Home
Dinkes Riau Gelar Pelatihan Pembuatan Masker Penyaring Udara | Hujan Buatan Mulai Turun di Riau | Sejak Januari, 8.108,93 Hektar Lahan di Riau Terbakar | Akibat Kondisi Kabut Asap Tebal, Etape III Tour de Siak Dibatalkan | Selain ISPA, Asap Karhutla Bisa Bisa Bikin Infeksi Paru | Bingung Cari Onderdi Motor Antik? Ada Nih Solusinya
Minggu, 22 09 2019
/ Ekbis / 14:15:17 / Temuan BPK Soal Sawit, Luhut: Ini Dosa 25 Tahun Lalu /
Temuan BPK Soal Sawit, Luhut: Ini Dosa 25 Tahun Lalu
Jumat, 23 Agustus 2019 - 14:15:17 WIB

JAKARTA - Sejumlah menteri seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ATR Sofyan Djalil hingga Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mendatangi kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Jumat (23/8). Dalam pertemuan tersebut, BPK membeberkan temuan sejumlah praktik kecurangan yang dilakukan sejumlah industri perkebunan sawit.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hasil temuan BPK akan segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). "(Sawit) memang banyak sekali yang bermasalah tapi ini peninggalan dari masa lalu yang harus diselesaikan dan kita cari solusinya, nanti laporkan presiden dulu, nanti bagaimana solusinya," ujar Luhut kepada awak media usai pertemuan di Kantor BPK, Jakarta, Jumat (23/8).

Luhut mengungkapkan sejumlah temuan meliputi areal yang tidak sesuai ketentuan hingga memasuki hutan lindung dan gambut. "Ini kan kesalahan, dosa-dosa mungkin 20 tahun, 25 tahun yang lalu, sekarang kita perbaiki lah, kita cari solusinya, kan nggak boleh dibiarkan," lanjut Luhut.

Menurut BPK dan Bank Dunia, kata Luhut, ada lima sampai enam kriteria yang belum dipenuhi dalam pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia. Catatan itu yang menurut Luhut hendak diperbaiki pemerintah.

"Hasil world bank maupun BPK, sama angkanya kira-kira 81 persen (perusahaan sawit) itu tidak memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku, baik mengenai jumlah luasan, areanya, plasmanya, dan macam-macam," kata Luhut.

Luhut mengaku akan segera melaporkan temuan BPK kepada presiden. Luhut juga meminta diadakan rapat terbatas untuk membahas persoalan ini. Mengenai pemberian sanksi kepada perusahaan yang melakukan pelanggaran, lanjut Luhut, pemerintah akan mencari formula.

"(Sanksi) Kita lagi itung apakah itu denda atau nanti apa, kita lagi hitung kita kan belum lapor presiden, pasti ada solusinya. (Targetnya) ya kita mau kalau bisa tahun ini," ucap Luhut.

Menteri ATR Sofyan Djalil mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti temuan tersebut, termasuk tumpang tindih perkebunan sawit dengan pertambangan, perusahaan yang belum memiliki hak guna usaha, hingga yang merambah masuk ke kawasan gambut.

"Itu yang harus diselesaikan karena seperti apa yang Pak Menko (Luhut) katakan, ini kan warisan masalah," kata Sofyan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar tidak berbicara banyak saat ditemui usai pertemuan. Arcandra mengaku pernyataannya sama dengan yang telah disampaikan Menko Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"Sama tadi (dengan Luhut), sawit, tumpang tindih yang berkaitan dengan pertambangan. Ada beberapa perushaan yang datanya tadi sudah disampaikan dan rekomendasi sudah disampaikan BPK," ucap Arcandra. [Republika]

   
 
Dampak Kabut Asap Riau, Sejumlah Bandara Di Sumut Ditutup Sementara
Jumat, 20 September 2019 - 10:22

BMKG Deteksi 1.362 Hotspot di Sumatera, 151 di Riau
Jumat, 20 September 2019 - 10:16

Cuaca Hari Ini Cerah Berawan, Jarak Pandang Menurun
Jumat, 20 September 2019 - 10:15

Di Mana Nabi Adam Dimakamkan?
Jumat, 20 September 2019 - 08:57

Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun
Jumat, 20 September 2019 - 08:32

Bunda Literasi Ajak Budayakan Membaca Untuk Masyarakat Siak Yang Cerdas
Jumat, 20 September 2019 - 08:22

Karlahut Tanjung Beludu Kelayang Capai 20 Hektar
Jumat, 20 September 2019 - 08:15

Dua Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Mantan Anggota DPRD Pekanbaru Berada di Luar Riau
Jumat, 20 September 2019 - 08:13

WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
Jumat, 20 September 2019 - 08:09

IWO dan Laskar Macan Asia Inhu Bagikan Masker di Airmolek
Jumat, 20 September 2019 - 07:57

Soal Tokoh Partai, Cuma PKS Yang Bisa Saingi Golkar
Jumat, 20 September 2019 - 07:31

ICMI: Keliru Kalau Kemenag Hapus Materi Sejarah Perang Rasulullah
Jumat, 20 September 2019 - 07:19

Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir di Kampong Tumang Kecamatan Siak
Jumat, 20 September 2019 - 00:06

Pembalap Malaysia Nur Amirull Fakhruddin Marzuki Ungguli Pembalap Lainnya di Etape I TdS 2019
Kamis, 19 September 2019 - 23:55

Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya, Bau Menyengat Menusuk Hidung
Kamis, 19 September 2019 - 14:44

Bayi Meninggal Diduga Karena Kabut Asap, Diskes Riau Lakukan Investigasi
Kamis, 19 September 2019 - 14:37

BMKG Rilis Peringatan Dini Karhutla
Kamis, 19 September 2019 - 14:12

Warga Diminta Waspada Lima Penyakit Dampak Kabut Asap
Kamis, 19 September 2019 - 14:02

Patroli ke Desa, Camat Rakitkulim Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan
Kamis, 19 September 2019 - 13:40

Waspada Ban Benjol, Bisa Jadi Sumber Petaka
Kamis, 19 September 2019 - 10:23

Ketiban Durian Runtuh, Pria Ini Temukan Bongkahan Emas Seberat 2 Kg
Kamis, 19 September 2019 - 10:17

Asap Karhutla Membuat Anak-Anak Semakin Menderita
Kamis, 19 September 2019 - 10:00

Pemerintah Upayakan Sawit Indonesia Gantikan Minyak Kedelai
Kamis, 19 September 2019 - 09:56

BNPB: Hujan Buatan Diintensifkan di Sumatra dan Kalimantan
Kamis, 19 September 2019 - 09:51

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com