Home
Undang UAS Tanpa Izin Pimpinan, Pegawai KPK Bakal Diperiksa | Copot Kapolres Kampar Riau, Kapolri: Ini Persoalan Etika | Akses Jalan Lama Guntung-Teluk Makmur Terabaikan | PGN Resmikan Pengaliran Perdana Gas Rumah Tangga di Dumai | Anggota DPRD Riau Minta Bapenda Kejar Potensi Pajak dari Kendaaraan Plat Non BM | Dilaunching Bupati Bengkalis, SiCekgu Aplikasi untuk Mensejahterakan Guru
Kamis, 21 November 2019
/ Nasional / 09:57:08 / Pengamat: Kapasitas Rizal Ramli Untuk Jadi Menteri Ekonomi Tak Perlu Diragukan /
Pengamat: Kapasitas Rizal Ramli Untuk Jadi Menteri Ekonomi Tak Perlu Diragukan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:57:08 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi menjadi salah satu pos yang diperebutkan para elite politik. Sehingga Presiden Joko Widodo harus bisa memilih menteri di bidang ekonomi dari kalangan profesional yang tidak mencampur adukkan kepentingan politik.

Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mengatakan, terdapat tiga sektor kementerian yang harus dikelola oleh kalangan profesional, salah satunya di Kementerian Ekonomi yang menjadi penentu nasib bangsa.

"Kalau kita bicara normatifnya, ada sejumlah postur kementerian itu harus dari kalangan profesional, misalnya ekonomi, hukum dan industri. Ini tiga sektor yang sebenarnya secara logika sederhana harus dipegang oleh teman-teman yang profesional," ucap Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/10).

Namun, Kementerian Ekonomi menjadi bagian yang diinginkan oleh elit politik. Sehingga, kursi menteri di bidang ekonomi terjadi perebutan oleh para partai politik.

"Makanya di sinilah kemudian terjadi tarikan politik yang tidak sederhana antra parpol dan presiden tentu saja," jelasnya.

Ia menilai, sosok Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli memiliki kapasitas yang baik untuk duduk di jajaran menteri ekonomi.

Ketika Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Ia berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen menjadi hampir 6,5 persen. Hal itu dilakukan dengan cara tidak bergantung pada Internasional Monetary Fund (IMF)

Selain itu, di era itu pula Indonesia jadi satu-satunya pemerintahan yang berhasil mengurangi indeks kesenjangan ekonomi serta tidak melakukan impor beras selama kurun waktu dua tahun, sambil tetap menjaga kestabilan harga.

Pada era Gus Dur yang singkat itu juga, kenang Rizal, gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) naik dua kali lipat.

Selain itu, Rizal juga berhasil mengurangi utang Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari awalnya USD 85 miliar menjadi USD 35 miliar, atau berkurang USD 50 miliar. Hal itu menjadi sejarah pengurangan utang terbesar di Indonesia. [Rmol]

   
 
Satu-satunya di Riau, Pemkab Siak Terima Anugerah Swasti Saba Kategori Wiwerda 2019
Selasa, 19 November 2019 - 13:56

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Selasa, 19 November 2019 - 13:03

Sengketa Lahan PT Arara Abadi vs Koperasi Tani Temui Titik Terang
Selasa, 19 November 2019 - 08:06

Bupati Kuansing Hadiri Milad Muhammadiyah ke-110
Selasa, 19 November 2019 - 08:02

Partai Demokrat Inhu Gelar Musancab
Selasa, 19 November 2019 - 07:56

Dua Atlet PBSI Inhil Ikut Kejurnas
Selasa, 19 November 2019 - 07:47

Sosialisasi Karhutla di Kelayang
Camat Kelayang: Hutan Tidak Dibakar Setan, Hutan Dibakar Manusia
Senin, 18 November 2019 - 12:09

Calon Pemimpin Kuansing yang Bertarung di Pilkada
Senin, 18 November 2019 - 12:01

Penjaringan Bupati dan Wakil Bupati Meranti, Bawaslu Ingatkan Praktik Pungutan Uang
Senin, 18 November 2019 - 11:55

Ini 4 Calon Dirut BRK yang Lulus Administrasi
Senin, 18 November 2019 - 11:47

Banyak Perusahaan Sawit Ilegal dan tak Taat Pajak, Dewan Minta Pemprov Riau Jangan Diam
Senin, 18 November 2019 - 11:46

Kasus Karhutka, Jaksa Siapkan 8 Jaksa Tuntut PT SSS di Persidangan
Senin, 18 November 2019 - 11:42

Motivasi Bankir Bank Muamalat Incar Kursi Direksi BRK Dipertanyakan
Senin, 18 November 2019 - 11:34

Setjen MUI Bahas Isu Sukmawati Bandingkan Sukarno dengan Nabi
Senin, 18 November 2019 - 11:29

Jejak Sukmawati: Puisi Azan Hingga Bandingkan Nabi Muhammad
Senin, 18 November 2019 - 10:57

PBNU Merespons, Sukmawati Sudah Keliru Besar
Senin, 18 November 2019 - 08:39

Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Bangsa
Senin, 18 November 2019 - 08:32

Novel Bamukmin: Tak Ada Pintu Damai Bagi Sukmawati
Senin, 18 November 2019 - 08:30

Soal Ahli Waris dan Wasiat Istana Siak, Ini Kata Bupati
Senin, 18 November 2019 - 08:19

BKN: Pelamar Abal-Abal di CPNS Ada yang Pasang Foto Sate
Senin, 18 November 2019 - 08:13

Bandingkan Nabi Dengan Bapaknya, PA 212: Kasihan Sukma, Tak Paham Agamanya Sendiri
Senin, 18 November 2019 - 08:07

Rajin Loncat Partai, Ahok Harusnya Mawas Diri Dan Tak Masuk BUMN
Senin, 18 November 2019 - 07:59

Benarkah Habib Rizieq Syihab Segera Pulang Dan Akan Ikut Reuni Akbar Mujahid 212 ?
Senin, 18 November 2019 - 07:46

Tengku Zulkarnain: Penghinaan Sukmawati Kepada Nabi Kelihatan Disengaja Dan Dibackup
Senin, 18 November 2019 - 07:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com