Home
Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi | Rumah Tempat Transaksi Narkoba Digrebek Polisi, Dua Tersangka Diringkus | Hamili Anak Sendiri, Ayah Bejat ini Ditangkap | Maruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun | SK Sekdaprov Riau Definitif Belum Keluar, BKD Ajukan Ahmad Syah Sebagai Plh | Hari Ini Hujan akan Guyur Sebagian Riau
Rabu, 13 November 2019
/ Peristiwa / 08:10:16 / Hindari Polemik, MUI Pekanbaru Minta Pemerintah Buat Definisi Radikalisme /
Hindari Polemik, MUI Pekanbaru Minta Pemerintah Buat Definisi Radikalisme
Jumat, 08 November 2019 - 08:10:16 WIB

PEKANBARU - Pemerintahan Jokowi-Maruf saat ini tengah serius ingin memberantas radikalisme, namun hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat hingga menjadi perbincangan hangat.

Mengenai hal ini Ketua Fatwa MUI Pekanbaru, Prof Akbarizan menyebut pemerintah harus benar-benar menjelaskan kepada publik apa itu kelompok radikal dan radikalisme. Hal itu agar masyarakat tidak salah menangkap atau saling tuduh yang dapat menyebabkan masalah baru.

Menyangkut hal tersebut, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru meminta sebelum pemerintah pusat menindak kelompok radikal ataupun bahaya radikalisme agar terlebih dahulu menjelaskan apa itu radikal agar tidak menimbulkan polemik baru di masyarakat.

"Kalau definisi radikal yang dimaksud pemerintah kelompok yang intoleran, anti NKRI dan anti Pancasila, itu saya sepakat. Cuma indikator melihat orang itu anti pancasila, anti NKRI, intoleran itu seperti apa yang masih belum jelas," Cakapnya, Kamis (07/11/2019).

Guru besar di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau ini juga meminta agar pemerintah merincikan secara detil apakah yang dimaksud dengan kelompok radikal.

"Apakah nanti ada yang kritik pemerintah bisa dicap radikal? Padahal bisa saja yang mengkritik itu yang paling mencintai NKRI. Begitu pun sebaliknya. Maka definisi itu yang harusnya pemerintah bawa ke masyarakat. Supaya radikalisme ini tidak menjadi isu liar," Cakapnya lagi.

Sama halnya dengan tudingan menghina agama orang lain, apakah pihak yang kena tuduh itu disebut radikal atau tidak.

Prof Akbarizan yang juga menjabat Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pekanbaru ketika ditanya apakah dengan mengkritik orang dapat disebutkan sebagai radikal, Prof Akbarizan mengatakan.

"Kalau iya bisa disebut radikal, maka itu harusnya berlaku untuk semua tidak memandang agama tertentu. Misal tuduhan radikal itu hanya umat Islam. Tidak bisa. Jadi radikal itu berlaku untuk semua, dan tidak hanya dituduhkan pada satu kelompok atau agama tententu," tegasnya.

Agar tak banyak menimbulkan polemik di kalangan masyarakat, Pemerintah Pusat terutama Menteri Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) agar menjelaskan definisi apa saja yang dapat disebutkan apa itu kelompok radikal dan radikalisme.

"Harus didudukkan betul-betul. Jangan sampai orang yang sedang menegakkan atau menjalankan perintah agama, malah nanti dituduh radikal. Saya sering sampaikan dimana-mana, misal ada negara atau pihak yang mau menjajah Indonesia, saya yakin yang paling terdepan itu dari umat Islam," bebernya.

"Makanya jangan-jangan yang dituduh radikal, malah paling cinta Indonesia. Sedangkan mereka yang mengaku paling NKRI nanti malah kabur entah kemana kalau Indonesia tertimpa masalah," tutup Prof Akbarizan. (CAKAPLAH)

   
 
Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:24

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:21

CPNS 2019: Passing Grade Diturunkan dan Ada Soal Radikalisme
Selasa, 12 November 2019 - 13:17

Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Dihindari
Selasa, 12 November 2019 - 13:15

Munarman: Kasus Hukum Habib Rizieq Cuma Dua Dan Sudah SP3
Selasa, 12 November 2019 - 13:01

Pasca Kasus Bullying SMPN 38, Disdik Pekanbaru Terbitkan Surat Imbauan untuk SD dan SMP
Selasa, 12 November 2019 - 12:58

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 12:53

Security BOB Gagalkan Aksi Illegal Tapping di Kawasan Gasib
Selasa, 12 November 2019 - 12:51

RSD Madani Kalah Sama Puskesmas, Wawako Ayat Cahyadi Heran
Selasa, 12 November 2019 - 12:48

Polsek Kuantan Mudik Amankan Seorang Wanita Pembawa Sabu
Selasa, 12 November 2019 - 12:42

Kontribusi tak Ada, Jalan Jadi Rusak, Dewan akan Buat Perda Menertibkan Truk Non BM di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 09:35

Persaingan Ketat, Pelamar CPNS Diprediksi 4 Juta Orang
Selasa, 12 November 2019 - 09:32

Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30

Perhatikan Ini Sebelum Investasi Logam Mulia
Selasa, 12 November 2019 - 09:27

Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25

Meski Dicekal, Habib Rizieq Bebas Lakukan Umrah
Selasa, 12 November 2019 - 09:19

Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56

Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV
Senin, 11 November 2019 - 13:54

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Senin, 11 November 2019 - 12:30

Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon
Senin, 11 November 2019 - 11:01

Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Senin, 11 November 2019 - 10:58

FPI Bakal Ungkap Bukti Pencekalan Habib Rizieq
Senin, 11 November 2019 - 10:39

Gubri Hadiri Pengukuhan FKPMR Masa Khidmat 2019-2024
Senin, 11 November 2019 - 10:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com