Home
Undang UAS Tanpa Izin Pimpinan, Pegawai KPK Bakal Diperiksa | Copot Kapolres Kampar Riau, Kapolri: Ini Persoalan Etika | Akses Jalan Lama Guntung-Teluk Makmur Terabaikan | PGN Resmikan Pengaliran Perdana Gas Rumah Tangga di Dumai | Anggota DPRD Riau Minta Bapenda Kejar Potensi Pajak dari Kendaaraan Plat Non BM | Dilaunching Bupati Bengkalis, SiCekgu Aplikasi untuk Mensejahterakan Guru
Kamis, 21 November 2019
/ Metropolitan / 08:22:37 / Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi /
Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 08:22:37 WIB

PEKANBARU - Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan sukses. Para pembicara berkesimpulan RUU KUHP dinilai sudah pro perempuan.

Tiga Nara sumber yang dihadirkan dalam acara tersebut, Dr Kasmanto (kriminolog), Dr Zulkarnaen (pakar hukum) dan Ade Hartati (politisi) umumnya menyimpulkan bahwa RUU KUHP yang sempat menjadi kontroversi dan dibatalkan DPR pengesahannya  justeru telah melindungi hak-hak perempuan.

Zulkarnaen misalnya, dalam paparan materinya menyebutkan, tindakan kekerasan terhadap perempuan diibaratkan seperti fenomena gunung es, muncul di permukaan hanya sebahagian kecil saja.

"Padahal permasalahan yang dihadapi perempuan dalam rumah tangga sangat kompleks. Banyak yang beranggapan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah masalah internal saja, yang dianggap aib dan harus ditutupi," kata Zulkarnaen.

Dalam hal ini menurutnya perempuan harus mendapat perlindungan yang komprehensif, bukan perlindungan di atas status. Selama ini perlindungan yang diberikan adalah perlindungan yang abstrak. Perlindungan yang diberikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

 "Tetapi dalam kenyataannya, jauh panggang daripada api. Masih banyak hak-hak perempuan yang terabaikan. Rancangan UU KUHP sebagian besar sudah mengakomodir hak-hak perempuan," bebernya.

Perlindungan terhadap perempuan harus sesuai dengan fungsi. Perempuan sebagai ibu rumah tangga di sisi lain perempuan sebagai warga negara dan warga masyarakat yang juga butuh hidup bersosial.

Sementara itu, Dr Kasmanto membedah perlindungan perempuan dalam RUU KUHP  dari perspektif kriminolgi.

Dikatakannya, agar proses regulasi itu lebih efektif harus mengacu pada tiga hal. Harus punya landasan secara yuridis, memiliki kekuatan secara psikologis dan mempunyai ikatan dan aspek psikologis.

"Selama ini banyak penolakan terhadap RUU KUHP karena tidak dilihat draftnya secara menyeluruh. Hanya mengambil kesimpulan dari meme-meme yang beredar di media sosial.

"Sebetulnya tak seekstrem yang dibayangkan. Bahkan di sini memberikan perlindungan kepada perempuan," kata Kasmanto.

Kasmanto mencontohkan bahwa R0UU KUHP telah melIndungi hak-hak perempuan mulai dari aborsi, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berumahtangga dan perzinahan.

Sedangkan politisi yang juga anggota DPRD Riau, Ade Hartati MPd menjabarkan bahwa dilihat dari perspektif perempuan sebagai korban, RUU KUHP sudah melindungi hak-hak perempun.

"Bagaimana RUU KUHP ini mengatur tindak piadana ketika ada pasangan yang bukan muhrimnya tidur se rumah. Pasal ini justeru melindungi perempuan dari hal-hal yang dari sudut manapun tidak dibolehkan," tegas Ade.

Sementara itu Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL dalam pembukaan acara  mengapresiasi acara yang digagas FJPI Riau dan UIR tersebut.

"Kami mengapresiasi dialog bedah RUU KUHP. Suatu kehormatan karena kami adalah perguruan tinggi pertama yang diajak FJPI untuk menyelenggarakan kegiatan yang amat penting ini. Apalagi bedah RUU KUHP ini juga pertama dilakukan di tingkat perguruan tinggi di Riau," kata Syafrinaldi.

Syafrinaldi berharap dari diskusi ini dapat melahirkan rekomendasi bernas yang nantinya bisa diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda menyatakan, ide acara ini bermula dari keresahan akan maraknya penolakan RUU KUHP oleh mahasiswa tanpa mereka mengetahui apa bunyi pasal-pasal dalam RUU KUHP tersebut. Akibatnya timbul penafsiran yang salah dan menyebar seolah olah hak mereka dikebiri.

"Kita setuju  mahasiswa kritis dan berjuang tapi harus paham apa yang diperjuangkan," kata Luzi dihadapan 250 orang peserta.*/ril

   
 
Satu-satunya di Riau, Pemkab Siak Terima Anugerah Swasti Saba Kategori Wiwerda 2019
Selasa, 19 November 2019 - 13:56

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Selasa, 19 November 2019 - 13:03

Sengketa Lahan PT Arara Abadi vs Koperasi Tani Temui Titik Terang
Selasa, 19 November 2019 - 08:06

Bupati Kuansing Hadiri Milad Muhammadiyah ke-110
Selasa, 19 November 2019 - 08:02

Partai Demokrat Inhu Gelar Musancab
Selasa, 19 November 2019 - 07:56

Dua Atlet PBSI Inhil Ikut Kejurnas
Selasa, 19 November 2019 - 07:47

Sosialisasi Karhutla di Kelayang
Camat Kelayang: Hutan Tidak Dibakar Setan, Hutan Dibakar Manusia
Senin, 18 November 2019 - 12:09

Calon Pemimpin Kuansing yang Bertarung di Pilkada
Senin, 18 November 2019 - 12:01

Penjaringan Bupati dan Wakil Bupati Meranti, Bawaslu Ingatkan Praktik Pungutan Uang
Senin, 18 November 2019 - 11:55

Ini 4 Calon Dirut BRK yang Lulus Administrasi
Senin, 18 November 2019 - 11:47

Banyak Perusahaan Sawit Ilegal dan tak Taat Pajak, Dewan Minta Pemprov Riau Jangan Diam
Senin, 18 November 2019 - 11:46

Kasus Karhutka, Jaksa Siapkan 8 Jaksa Tuntut PT SSS di Persidangan
Senin, 18 November 2019 - 11:42

Motivasi Bankir Bank Muamalat Incar Kursi Direksi BRK Dipertanyakan
Senin, 18 November 2019 - 11:34

Setjen MUI Bahas Isu Sukmawati Bandingkan Sukarno dengan Nabi
Senin, 18 November 2019 - 11:29

Jejak Sukmawati: Puisi Azan Hingga Bandingkan Nabi Muhammad
Senin, 18 November 2019 - 10:57

PBNU Merespons, Sukmawati Sudah Keliru Besar
Senin, 18 November 2019 - 08:39

Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Bangsa
Senin, 18 November 2019 - 08:32

Novel Bamukmin: Tak Ada Pintu Damai Bagi Sukmawati
Senin, 18 November 2019 - 08:30

Soal Ahli Waris dan Wasiat Istana Siak, Ini Kata Bupati
Senin, 18 November 2019 - 08:19

BKN: Pelamar Abal-Abal di CPNS Ada yang Pasang Foto Sate
Senin, 18 November 2019 - 08:13

Bandingkan Nabi Dengan Bapaknya, PA 212: Kasihan Sukma, Tak Paham Agamanya Sendiri
Senin, 18 November 2019 - 08:07

Rajin Loncat Partai, Ahok Harusnya Mawas Diri Dan Tak Masuk BUMN
Senin, 18 November 2019 - 07:59

Benarkah Habib Rizieq Syihab Segera Pulang Dan Akan Ikut Reuni Akbar Mujahid 212 ?
Senin, 18 November 2019 - 07:46

Tengku Zulkarnain: Penghinaan Sukmawati Kepada Nabi Kelihatan Disengaja Dan Dibackup
Senin, 18 November 2019 - 07:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com