu Riau sebagai wadah untuk menerima masukan. Tentunya dengan nara sumber yang berkompeten tentang muatan lokal Budaya Melayu Riau, bukan keilmuannya tentang budaya tapi yang paham dengan penerapan Mulok Budaya Melayu Riau. Dan IKAPI termasuk salah satu yang mempunyai kompetensi tentang penyusunan Kurikulum Muatan Lokal dan tentang perbukuan.

Selain itu, IKAPI juga meminta agar Pemprov Riau merevisi Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Nomor 45 tahun 2018 dengan menetapkan yang menyelenggarakan dan melaksanakan mata pelajaran Muatan LokaL Budaya Melayu Riau semata-mata Dinas Pendidikan.

Masih mengenai Peraturan Gubernur Riau Nomor 45 tahun 2018, menurutnya perlu direvisi Bab IV tentang Kurikulum Mulok BMR pasal 8 ayat (3) dan ayat (4) LAM Riau diganti dengan Organisasi kemasyarakaran yang berhubungan dengan Budaya Melayu Riau.

Kemudian Bab VI tentang Buku Mulok BMR pada pasal (4) pasal juga mesti direvisi. Karena bab dan pasal ini menjadi pegangan MKA LAM Riau mengambil alih penyusunan kurikulum dan menetapan satu penerbit sebagai pelaksanaan dan penerapan Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, sehingga terjadi memonopoli.

"Jika MKA LAM Riau tetap memaksakan kehendaknya atau Pemerintah Provinsi tetap memakai dan menerima kurikulum yang disusun MKA LAM Riau, IKAPI Riau akan meneruskan permasalahan ini ke tingkat lebih tinggi lagi. Sesuai dengan Istilah Adat, berjenjang naik bertangga turun, yaitu membawa masalah Perda dan Pergub ini ke Menteri Dalam Dalam Negeri, Menkumham, dan Badan Puskur," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sudah menyatakan akan menanggapi serius pernyataan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Riau soal penerapan Mulok Budaya Melayu Riau.

Sekretaris Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Gusmarhadi kepada CAKAPLAH.com mengatakan, Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau itu diamanatkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Pendidikan, diikuti petunjuk teknisnya melalui Pergub.

"Harap diingat bahwa LAM Riau itu satu kesatuan. Dalam hal keputusan dari suatu kebijakan, tidak ada yang namanya Keputusan MKA atau Keputusan DPH. Nah, secara kelembagaan, LAM Riau, baik MKA maupun DPH, tidak berbisnis buku Mulok dan buku-buku lain, sebagaimana tuduhan yang tersirat dalam pernyataan IKAPI. Jadi, pernyataan yang mengaitkan MKA LAM Riau dengan segala bentuk bisnis buku adalah tidak berdasar," tegasnya, Jumat (16/8/2029). (CAKAPLAH)

   
 
Diklat Kelautan oleh Kementrian Perhubungan RI, Wabup Inhil Ini sangat Bermanfaat Bagi Masyarakat
Rabu, 26 Februari 2020 - 07:35

Wabup Inhil H Syamsuddin Uti Melantik Pengurus IKBOT Priode 2020-2023
Rabu, 26 Februari 2020 - 07:32

Pedagang dan Satpol PP Bentrok saat Pembongkaran TPS di STC Pekanbaru
Selasa, 25 Februari 2020 - 11:22

Bumdes Desa Kuapan Bagi-bagi Keuntungan Hingga Kas Nol, Ini Saran Yuyun Hidayat
Selasa, 25 Februari 2020 - 11:17

Ketua PAN Riau "Waqafkan" Syamsuar untuk Golkar
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:51

Hujan Bakal Mengguyur Riau Hari Ini
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:39

Plt Bupati Bengkalis: Pantai Rupat Tak Kalah Indahnya dengan Bali
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:36

Pemprov Riau akan Lelang 40 Unit Mobdin Bekas
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:32

Dua Bakal Pasangan Calon Bupati Inhu Maju Jalur Independen
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:24

Perjuangkan DBH Sawit, Gubri Bakal Temui DPR RI Asal Riau Minta Dukungan
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:20

Camat Kelayang Pimpin Rapat Persiapan MTQ Tingkat Kecamatan
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:17

Ustadz KH Yusuf Abdurrahman Bimbing Hendra Valentinus Seorang Warga Talang Mamak Masuk Islam
Selasa, 25 Februari 2020 - 10:11

Di Rakor Lintas Sektor Pembahasan RDTR,
Bupati Alfedri Paparkan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura
Senin, 24 Februari 2020 - 19:44

Kukuhkan Pejuang Subuh Kecamatan Tualang, Alfedri: Semoga Meluas ke Seluruh Kecamatan
Senin, 24 Februari 2020 - 19:32

Tingkatkan Disiplin dan Profesional Prajurit TNI, Kodim 0314/Inhil Gelar Minggu Militer
Senin, 24 Februari 2020 - 19:25

Bupati Ekspose RTDP BWP Perkotaan
Senin, 24 Februari 2020 - 19:19

Kado Hari Jadi Ke 28 Desa Pasir Luhur Dari Bupati H Sukiman Janjikan Pembangunan Aspal
Senin, 24 Februari 2020 - 19:12

Prabowo Calon Terkuat di 2024, Gerindra Sebut Terlalu Dini
Senin, 24 Februari 2020 - 12:26

Tekanan Darah Tinggi, Perusak Organ Tubuh Manusia
Senin, 24 Februari 2020 - 12:23

Korban Meninggal akibat Corona Mencapai 2.465 Jiwa
Senin, 24 Februari 2020 - 12:20

Susu Bubuk VS Susu Segar, Lebih Sehat Mana?
Senin, 24 Februari 2020 - 11:17

Arus Listrik TPS di STC Diputus, Satpol PP Minta Pedagang Kooperatif
Senin, 24 Februari 2020 - 11:06

Tinjau Lokasi Banjir, Babinsa Koramil 10 Bantu Warga
Senin, 24 Februari 2020 - 09:34

Januari 2020 Jadi Bulan Pertama Terpanas Sepanjang 141 Tahun
Senin, 24 Februari 2020 - 09:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com