Home
Ketika Pendiri Facebook Memuji Karya Ibnu Khaldun | Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah | Cerita Mike Tyson saat Berusia 12 Tahun Bikin KO Orang Dewasa | Pengamat: Tiga Faktor Ini Penyebab Seleksi 4 Jabatan BRK Kurang Diminati | Dibangun Rp1,3 Triliun, DPRD Riau Kritik Ketidakmampuan Daerah Kelola Stadion Utama | Terbaik, Siak Raih Penghargaan Bidang Irigasi dari Kemen PUPR
Selasa, 22 Oktober 2019
/ Peristiwa / 13:37:57 / Polda Riau Tahan Petinggi PT SSS Sebagai Tersangka Karhutla /
Polda Riau Tahan Petinggi PT SSS Sebagai Tersangka Karhutla
Selasa, 08 Oktober 2019 - 13:37:57 WIB

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau telah menahan seorang petinggi perusahaan kelapa sawit PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), sebagai tersangka dalam perkara kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada tahun ini.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa, membenarkan informasi penahanan tersebut. Dia mengatakan petinggi PT SSSyang ditahan berinisial AOH, karena diduga sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kebakaran di konsesi korporasi tersebut. AOHditahan pada Senin malam (7/10), meski begitu Andribelum bersedia menjelaskan kronologisnya.

"Benar. AOH penanggung jawab untuk tersangka PT SSS ditahan tadi malam," ujarnya singkat.

Ia menuturkan akan segera memberikan keterangan pers terkait hal itu.

PT SSS ditetapkan sebagai tersangka Karhutla secara korporasi pada awal Agustus 2019. Penetapan tersangka dilakukan setelah Polda Riau melakukan penyelidikan sejak Februari tahun yang sama. Namun, selang dua bulan Polda Riau baru menetapkan pihak yang dinilai paling bertanggung jawab sebagai tersangka dari perusahaan tersebut.

Polisi menyebut luas lahan perusahaan yang terbakar itu mencapai 150 hektare. Polisi juga menyebut, hasil penyidikan terungkap jika lahan konsesi terbakar akibat kelalaian pihak perusahaan.

Sejumlah direksi perusahaan mulai dari Direktur Utama hingga pimpinan perusahaan lainnya turut dimintai keterangan. Selain itu, sejumlah saksi ahli juga telah dimintai keterangan dalam penyelidikan perkara itu.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengakui bahwa proses penyelidikan hingga peningkatan status ke tahap penyidikan perkara Karhutla melibatkan korporasi membutuhkan waktu lama. Hal itu disebabkan polisi harus benar-benar memperhitungkan konstruksi hukum secara matang, termasuk mempelajari data hingga keterangan dari saksi ahli.

Dia menjelaskan penetapan tersangka korporasi untuk yang pertama kalinya pada 2019 ini berawal dari laporan adanya lahan konsesi yang terbakar di perusahaan tersebut.

Untuk diketahui, bahwa penetapan dan penahanan tersangka itu sendiri dilakukan setelah Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi belum genap sepekan menjabat sebagai Kapolda Riau. (ANTARA)

   
 
Soal LAMR Mau Kelola Blok Rokan, Ini Kata Pemprov Riau
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:22

DPRD Riau Minta Seleksi 4 Pejabat BRK Transparan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 16:10

Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:59

Gagasan Baru Di Pemerintahan Jokowi-Maruf Akan Sulit Jika Masih Ada Luhut Panjaitan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:56

Sehari Jelang Pelantikan, PB HMI Keluarkan 9 Maklumat Untuk Presiden Jokowi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:55

Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:54

Jokowi Harus Pilih Menteri Ekonomi Yang Bisa Jadi Teman Diskusi Seperti Rizal Ramli
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:52

Efektif Berantas Karhutla, Gubernur Riau Minati Inovasi Milik Polda
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:09

Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini Naik Rp26,27 per Kg
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:04

Riau Akan Dibanjiri Kunjungan Yang Berpotensi Investasi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 12:54

Islamnya Bos Raksasa Espedisi JNE dan Mimpi di Jabal Rahmah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 10:03

Pengamat: Kapasitas Rizal Ramli Untuk Jadi Menteri Ekonomi Tak Perlu Diragukan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:57

Ini Calon Rektor Universitas Lancang Kuning 2019-2023
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:11

Men-LHK RI Tanggapi Positif Manfaat Budidaya Kayu Gerunggang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:08

Bulog Riau Tambah Pasokan Beras Antisipasi Kenaikan Harga
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:41

DPRD Riau tak Setuju LAMR Kelola Blok Rokan, Ini Alasannya
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:39

Buruh Minta UMP 2020 Naik 20%, Pengusaha: Tidak Realistis!
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:30

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:27

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:22

PWI Riau Serahkan Dana Sumbangan ke Anggota PWI Pelalawan Korban Kebakaran
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:04

Acara Dibatalkan, UAS: Kalau Saya Marah Sekali, Umat Marah Tiga Kali
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:23

BEM SI Kembali Aksi, Jalan Menuju Istana Merdeka Ditutup
Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:04

LAMR Berharap UAS Tetap Mengajar Sebagai Dosen Luar Biasa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:56

Jaksa Agung Resmikan Gedung Kejati Riau
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com