Home
Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi | Rumah Tempat Transaksi Narkoba Digrebek Polisi, Dua Tersangka Diringkus | Hamili Anak Sendiri, Ayah Bejat ini Ditangkap | Maruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun | SK Sekdaprov Riau Definitif Belum Keluar, BKD Ajukan Ahmad Syah Sebagai Plh | Hari Ini Hujan akan Guyur Sebagian Riau
Rabu, 13 November 2019
/ Lifestyle / 10:06:48 / Ini Faktor Penyebab Perempuan Indonesia Terhambat Kariernya /
Ini Faktor Penyebab Perempuan Indonesia Terhambat Kariernya
Rabu, 06 November 2019 - 10:06:48 WIB

JAKARTA - Sedikitnya jumlah perempuan yang bekerja di perusahaan menjadi perhatian saat ini. Menurut riset dari lembaga konsultan firma McKinsey & Company, ada beberapa hambatan bagi perempuan, yang menjadi alasan tak banyak perempuan bisa bekerja di sebuah perusahaan.

Associate Partner McKinsey & Company, Sebastian Jammer, mengatakan, sebenarnya perempuan memiliki ambisi yang sama dengan laki-laki di ranah pekerjaan. "Perempuan yang bekerja, bukan tidak ingin memiliki karier dan bukan tidak ingin bekerja. Keinginan itu hampir sama dengan keinginan laki-laki," ungkap dia di kantor Gojek, di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam riset yang dilakukan pada 2013 lalu, sebanyak 79 persen perempuan yang terlibat dalam riset, mengatakan ingin memiliki karier yang cemerlang saat dia bekerja. Perempuan juga memiliki aspirasi untuk menempati jabatan yang tinggi di perusahaan.

Persentase itu hampir mirip dengan persentase laki-laki yang terlibat dalam riset. Laki-laki juga ingin memiliki jenjang karier yang lebih panjang dan lebih tinggi. Persentasenya sebanyak 81 persen dari jumlah responden.

Akan tetapi, ada hambatan-hambatan yang menjadi alasan mengapa masih sedikitnya perempuan yang berkarier. Hal yang pertama adalah perempuan biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah untuk meraih karier yang lebih tinggi.

Setidaknya, ada sebanyak 58 persen responden perempuan yang bekerja pada jabatan level menengah ke atas yang berpendapat tidak setuju akan kepercayaan diri mengenai sukses mencapai karier yang tinggi. Persentase ini lebih rendah dari pada responden laki-laki yang setuju percaya diri, dengan persentase 76 persen.

Lalu, pada jabatan level senior, ada sebanyak 69 persen responden perempuan yang berpendapat tidak setuju akan kepercayaan diri mengenai sukses mencapai karier tinggi. Persentase ini juga lebih rendah dari persentase responden laki-laki dengan jumlah 86 persen.

"Hal ini sebenarnya bisa didukung oleh lingkungan dengan tidak menilai perempuan hanya dari penampilannya saja. Dan sebagai perempuan, sebaiknya cobalah untuk lebih percaya diri," ungkap Sebastian.

Hambatan berikutnya adalah perempuan merasa tidak didukung oleh lingkungan sekitarnya. Setidaknya ada 59 persen responden perempuan yang merasa tidak didukung atau merasa netral dalam dunia pekerjaannya.

"Saya yakin kita tidak ada masalah dengan merekrut perempuan dalam perusahaan kita. Tapi apakah kita benar-benar merekrut perempuan secara eksplisit dan mendukungnya?" kata dia.

Hambatan yang terakhir ditemukan di Indonesia adalah perempuan di Indonesia masih banyak yang menjadi tumpuan kepercayaan oleh keluarga mereka. Setidaknya ada 78 persen responden perempuan yang percaya bahwa harapan keluarga pada perempuan menahan mereka untuk berkarier lebih tinggi.

Artinya, masih ditemukan di Indonesia bahwa perempuan masih diinginkan untuk berada di rumah saja oleh keluarga, mengurus anak, dan mengurus rumah. Akan tetapi, McKinsey & Company menemukan itu paling banyak di kota-kota kecil, bahkan pedesaan.

"Di kota metropolitan seperti di Jakarta, keluarga progresif dan lebih tidak masalah. Karena keluarganya pun mendukung karena hidup di Jakarta harus banyak pendapatan buat keluarga. Kalau di kota yang lebih kecil, seperti Bandung, umumnya lebih tradisional," tutur Sebastian.

Meskipun demikian, McKinsey & Company menilai pelibatan perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia memiliki nilai sedikit lebih bagus dari rata-rata di Asia Pasifik. Sebastian memberikan apresiasi mengenai ini, namun tetap saja dalam penambahan pelibatan perempuan, kata dia, harus terus ditingkatkan lagi. [Republika]

   
 
Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:24

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:21

CPNS 2019: Passing Grade Diturunkan dan Ada Soal Radikalisme
Selasa, 12 November 2019 - 13:17

Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Dihindari
Selasa, 12 November 2019 - 13:15

Munarman: Kasus Hukum Habib Rizieq Cuma Dua Dan Sudah SP3
Selasa, 12 November 2019 - 13:01

Pasca Kasus Bullying SMPN 38, Disdik Pekanbaru Terbitkan Surat Imbauan untuk SD dan SMP
Selasa, 12 November 2019 - 12:58

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 12:53

Security BOB Gagalkan Aksi Illegal Tapping di Kawasan Gasib
Selasa, 12 November 2019 - 12:51

RSD Madani Kalah Sama Puskesmas, Wawako Ayat Cahyadi Heran
Selasa, 12 November 2019 - 12:48

Polsek Kuantan Mudik Amankan Seorang Wanita Pembawa Sabu
Selasa, 12 November 2019 - 12:42

Kontribusi tak Ada, Jalan Jadi Rusak, Dewan akan Buat Perda Menertibkan Truk Non BM di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 09:35

Persaingan Ketat, Pelamar CPNS Diprediksi 4 Juta Orang
Selasa, 12 November 2019 - 09:32

Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30

Perhatikan Ini Sebelum Investasi Logam Mulia
Selasa, 12 November 2019 - 09:27

Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25

Meski Dicekal, Habib Rizieq Bebas Lakukan Umrah
Selasa, 12 November 2019 - 09:19

Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56

Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV
Senin, 11 November 2019 - 13:54

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Senin, 11 November 2019 - 12:30

Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon
Senin, 11 November 2019 - 11:01

Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Senin, 11 November 2019 - 10:58

FPI Bakal Ungkap Bukti Pencekalan Habib Rizieq
Senin, 11 November 2019 - 10:39

Gubri Hadiri Pengukuhan FKPMR Masa Khidmat 2019-2024
Senin, 11 November 2019 - 10:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com