Home
Undang UAS Tanpa Izin Pimpinan, Pegawai KPK Bakal Diperiksa | Copot Kapolres Kampar Riau, Kapolri: Ini Persoalan Etika | Akses Jalan Lama Guntung-Teluk Makmur Terabaikan | PGN Resmikan Pengaliran Perdana Gas Rumah Tangga di Dumai | Anggota DPRD Riau Minta Bapenda Kejar Potensi Pajak dari Kendaaraan Plat Non BM | Dilaunching Bupati Bengkalis, SiCekgu Aplikasi untuk Mensejahterakan Guru
Kamis, 21 November 2019
/ Mozaik / 08:42:27 / Ketika Pendiri Facebook Memuji Karya Ibnu Khaldun /
Ketika Pendiri Facebook Memuji Karya Ibnu Khaldun
Selasa, 22 Oktober 2019 - 08:42:27 WIB

JAKARTA -  Muqaddimah Ibnu Khaldun merupakan salah satu kitab klasik yang paling populer dalam peradaban manusia hingga berabad-abad lamanya. Kitab ini sangat istimewa, sehingga pendiri Facebook, Mark  Zuckerberg memasukkannya dalam daftar wajib bacaan wajib manusia era digital. Dia menjadikan Muqaddimah sebagai bacaan bersama dalam komunitas A Years of Books yang digagasnya.

Ibnu Khaldun (1332-1406) merupakan seorang filsuf dan sejawaran muslim yang hidup di abad ke-14. Dia lahir di Tunisia dan wafat di Mesir. Sejak kecil, dia sudah hafal Alquran dan mampu menjadi seorang ulama, hakim, ahli fikih, ahli hukum, diplomat, para politik, dosen, sosiolog, sejarawan, hingga seniman, dan penyair.

Zuckerbeg tertarik membaca kitab ini karena fokus membahas alur kemunculan masyarakat dan kebudayaan, termasuk munculnya kota, politik, perdagangan, dan ilmu pengatahuan. Karena itu, menurut Zuckerberg karya Ibnu Khaldun ini layak dibaca agar manusia di era digital mengetahui tentang dunia yang dipahami saat itu.

Jauh sebelum ilmuan Barat menemukan berbagai macam terori ilmu sosialnya, Ibnu Khaldun melalui kitab Muqaddimah-nya ini sudah menelurkan terori-teori nya dengan lengkap, ilmiah, dan enak dibaca.

Teori-terorinya tentang berbagai studi ilmu pengetahuan merupakan temuan revolusioner yang diakui mendahului sekaligus dirujuk oleh para pemikir besar dunia, seperti Adam Smith, Max Weber, dan Arnold Y Toynbee. Karena itu, tak heran jika Ibnu Khaldun diakui sebagai bapak ilmu sosial, ekonomi, dan sejarah.

Dalam pembukaan Muqaddimah, Ibnu Khaldun mengawalinya dengan menjelaskan karakteristik bagsa-bangsa yang akan ia tulis. Misalnya, dia menjelaskan tentang karakteristik orang Badui, bagaimana cara mereka hidup, apa yang mereka kerjakan dan seterusnya.

Tidak hanya itu, Ibnu Khaldun bahkan menjelaskan sampai pada possi geografinya, jumlah muslim dan cuaca. Penjelasan tersebut diutarakan agar para pembaca tidak keliru dalam melihat sejarah secara utuh dan menyeluruh.

Kitab Muqaddimah ini selesai ditulis pada 1377 masehi. Namun, gagasan Ibnu Khaldun dalam buku ini masih relevan untuk diaplikasikan dalam penyelesaikan masalah-masalah yang muncul pada era digital ini. Karena itu, kitab ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia. [Republika]

 

   
 
Satu-satunya di Riau, Pemkab Siak Terima Anugerah Swasti Saba Kategori Wiwerda 2019
Selasa, 19 November 2019 - 13:56

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Selasa, 19 November 2019 - 13:03

Sengketa Lahan PT Arara Abadi vs Koperasi Tani Temui Titik Terang
Selasa, 19 November 2019 - 08:06

Bupati Kuansing Hadiri Milad Muhammadiyah ke-110
Selasa, 19 November 2019 - 08:02

Partai Demokrat Inhu Gelar Musancab
Selasa, 19 November 2019 - 07:56

Dua Atlet PBSI Inhil Ikut Kejurnas
Selasa, 19 November 2019 - 07:47

Sosialisasi Karhutla di Kelayang
Camat Kelayang: Hutan Tidak Dibakar Setan, Hutan Dibakar Manusia
Senin, 18 November 2019 - 12:09

Calon Pemimpin Kuansing yang Bertarung di Pilkada
Senin, 18 November 2019 - 12:01

Penjaringan Bupati dan Wakil Bupati Meranti, Bawaslu Ingatkan Praktik Pungutan Uang
Senin, 18 November 2019 - 11:55

Ini 4 Calon Dirut BRK yang Lulus Administrasi
Senin, 18 November 2019 - 11:47

Banyak Perusahaan Sawit Ilegal dan tak Taat Pajak, Dewan Minta Pemprov Riau Jangan Diam
Senin, 18 November 2019 - 11:46

Kasus Karhutka, Jaksa Siapkan 8 Jaksa Tuntut PT SSS di Persidangan
Senin, 18 November 2019 - 11:42

Motivasi Bankir Bank Muamalat Incar Kursi Direksi BRK Dipertanyakan
Senin, 18 November 2019 - 11:34

Setjen MUI Bahas Isu Sukmawati Bandingkan Sukarno dengan Nabi
Senin, 18 November 2019 - 11:29

Jejak Sukmawati: Puisi Azan Hingga Bandingkan Nabi Muhammad
Senin, 18 November 2019 - 10:57

PBNU Merespons, Sukmawati Sudah Keliru Besar
Senin, 18 November 2019 - 08:39

Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Bangsa
Senin, 18 November 2019 - 08:32

Novel Bamukmin: Tak Ada Pintu Damai Bagi Sukmawati
Senin, 18 November 2019 - 08:30

Soal Ahli Waris dan Wasiat Istana Siak, Ini Kata Bupati
Senin, 18 November 2019 - 08:19

BKN: Pelamar Abal-Abal di CPNS Ada yang Pasang Foto Sate
Senin, 18 November 2019 - 08:13

Bandingkan Nabi Dengan Bapaknya, PA 212: Kasihan Sukma, Tak Paham Agamanya Sendiri
Senin, 18 November 2019 - 08:07

Rajin Loncat Partai, Ahok Harusnya Mawas Diri Dan Tak Masuk BUMN
Senin, 18 November 2019 - 07:59

Benarkah Habib Rizieq Syihab Segera Pulang Dan Akan Ikut Reuni Akbar Mujahid 212 ?
Senin, 18 November 2019 - 07:46

Tengku Zulkarnain: Penghinaan Sukmawati Kepada Nabi Kelihatan Disengaja Dan Dibackup
Senin, 18 November 2019 - 07:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com