Home
Undang UAS Tanpa Izin Pimpinan, Pegawai KPK Bakal Diperiksa | Copot Kapolres Kampar Riau, Kapolri: Ini Persoalan Etika | Akses Jalan Lama Guntung-Teluk Makmur Terabaikan | PGN Resmikan Pengaliran Perdana Gas Rumah Tangga di Dumai | Anggota DPRD Riau Minta Bapenda Kejar Potensi Pajak dari Kendaaraan Plat Non BM | Dilaunching Bupati Bengkalis, SiCekgu Aplikasi untuk Mensejahterakan Guru
Kamis, 21 November 2019
/ Riau Region / 13:20:18 / Tolak Nadiem Jadi Menteri, Driver Ojol Mau Demo Besar-besaran /
Tolak Nadiem Jadi Menteri, Driver Ojol Mau Demo Besar-besaran
Selasa, 22 Oktober 2019 - 13:20:18 WIB

JAKARTA - Sejumlah calon menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II mulai tampak. Kemarin, Jokowi memanggil calon-calon tersebut untuk menghadap.

Dari sejumlah calon yang dipanggil, ada satu yang menarik perhatian. Ia adalah pendiri Gojek, Nadiem Makarim.

Nadiem menarik perhatian tak lepas dari perusahaan yang ia dirikan Gojek, di mana perusahaan itu telah menjelma sebagai decacorn yakni perusahaan dengan valuasi US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun (kurs Rp 14.000). Lalu, ia menjadi sorotan karena menjadi salah satu calon menteri muda Jokowi.

Namun, masuknya Nadiem ke daftar calon menteri mendapat penolakan. Penolakan itu datang dari para mitranya sendiri yakni sopir atau driver ojek online (ojol). Para driver bahkan mengancam akan menggelar aksi besar-besaran jika Jokowi menjadikan Nadiem sebagai menteri.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan, driver ojol akan demo besar-besaran jika Jokowi tetap menjadikan Nadiem sebagai menteri. Aksi itu akan digelar di seluruh Indonesia.

"Apabila akhirnya Presiden Jokowi tetap menunjuk Nadiem sebagai salah satu menteri ya kami mungkin bisa melakukan aksi penolakan, pergerakan dari seluruh Indonesia. Pastinya yang disasar Presiden Jokowi sendiri," katanya kepada detikcom, Senin (21/10/2019).

"Kita sudah peringatkan jangan tunjuk Nadiem kalau tetap menunjuk pasti akan pergerakan ojol di seluruh Indonesia, penolakan Nadiem," ujarnya.

Igun menuturkan, saat ini dirinya sedang berkomunikasi dengan para driver yang lain. Dia menuturkan, aksi bisa digelar kapan saja, sebelum atau pun sesudah pengumuman menteri.

"Kami lagi konsolidasi dulu dengan temen-temen seluruh Indonesia, intinya kami akan penolakan. Konsolidasi dulu, apakah bisa sebelum pengumuman, sesudah pengumuman, atau saat pengumuman," terang Igun.

Igun mengatakan, ada dua alasan para driver menolak Nadiem sebagai menteri. Pertama, kendati Nadiem sudah melepas jabatan di Gojek, ia masih tercatat sebagai pemilik bisnis. Artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek.

"Karena Nadiem sebagai pendiri Gojek pemilik bisnis Gojek walaupun secara struktural melepas jabatan-jabatannya di struktur manajemen Gojek, namun dia pemilik bisnis," ujarnya.

Alasan kedua, dia menjelaskan, Nadiem sendiri besar karena mitra-mitranya. Padahal, mitra ini belum sejahtera karena pendapatan seperti bonus ini terpotong.

Dia mengatakan, selama ini Gojek terus berkembang dan hasilnya dinikmati oleh korporasi. Di sisi lain, para driver merasa sulit karena pendapatannya tergerus.

"Jangan dilihat startup decacorn si Nadiem namun harus mengkaji, di belakang ada mitra ojol yang belum sejahtera. Bagaimana mencoba dengan kompetensinya mensejahterakan rakyat Indonesia, apabila korporasi sendiri belum bisa mensejahterakan mitranya," ungkapnya.

"Untung besar korporasinya namun bagi kami tidak sejahtera. Kami tidak harapkan untung besar namun pendapatan harusnya sesuai kerja kami di lapangan, itu dasar kami menolak," terangnya.

VP Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say, menegaskan bahwa pihaknya menyambut positif pemanggilan Nadiem oleh Presiden Jokowi untuk masuk dalam kabinet. Dia bilang, Nadiem telah mendapat dukungan dari mayoritas mitra driver.

"Kami gembira dan bangga bahwa Nadiem telah dipanggil oleh Presiden untuk menjadi salah satu anggota kabinet yang baru. Kami juga senang telah menerima berbagai dukungan dari mayoritas mitra driver yang disampaikan di sosial media serta pesan-pesan dukungan masyarakat pada umumnya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Dia menambahkan Gojek selalu terbuka menerima masukan dari para mitranya.

"Gojek selalu terbuka menerima setiap masukkan dari mitra driver kami. Gojek juga telah menyediakan forum komunikasi rutin di semua area operasional kami," tambahnya.

[Detik.com]

   
 
Satu-satunya di Riau, Pemkab Siak Terima Anugerah Swasti Saba Kategori Wiwerda 2019
Selasa, 19 November 2019 - 13:56

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Selasa, 19 November 2019 - 13:03

Sengketa Lahan PT Arara Abadi vs Koperasi Tani Temui Titik Terang
Selasa, 19 November 2019 - 08:06

Bupati Kuansing Hadiri Milad Muhammadiyah ke-110
Selasa, 19 November 2019 - 08:02

Partai Demokrat Inhu Gelar Musancab
Selasa, 19 November 2019 - 07:56

Dua Atlet PBSI Inhil Ikut Kejurnas
Selasa, 19 November 2019 - 07:47

Sosialisasi Karhutla di Kelayang
Camat Kelayang: Hutan Tidak Dibakar Setan, Hutan Dibakar Manusia
Senin, 18 November 2019 - 12:09

Calon Pemimpin Kuansing yang Bertarung di Pilkada
Senin, 18 November 2019 - 12:01

Penjaringan Bupati dan Wakil Bupati Meranti, Bawaslu Ingatkan Praktik Pungutan Uang
Senin, 18 November 2019 - 11:55

Ini 4 Calon Dirut BRK yang Lulus Administrasi
Senin, 18 November 2019 - 11:47

Banyak Perusahaan Sawit Ilegal dan tak Taat Pajak, Dewan Minta Pemprov Riau Jangan Diam
Senin, 18 November 2019 - 11:46

Kasus Karhutka, Jaksa Siapkan 8 Jaksa Tuntut PT SSS di Persidangan
Senin, 18 November 2019 - 11:42

Motivasi Bankir Bank Muamalat Incar Kursi Direksi BRK Dipertanyakan
Senin, 18 November 2019 - 11:34

Setjen MUI Bahas Isu Sukmawati Bandingkan Sukarno dengan Nabi
Senin, 18 November 2019 - 11:29

Jejak Sukmawati: Puisi Azan Hingga Bandingkan Nabi Muhammad
Senin, 18 November 2019 - 10:57

PBNU Merespons, Sukmawati Sudah Keliru Besar
Senin, 18 November 2019 - 08:39

Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Bangsa
Senin, 18 November 2019 - 08:32

Novel Bamukmin: Tak Ada Pintu Damai Bagi Sukmawati
Senin, 18 November 2019 - 08:30

Soal Ahli Waris dan Wasiat Istana Siak, Ini Kata Bupati
Senin, 18 November 2019 - 08:19

BKN: Pelamar Abal-Abal di CPNS Ada yang Pasang Foto Sate
Senin, 18 November 2019 - 08:13

Bandingkan Nabi Dengan Bapaknya, PA 212: Kasihan Sukma, Tak Paham Agamanya Sendiri
Senin, 18 November 2019 - 08:07

Rajin Loncat Partai, Ahok Harusnya Mawas Diri Dan Tak Masuk BUMN
Senin, 18 November 2019 - 07:59

Benarkah Habib Rizieq Syihab Segera Pulang Dan Akan Ikut Reuni Akbar Mujahid 212 ?
Senin, 18 November 2019 - 07:46

Tengku Zulkarnain: Penghinaan Sukmawati Kepada Nabi Kelihatan Disengaja Dan Dibackup
Senin, 18 November 2019 - 07:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com