Home
Ketika Pendiri Facebook Memuji Karya Ibnu Khaldun | Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah | Cerita Mike Tyson saat Berusia 12 Tahun Bikin KO Orang Dewasa | Pengamat: Tiga Faktor Ini Penyebab Seleksi 4 Jabatan BRK Kurang Diminati | Dibangun Rp1,3 Triliun, DPRD Riau Kritik Ketidakmampuan Daerah Kelola Stadion Utama | Terbaik, Siak Raih Penghargaan Bidang Irigasi dari Kemen PUPR
Selasa, 22 Oktober 2019
/ Riau Region / 08:32:21 / Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun /
Karhutla Riau Telan Kerugian Rp50 triliun
Jumat, 20 September 2019 - 08:32:21 WIB

PEKANBARU - Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Riau Dr Suwondo MS memperkirakan Riau mengalami kerugian materiil sebesar Rp50 triliun akibat kabut asap karhutla melanda daerah itu sejak beberapa bulan terakhir.

"Kerugian sebesar Rp50 triliun itu berasal dari terganggunya aktivitas perdagangan, jasa, kuliner, perkebunan, dan kerugian waktu delay dari aktivitas penerbangan," kata Suwondo di Pekanbaru, Kamis.

Suwondo mengatakan dampak asap karhutla tersebut telah memicu kerugian ganda, untuk semua sektor kehidupan, ekonomi, sosial, ekologi, pertanian dan perkebunan, jasa dan lainnya .

Ia meragukan apakah kasus yang sama pada tahun sebelumnya mesti terulang lagi, sebab fakta saat ini mengindikasikan untuk Riau bakal mengalami kerugian yang sama saat bencana asap tahun 2015.

"Kalau bencana asap tahun 2019 lebih lama terjadi, atau sama kondisi asap tahun 2015, maka akan lebih berbahaya lagi dan fatalnya Riau mengalami kerugian ekonomi bisa mencapai Rp120 triliun lebih, sama kerugaian yang dialami pada bencana asap tahun 2015," katanya.

Ia menekankan bahwa bencana asap terjadi tahun 2015 dengan komparasi luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai 500.000 hektare, sedangkan bencana asap tahun 2019 dengan hutan dan lahan terbakar sudah mencapai 300.000 hektare.

Suwondo menjelaskan asap telah berdampak negatif sama terhadap kehidupan flora dan fauna, namun prosesnya hanya membedakan hewan akan sama, dengan makhluk invetebrata, mamalia yakni akan mempengaruhi sistim pernafasan mereka, karena dipicu partikel berbahaya dari kandungan sisa bahan yang terbakar di dalam asap.

Semakin halus partikel yang masuk dalam sistem pernafasan saat menghirup asap, maka akan makin berbahaya bagi makhluk hidup manusia dan hewan (hidup di darat) sebab sistem jantung dan paru-parunya bersentuhan langsung dengan udara terpapar asap itu.

"Asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan itu mengandung sejumlah komposisi kimia, dan udara otomatis mengalami perubahan, kadar CO (karbon monoksida) makin tinggi karena pembakaran yang makin tinggi itu," katanya.

Keberadaan CO yang terhirup oleh makhluk hidup, katanya menjelaskan, akan mempengaruhi sistem peredaran darah, pada mahkluk hidup sehingga berkurangnya kemampuan mengikat oksigen, dan CO di udara bisa meracuni darah, atau toksik (baca toksik) pada darah dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu kandungan parikulat lainnya yang dibawa kabut dan asap itu seperti CO2 (karbondioksida) juga bisa mempengaruhi ketika masuk dalam tubuh padahal seharusnya CO2 itu dikeluarkan. Saat terhirup efeknya akan sama toksik di dalam darah, dan juga semua hewan akan seperti itu.

Berikutnya akan muncul kemampuan metabolisme hewan dan manusia menurun, pada akhir kondisi tubuh menjadi abnormal, dan jika berlangsung dalam waktu lama, akan memunculkan beragam penyakit karena daya tahan tubuh diserang itu makin melemah.

Begitu pula dengan tumbuh-tumbuhan, katanya, terhalangnya fotosintetis lebih karena sinar matahari yang terhalang asap, dan suhu menjadi tidak normal.

Ketika fotosintetsis terhalang maka mempengaruhi metabolisme pada tumbuhan ditandai daunnya berguguran, gagalnya penyerbukan, berdampak terjadinya gagal panen, bahkan terjadinya penurunan produktivitas sawit bisa mencapai 30-40 persen.

"Jika hujan juga tidak turun maka diyakini tumbuhan akan bisa mati, karenanya semua pihak perlu berjibaku mendukung upaya penanggulangan bencana ini dan tetap mengupayakan agar kebakaran hutan jangan sampai meluas lagi, dan cukup sudah kerugian besar yang ditimbulkannya," katanya. (ANTARA)

   
 
Soal LAMR Mau Kelola Blok Rokan, Ini Kata Pemprov Riau
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:22

DPRD Riau Minta Seleksi 4 Pejabat BRK Transparan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:10

Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:59

Gagasan Baru Di Pemerintahan Jokowi-Maruf Akan Sulit Jika Masih Ada Luhut Panjaitan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:56

Sehari Jelang Pelantikan, PB HMI Keluarkan 9 Maklumat Untuk Presiden Jokowi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:55

Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:54

Jokowi Harus Pilih Menteri Ekonomi Yang Bisa Jadi Teman Diskusi Seperti Rizal Ramli
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:52

Efektif Berantas Karhutla, Gubernur Riau Minati Inovasi Milik Polda
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:09

Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini Naik Rp26,27 per Kg
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:04

Riau Akan Dibanjiri Kunjungan Yang Berpotensi Investasi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 12:54

Islamnya Bos Raksasa Espedisi JNE dan Mimpi di Jabal Rahmah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 10:03

Pengamat: Kapasitas Rizal Ramli Untuk Jadi Menteri Ekonomi Tak Perlu Diragukan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:57

Ini Calon Rektor Universitas Lancang Kuning 2019-2023
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:11

Men-LHK RI Tanggapi Positif Manfaat Budidaya Kayu Gerunggang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:08

Bulog Riau Tambah Pasokan Beras Antisipasi Kenaikan Harga
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:41

DPRD Riau tak Setuju LAMR Kelola Blok Rokan, Ini Alasannya
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:39

Buruh Minta UMP 2020 Naik 20%, Pengusaha: Tidak Realistis!
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:30

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:27

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:22

PWI Riau Serahkan Dana Sumbangan ke Anggota PWI Pelalawan Korban Kebakaran
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:04

Acara Dibatalkan, UAS: Kalau Saya Marah Sekali, Umat Marah Tiga Kali
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:23

BEM SI Kembali Aksi, Jalan Menuju Istana Merdeka Ditutup
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:04

LAMR Berharap UAS Tetap Mengajar Sebagai Dosen Luar Biasa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:56

Jaksa Agung Resmikan Gedung Kejati Riau
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com