Home
Pemerintah: Jaringan 5G di Ibu Kota Baru Rampung Sebelum 2024 | McGregor Menang, Bilzerian Kalah Rp13,6 Miliar dalam 40 Detik | Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari | Disperindag Pekanbaru Pastikan Masyarakat Miskin Tetap Dapat Subsidi Gas 3 Kg | KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan | Eks Kades Bukit Batu Bengkalis Terancam Dijemput Paksa
Selasa, 21 Januari 2020
/ Nasional / 10:32:56 / Din Syamsuddin, Keteguhan Hati Seorang Ulama /
Din Syamsuddin, Keteguhan Hati Seorang Ulama
Senin, 28 Oktober 2019 - 10:32:56 WIB

TAHUN 2014, Prof. KH. M. Din Syamsuddin, pernah ditulis JPPN, yang mengutip Majalah Al-Mashad yang diklaim terbit di Yaman disebut-sebut ada di daftar 101 dari 119 nama yang dirilis dan dimasukkan daftar tokoh terkait dengan gerakan Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS).
Tuduhan serius juga pernah dilontarkan oleh Burhanuddin Muhtadi. Ia mengkategorikan Prof. KH. Din Syamsuddin sebagai tokoh konservatif otoritatif yang memimpin Muhammadiyah. Ia mengatakan dalam masa kepemimpinan Prof KH. Din Syamsuddin (2005-2015) banyak aktivis HTI telah bergabung dengan organisasi Muhammadiyah.
Tidak hanya sampai disitu, ia menyebutkan bahwa tokoh-tokoh Islam moderat di internal Muhammadiyah mengalami kesulitan memasuki struktur kepemimpinan organisasi Muhammadiyah semenjak Prof. KH. Din Syamsuddin memimpin Muhammadiyah.

Sebagai kader Muda Muhammadiyah yang belajar secara mendalam tentang struktur kaderisasi dan aturan main organisasi, tentu tuduhan yang dilontarkan kepada Prof. KH. Din Syamsuddin merupakan tuduhan keji dan tak bertanggungjawab. Organisasi Muhammadiyah bukan organisasi massa, organisasi Muhammadiyah adalah organisasi kader dan setiap orang yang menjadi pimpinan, sekecil apapun jabatannya, tentu rekam jejaknya terpampang jelas di hadapan seluruh kader Muhammadiyah.

Dari tuduhan itu, kita patut curiga, ada agenda apa yang hendak ingin dituntaskan oleh pembenci Islam, sehingga menyerang tokoh-tokoh Islam secara membabi-buta? Sepertinya operasi radikalisme ini merupakan proyek deislamisasi tahap akhir di Indonesia. Karena semua orang sudah pasrah menerima stempel radikalisme dari negara dengan mencap dan merusak tokoh-tokoh yang selama ini sangat kokoh berdiri membela Islam.

Tokoh yang konsisten dan vokal hari-hari ini, yang terus men-counter isu radikalisme dan berbagai tuduhan terhadap Islam dan umat Islam, salah satunya yang paling mencolok ialah Prof. KH. Din Syamsuddin. Mungkin karena beliau selalu hadir membela, maka operasi untuk merusak citranya dimainkan. Memunculkan kembali isu lama yang sebenarnya tidak jelas kebenarannya.

Tuduhan mereka naif. Prof. KH. Din Syamsuddin bukanlah orang yang baru hadir dalam panggung nasional. Atau sosok yang muncul tiba-tiba. Menuduhnya dengan tuduhan membiayai terorisme dan ISIS atau seperti yang dituduhkan oleh Burhanuddin Muhtadi merupakan sebuah fitnah yang keji.

Dari muda rekam jejaknya jelas, Memimpin organisasi otonom Muhammadiyah yaitu menjadi Ketua Umum IMM, menjadi Ketua Umum Muhammadiyah dua periode. Pendidikannya pun jelas dan terang. Karya-karyanya banyak dibaca oleh generasi muda. Apakah karena membela agama itu dianggap radikalisme dan pro ISIS? Negara jangan lagi menambah kekecewaan dan kecemburuan di tengah umat Islam, kita ingin membangun negara, jangan disia-siakan dengan radikal-radikalan.

Resiko Membela Keyakinan

Memang sudah menjadi hukum kehidupan membela kebenaran di tengah kekuasaan yang zalim hanya dapat dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian utama. Karena pasti tentu fitnah dan serangan pasti akan lebih dahsyat.

Apa yang diungkapkan Prof. KH. Din Syamsuddin menanggapi kegagapan kekuasaan tentang narasi radikalisme merupakan masukan untuk meluruskan kekuasaan. Kenapa begitu benci pada nasihat?

Radikalisme dan terorisme mungkin ada, dan itu saya juga mengakui ada. Tetapi menjadikan masjid dan ceramah agama sebagai dalil untuk menyebutkan radikalisme tentu sangat menyakiti umat Islam. Apalagi meneteri-menteri kabinet yang baru dibentuk ramai-ramai memprogramkan radikalisme. Akhirnya kabinet baru ini seperti 'Kabinet Antiradikalisme'.

Ingat tugas negara memberikan rasa aman kepada warga negara, jangan memunculkan sesuatu yang bisa menimbulkan kecemburuan dan rasa tidak adil di kalangan masyarakat. Kalau benar radikalisme itu ada, maka selesaikan menurut hukum yang berlaku.

Saya tidak rela, kalau ada tokoh seperti Prof. KH Din Syamsuddin dianggap radikal membiayai ISIS dan lain-lain hanya karena membela agama dari tuduhan-tuduhan yang selama ini dilontarkan oleh orang-orang yang menganggap diri paling Pancasila dan NKRI. Justru yang paling berbahaya adalah merasa dari paling Pancasila, paling NKRI namun memusuhi ceramah dan memancing keributan.

Wallahualam bis shawab. 

[rmol]

Furqan Jurdi
Ketua Umum Komunitas Pemuda Madani, Ketua Lembaga Dakwah DPP IMM.

   
 
Pelaku Mutilasi Mayat Tanpa Kepala di Dumai Berhasil Ditangkap di Pekanbaru
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:26

Kisruh Natuna, Indonesia Dinilai Bisa Gunakan Klaim Sejarah
Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:04

Gubri Sudah Sampaikan Soal Embarkasi Haji Penuh ke Menteri Agama
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:56

Serangan Rudal Iran Bikin Tentara AS Kena Tanda-tanda Gegar Otak
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:52

DPP PAN Terbitkan 3 Rekomendasi Balon Pilkada Bengkalis, Salah Satunya Bagus Santoso
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:41

Dosen PTN di Padang Cabuli Mahasiswi di Toilet Kampus
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:38

Karhutla di Desa Tasik Serai Bengkalis, Satgas Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:36

Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:21

Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:09

30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko
Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:06

Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:55

Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:44

Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020 - 08:25

BBKSDA Riau Pasang 14 Plang Larangan di SM Kerumutan, Ini Tujuannya
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:36

DLH Dumai Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan PT Eka Dura Indonesia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:34

Garap Lahan Ilegal, DPRD Riau Desak PT BHI Bayar Kerugian Daerah
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:12

Karhutla di Kawasan Konservasi SM Giam Siak, Satgas Berjibaku Padamkan Api
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:58

Siapkan APBD Pro Rakyat, DPRD Riau dan Pemprov Sepakati Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:53

Rudal Baru AS Bisa Jangkau Sasaran di Seluruh Dunia Kurang dari 1 Jam
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:43

Tahun Ini Pemko Pekanbaru Fokus ke DED Penanggulangan Banjir
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:35

Ada Kebakaran Lahan di Rumbai, Diduga Disengaja
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:32

Hari Ini Hujan akan Mengguyur Sejumlah Wilayah di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:27

Pemilik Saham akan Pilih 4 Pimpinan Bank Riau Kepri Siang Ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:24

#KPKMencretLawanPDIP Trending Topic, Netizen: Kok Makin Amburadul Begini?
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com