Home
Banyak Rusak, Pengamat: Gubri Harus Selamatkan Stadion Utama Riau | Tolak Nadiem Jadi Menteri, Driver Ojol Mau Demo Besar-besaran | BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Pada Malam Hari | Sudah 23 Orang "Mengincar" 4 Jabatan BRK, Ini Nama-namanya | Ketika Pendiri Facebook Memuji Karya Ibnu Khaldun | Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah
Selasa, 22 Oktober 2019
/ Ekbis / 09:56:05 / Pemerintah Upayakan Sawit Indonesia Gantikan Minyak Kedelai /
Pemerintah Upayakan Sawit Indonesia Gantikan Minyak Kedelai
Kamis, 19 September 2019 - 09:56:05 WIB

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPBD KS) menyebut, tengah fokus meningkatkan ekspor sawit ke China. Perang dagang AS-Cina yang masih berlangsung memberikan celah bagi sawit Indonesia menggantikan posisi minyak kedelai atau soybean dari AS yang dikonsumsi masyarakat China.

Kepala BPBD KS, Dono Boestomi, mengatakan, komoditas sawit di tengah tekanan dari Uni Eropa masih diandalkan pemerintah sebagai komoditas utama penghasil devisa. Pada tahun lalu, sawit secara total berkontribusi hingga Rp 240 triliun terhadap total ekspor tahun lalu.

"Di China kami kejar target. Konsumsi minyak nabati China 40 persen dipenuhi oleh soybean oil, sawit baru 20 persen. Kami harapkan sawit naik jadi 30 persen menggantikan soybean oil," kata Dono kepada wartawan di The Westin Jakarta, Rabu (18/9).

Ia menjelaskan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk Indonesia berani memperluas pasar. Lewat forum Trade Expo Indonesia yang bakal digelar Oktober 2019 mendatang, BPDP KS siap melakukan misi dagang demi mempertahankan eksistensi ekspor sawit.

Pihaknya menargetkan ekspor sawit ke China tahun ini bisa tembus 6,6 juta ton agar terus mendekati angka 30 persen. "Kita ketahui, sawit sekarang diserang dimana-mana. Tentu kami juga meminta Kementerian Luar Negeri membantu kita. Ini akan sangat menolong petani yang sedang dilanda (kejatuhan) harga," kata Dono.

Lebih lanjut, Dono menerangkan, ekspor sawit ke negara selain China juga masih memiliki prospek. BPDP KS mengestimasikan ekspor sawit ke India tahun ini tembus 9,7 juta ton.

Sementara itu, ke negara-negara Eropa sekitar 7,7 juta ton, Pakistan 3 juta ton, dan Nigeria 2,5 juta ton. Di satu sisi, ia menerangkan bahwa permintaan dalam negeri harus segera ditingkatkan. Itu bisa dicapai jika pemerintah bersama pelaku usaha mampu menciptakan pasar dalam negeri bagi minyak sawit.

Salah satu yang telah dilakukan yakni kebijakan bauran biodiesel 20 persen dan 30 persen yang bakal diterapkan mulai tahun depan. "Kita juga akan meluncurkan penggunaan minyak goreng sehat. Sebetulnya banyak sekali manfaat sawit. Ini kita dorong terus," katanya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Dody Edward, mengatakan, dari sejumlah pertemuan pimpinan kedua negara, China membuka diri kepada Indonesia untuk memasok berbagai produk ke China. Pihak China, kata dia, secara jelas memberikan sinyal bagi Indonesia untuk bisa menggantikan posisi AS sebagai pemasok produk-produk yang sebelumnya di konsumsi masyarakat China.

Bahkan, Dody menyebut, terdapat beberapa produk yang sangat potensial untuk di ekspor ke China. Di antaranya yakni eskpor tekstil dan produk tekstil (TPT), makanan dan minuman, hingga sarang burung walet, hingga buah-buahan memiliki peluang kuat untuk ditingkatkan ke China. [Republika]

   
 
Ekonom Minta Jokowi Rombak Total Menteri Ekonomi
Senin, 21 Oktober 2019 - 07:57

Kuota CPNS 2019, Jatah Pemprov Riau Hanya 279 Formasi
Senin, 21 Oktober 2019 - 07:51

Jokowi Bakal Pangkas Dua Pangkat Eselon, Jimly: Janganlah Terlalu Ekstrem
Senin, 21 Oktober 2019 - 07:48

Sudah Terkumpul Rp6,7 M PAD dari Pemutihan Pajak
Senin, 21 Oktober 2019 - 07:44

Soal LAMR Mau Kelola Blok Rokan, Ini Kata Pemprov Riau
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:22

DPRD Riau Minta Seleksi 4 Pejabat BRK Transparan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:10

Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:59

Gagasan Baru Di Pemerintahan Jokowi-Maruf Akan Sulit Jika Masih Ada Luhut Panjaitan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:56

Sehari Jelang Pelantikan, PB HMI Keluarkan 9 Maklumat Untuk Presiden Jokowi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:55

Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:54

Jokowi Harus Pilih Menteri Ekonomi Yang Bisa Jadi Teman Diskusi Seperti Rizal Ramli
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:52

Efektif Berantas Karhutla, Gubernur Riau Minati Inovasi Milik Polda
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:09

Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini Naik Rp26,27 per Kg
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:04

Riau Akan Dibanjiri Kunjungan Yang Berpotensi Investasi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 12:54

Islamnya Bos Raksasa Espedisi JNE dan Mimpi di Jabal Rahmah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 10:03

Pengamat: Kapasitas Rizal Ramli Untuk Jadi Menteri Ekonomi Tak Perlu Diragukan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:57

Ini Calon Rektor Universitas Lancang Kuning 2019-2023
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:11

Men-LHK RI Tanggapi Positif Manfaat Budidaya Kayu Gerunggang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:08

Bulog Riau Tambah Pasokan Beras Antisipasi Kenaikan Harga
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:41

DPRD Riau tak Setuju LAMR Kelola Blok Rokan, Ini Alasannya
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:39

Buruh Minta UMP 2020 Naik 20%, Pengusaha: Tidak Realistis!
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:30

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:27

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:22

PWI Riau Serahkan Dana Sumbangan ke Anggota PWI Pelalawan Korban Kebakaran
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:04

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com