Home
Kemasan Makanan Cepat Saji Ditemukan Picu Berbagai Penyakit | Kawanan Gajah Liar Rusak Puluhan Hektare Kebun Sawit Warga Gondai, Pelalawan | Kasus Covid-19 Melejit, DPRD Riau akan Buat Perda Agar Roda Ekonomi Tetap Jalan | Polisi Temukan Unsur Pidana, Anji dan Hadi Pranoto Terancam Dipenjara | Ini Kriteria Pekerja Bergaji Rp5 Juta yang Terima BLT Corona | DPRD Pekanbaru Minta Sekolah Ambil Kebijakan Bantu Biaya Internet Siswa Tak Mampu
Sabtu, 08 08 2020
/ Nasional / 10:32:56 / Din Syamsuddin, Keteguhan Hati Seorang Ulama /
Din Syamsuddin, Keteguhan Hati Seorang Ulama
Senin, 28 Oktober 2019 - 10:32:56 WIB

TAHUN 2014, Prof. KH. M. Din Syamsuddin, pernah ditulis JPPN, yang mengutip Majalah Al-Mashad yang diklaim terbit di Yaman disebut-sebut ada di daftar 101 dari 119 nama yang dirilis dan dimasukkan daftar tokoh terkait dengan gerakan Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS).
Tuduhan serius juga pernah dilontarkan oleh Burhanuddin Muhtadi. Ia mengkategorikan Prof. KH. Din Syamsuddin sebagai tokoh konservatif otoritatif yang memimpin Muhammadiyah. Ia mengatakan dalam masa kepemimpinan Prof KH. Din Syamsuddin (2005-2015) banyak aktivis HTI telah bergabung dengan organisasi Muhammadiyah.
Tidak hanya sampai disitu, ia menyebutkan bahwa tokoh-tokoh Islam moderat di internal Muhammadiyah mengalami kesulitan memasuki struktur kepemimpinan organisasi Muhammadiyah semenjak Prof. KH. Din Syamsuddin memimpin Muhammadiyah.

Sebagai kader Muda Muhammadiyah yang belajar secara mendalam tentang struktur kaderisasi dan aturan main organisasi, tentu tuduhan yang dilontarkan kepada Prof. KH. Din Syamsuddin merupakan tuduhan keji dan tak bertanggungjawab. Organisasi Muhammadiyah bukan organisasi massa, organisasi Muhammadiyah adalah organisasi kader dan setiap orang yang menjadi pimpinan, sekecil apapun jabatannya, tentu rekam jejaknya terpampang jelas di hadapan seluruh kader Muhammadiyah.

Dari tuduhan itu, kita patut curiga, ada agenda apa yang hendak ingin dituntaskan oleh pembenci Islam, sehingga menyerang tokoh-tokoh Islam secara membabi-buta? Sepertinya operasi radikalisme ini merupakan proyek deislamisasi tahap akhir di Indonesia. Karena semua orang sudah pasrah menerima stempel radikalisme dari negara dengan mencap dan merusak tokoh-tokoh yang selama ini sangat kokoh berdiri membela Islam.

Tokoh yang konsisten dan vokal hari-hari ini, yang terus men-counter isu radikalisme dan berbagai tuduhan terhadap Islam dan umat Islam, salah satunya yang paling mencolok ialah Prof. KH. Din Syamsuddin. Mungkin karena beliau selalu hadir membela, maka operasi untuk merusak citranya dimainkan. Memunculkan kembali isu lama yang sebenarnya tidak jelas kebenarannya.

Tuduhan mereka naif. Prof. KH. Din Syamsuddin bukanlah orang yang baru hadir dalam panggung nasional. Atau sosok yang muncul tiba-tiba. Menuduhnya dengan tuduhan membiayai terorisme dan ISIS atau seperti yang dituduhkan oleh Burhanuddin Muhtadi merupakan sebuah fitnah yang keji.

Dari muda rekam jejaknya jelas, Memimpin organisasi otonom Muhammadiyah yaitu menjadi Ketua Umum IMM, menjadi Ketua Umum Muhammadiyah dua periode. Pendidikannya pun jelas dan terang. Karya-karyanya banyak dibaca oleh generasi muda. Apakah karena membela agama itu dianggap radikalisme dan pro ISIS? Negara jangan lagi menambah kekecewaan dan kecemburuan di tengah umat Islam, kita ingin membangun negara, jangan disia-siakan dengan radikal-radikalan.

Resiko Membela Keyakinan

Memang sudah menjadi hukum kehidupan membela kebenaran di tengah kekuasaan yang zalim hanya dapat dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian utama. Karena pasti tentu fitnah dan serangan pasti akan lebih dahsyat.

Apa yang diungkapkan Prof. KH. Din Syamsuddin menanggapi kegagapan kekuasaan tentang narasi radikalisme merupakan masukan untuk meluruskan kekuasaan. Kenapa begitu benci pada nasihat?

Radikalisme dan terorisme mungkin ada, dan itu saya juga mengakui ada. Tetapi menjadikan masjid dan ceramah agama sebagai dalil untuk menyebutkan radikalisme tentu sangat menyakiti umat Islam. Apalagi meneteri-menteri kabinet yang baru dibentuk ramai-ramai memprogramkan radikalisme. Akhirnya kabinet baru ini seperti 'Kabinet Antiradikalisme'.

Ingat tugas negara memberikan rasa aman kepada warga negara, jangan memunculkan sesuatu yang bisa menimbulkan kecemburuan dan rasa tidak adil di kalangan masyarakat. Kalau benar radikalisme itu ada, maka selesaikan menurut hukum yang berlaku.

Saya tidak rela, kalau ada tokoh seperti Prof. KH Din Syamsuddin dianggap radikal membiayai ISIS dan lain-lain hanya karena membela agama dari tuduhan-tuduhan yang selama ini dilontarkan oleh orang-orang yang menganggap diri paling Pancasila dan NKRI. Justru yang paling berbahaya adalah merasa dari paling Pancasila, paling NKRI namun memusuhi ceramah dan memancing keributan.

Wallahualam bis shawab. 

[rmol]

Furqan Jurdi
Ketua Umum Komunitas Pemuda Madani, Ketua Lembaga Dakwah DPP IMM.


   
 
Budi Yuwono: 9 orang Terkonfirmasi Positif Covid 19, dua Orang Sembuh
Rabu, 05 Agustus 2020 - 06:55

KPK Periksa Kadis dan Mantan Kadis LHK Riau terkait Suap Alih Fungsi Hutan
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:28

Riset: Orang Indonesia Lebih Religius Dibandingkan Negara Lain
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:20

WHO Sebut Dampak Pandemi Virus Corona Bakal Sampai Puluhan Tahun
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:14

Polres Inhu Akhirnya Berhasil Ringkus Pembunuh Gajah Di Kelayang
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:06

16 Warga Riau Terkonfirmasi Positif COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri, Begini Syaratnya
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:02

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:55

Refly Harun Sebut Kasus Harun Masiku Lebih Bahaya Dibanding Djoko Tjandra
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:50

Gubri Tanam 2.020 Batang Bibit Mangrove dan Bakau di Dumai
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:46

Gelar Swab Massal, Kantor Pusat Bank Riau Kepri Tutup Sementara
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:45

Didesak Evaluasi Kadiskes M Noer, Begini Respon Walikota Pekanbaru
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:36

Pengurus Golkar Siak dan Rohil Masih Dualisme, Musda Tunggu Putusan Mahkamah Partai
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:16

Hewan qurban Kabupaten siak berjumlah 1924 ekor
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:13

Shalat Idul Adha Di Tengah Pandemi,
Bupati Alfedri: Mari Bersama Kita Mengambil Ikmah Dari Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:07

Suhu Malam Lebih Dingin Saat Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:51

62.934 Warga Riau Telah Dirapid Test
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:40

Sempat Ditertibkan, Ruli di Air Hitam Kembali Menjamur
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:29

Video Pornonya Viral, Menteri Pendidikan Zambia Dipecat
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:25

Jelang HUT Riau, Gubri Instruksikan ASN dan THL Kenakan Pakaian Melayu
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:23

Maju Pilkada Meranti, M Adil Klaim akan Diusung Lebih dari 3 Parpol
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:20

Pemprov Riau Alokasi Anggaran Rp25 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Akibat Covid-19
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:17

Seorang Tetangga Cekcok Sampai Tega Guyur Nenek, Bikin Geram Netizen
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:10

Ahli Nutrisi: Daging Kambing Picu Darah Tinggi Hanya Mitos
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:00

Keluar Rumah tanpa Masker di Pekanbaru, Siap-siap Kena Denda Rp250 Ribu
Jumat, 31 Juli 2020 - 11:55

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com