Home
Kronologi Blokir Internet Papua Berujung Vonis untuk Jokowi | BBKSDA Riau Evakuasi Dua Ekor Beruang Madu dari TWA Dumai | Ibu Pencuri Sawit di Rokan Hulu Diputus Masa Percobaan | Penerapan New Normal, Kadiskes Bengkalis Imbau Masyarakat Tetap Gunakan Masker | Terima Rapor, Orangtua Wajib Datang Dengarkan Paparan New Normal | Lantik 104 Kepala Sekolah, Ini Pesan-pesan Bupati Kampar
Jum'at, 05 Juni 2020
/ Riau Region / 11:54:06 / Anak Pencari Suaka Wajib Ikut Upacara Bendera di SDN 159 Pekanbaru /
Anak Pencari Suaka Wajib Ikut Upacara Bendera di SDN 159 Pekanbaru
Senin, 07 Oktober 2019 - 11:54:06 WIB

PEKANBARU - Anak-anak pencari suaka yang kini bisa mengenyam pendidikan di sekolah dasar (SD) negeri di Kota Pekanbaru, Riau, wajib untuk mengikuti upacara penaikan bendera pada hari senin dan peringatan nasional lainnya di Indonesia.

Dengan mengenakan baju seragam putih merah, belasan anak pencari suaka yang berstatus pengungsi luar negeri itu ikut di dalam barisan bersama siswa lokal lainnya pada upacara bendera di SDN 159, Pekanbaru, Senin. Mereka terlihat berusaha untuk tertib di dalam barisan, meski begitu ada juga yang terlihat menguap dan bergoyang-goyang sehingga sempat ditegur oleh guru di sekolah itu.

Mereka ikut hormat ketika pengibaran bendera nasional Merah Putih, ikut berdoa bersama dan ikut menyanyi lagu kebangsaan bersama siswa lokal lainnya.

"Mereka harus ikut kebiasaan (upacara) untuk menumbuhkan kecintaan kepada bangsa kita, karena mereka sekolah di tempat kita," kata Kepala Sekolah SDN 159, Ismiati Spd. kepada ANTARA di Pekanbaru.

Ia mengatakan pihak sekolah tidak membedakan siswa lokal dengan anak pencari suaka dalam semua kegiatan, termasuk saat upacara bendera. Upacara bendera dinilai juga melatih anak-anak untuk disiplin sejak usia dini. Ismiati mengatakan, anak-anak tersebut sudah terbiasa mengikuti upacara bendera di sekolah tersebut.

"Waktu upacara bendera tanggal 1 Oktober peringatan Hari Kesaktian Pancasila mereka juga ikut upacara," katanya.

Menurut dia, ada 20 anak pencari suaka yang kini bersekolah di SDN 159. Paling banyak duduk di kelas 1, yakni ada 12 anak. Di kelas 2 ada lima anak, dan kelas 3 ada tiga anak. Namun, hanya anak pencari suaka di kelas 1 dan kelas 3 yang ikut upacara untuk peringatan hari nasional karena kelas 3 baru masuk sekolah pada pukul 13.00 WIB.

Anak-anak pencari suaka tersebut selama ini tinggal di rumah penampungan di Wisma Orchid yang tidak jauh dari sekolah.

"Setiap pagi mereka diantar oleh orangtuanya pakai sepeda, ada juga yang siswa kelas lebih tinggi berjalan kaki karena tempat tinggal mereka tidak jauh dari sekolah," ujarnya.

Mulai awal Oktober ini, sebanyak 81 anak pencari suaka yang berstatus pengungsi dari luar negeri mulai bersekolah di SD negeri di Kota Pekanbaru.

Ada delapan sekolah yang dinyatakan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sanggup menampung anak-anak pencari suaka. Lokasinya antara lain di SDN 159 ada 20 anak, SDN 56 ada 22 anak, SDN 141 ada delapan anak, SDN 170, SDN 48, SDN 190 dan SDN 182 masing-masing menampung tujuh anak, serta SDN 17 menampung tiga anak pencari suaka.

"Sejauh ini tidak ada kendala karena anak-anak itu sudah banyak yang bisa bahasa Indonesia. Orangtua mereka juga aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah," katanya.

Meski belum meratifikasi Konvensi 1951 mengenai pengungsi, Indonesia telah lama menerima pengungsi dari luar negeri karena alasan kemanusiaan. Bahkan, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 tahun 2016 tentang Pengungsi Dari Luar Negeri. Berdasarkan data UNHCR, atau lembaga PBB yang mengurus pengungsi, ada lebih dari 14.000 orang pengungsi yang kini berada di Indonesia.

Dalam Perpres No.125/2016 memang tidak ada diatur secara spesifik bahwa pencari suaka bisa bersekolah di sekolah negeri. Kebijakan tersebut berdasarkan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Penindakan dan Pengawasan Keimigrasian pada Ditjen Imigrasi RI, dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Ini adalah pertama kalinya Pemerintah Indonesia memperbolehkan anak-anak pencari suaka untuk bisa bersekolah di SD negeri, dan Kota Pekanbaru dipilih sebagai daerah percontohan. (ANTARA)

   
 
Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Virus Corona
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:41

Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak akan Salurkan BLT kepada 16,800 KK
Kamis, 21 Mei 2020 - 16:33

PKS Curiga Motif Pemerintah Bahas RUU Cipta Kerja saat Reses
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:39

Protes Keras, Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan AS dan Israel
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:24

Sudah Seminggu, Pekanbaru Nihil Kasus Baru Positif Covid-19
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:19

Kampar Hanya Kebagian Rp6,2 Miliar Atasi COVID-19, DPRD Riau Sebut Pemprov tak Adil
Kamis, 21 Mei 2020 - 15:01

Enam Daerah PSBB di Riau Dapat Bantuan Logistik Kesehatan Rp20 Miliar, Begini Penjelasannya
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:45

3.150 Karyawan di Riau Kena PHK dan Dirumahkan, Dapat Sembako dari Pemda
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:39

Pemburu Semakin Leluasa Manfaatkan Wabah COVID-19, Begini Penjelasan Forum HarimauKita
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:30

Habieb Bahar Bin Smith Akan Jalani Sisa Hukuman Hingga November 2021
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:59

Telepon Raja Salman, Jokowi Tunggu Nasib Haji Hingga 1 Juni
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:50

Laporkan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan, Penjabat Sekda Vicon dengan Gubri
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:37

PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:29

AS Pilih Ilmuwan Muslim Untuk Pimpin Program Penemuan Vaksin Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:18

Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Jadi 6 Bulan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:11

Kenapa Mal Boleh Buka Sementara Warga Diminta Salat di Rumah? Ini Penjelasan Pemko Pekanbaru
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:07

Tiga Bus Mengangkut Pemudik dari Pekanbaru ke Lampung "Terjaring" Petugas Pos PSBB Pelalawan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:01

H-5 Idul Fitri, Jalan di Kota Pekanbaru Mulai Padat Lagi
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57

Sejumlah Kegiatan Dilelang, Tak Semua APBD Riau Dialihkan untuk Penanganan Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:53

110 Penulis Satupena Ikut Menulis Buku "Kemanusiaan pada Masa Corona"
Senin, 18 Mei 2020 - 17:27

Bersama Bupati Kampar, Gubernur Riau Serahkan Bantuan APD kepada RSUD Bangkinang
Senin, 18 Mei 2020 - 17:18

Bupati Siak Ingatkan Camat dan Penghulu Lakukan Sosialisasi Secara Intensif
Senin, 18 Mei 2020 - 17:06

Gubri Imbau Umat Muslim di Riau Patuhi Fatwa MUI, Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah
Senin, 18 Mei 2020 - 17:02

349 Karyawan di PHK dan 6.000 Dirumahkan Selama Pandemi Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 16:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com