Home
Taliban Tawarkan AS Gencatan Senjata 10 Hari | Saleh Daulay: Kenaikan Elpiji 3 Kg Menambah Beban Rakyat | 30 Ribu e-KTP Belum Dicetak, Pekanbaru Hanya Dapat Jatah 10 Ribu Keping Blangko | Nadiem: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pikirkan Rating Dan Di Zona Itu-itu Saja | Ditangkap Polisi karena Bakar Lahan, Pelaku Berdalih untuk Usir Monyet | Waduh, 10 Hektare Hutan di SM Giam Siak Kecil Riau Terbakar
Sabtu, 18 Januari 2020
/ Peristiwa / 08:10:16 / Hindari Polemik, MUI Pekanbaru Minta Pemerintah Buat Definisi Radikalisme /
Hindari Polemik, MUI Pekanbaru Minta Pemerintah Buat Definisi Radikalisme
Jumat, 08 November 2019 - 08:10:16 WIB

PEKANBARU - Pemerintahan Jokowi-Maruf saat ini tengah serius ingin memberantas radikalisme, namun hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat hingga menjadi perbincangan hangat.

Mengenai hal ini Ketua Fatwa MUI Pekanbaru, Prof Akbarizan menyebut pemerintah harus benar-benar menjelaskan kepada publik apa itu kelompok radikal dan radikalisme. Hal itu agar masyarakat tidak salah menangkap atau saling tuduh yang dapat menyebabkan masalah baru.

Menyangkut hal tersebut, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru meminta sebelum pemerintah pusat menindak kelompok radikal ataupun bahaya radikalisme agar terlebih dahulu menjelaskan apa itu radikal agar tidak menimbulkan polemik baru di masyarakat.

"Kalau definisi radikal yang dimaksud pemerintah kelompok yang intoleran, anti NKRI dan anti Pancasila, itu saya sepakat. Cuma indikator melihat orang itu anti pancasila, anti NKRI, intoleran itu seperti apa yang masih belum jelas," Cakapnya, Kamis (07/11/2019).

Guru besar di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau ini juga meminta agar pemerintah merincikan secara detil apakah yang dimaksud dengan kelompok radikal.

"Apakah nanti ada yang kritik pemerintah bisa dicap radikal? Padahal bisa saja yang mengkritik itu yang paling mencintai NKRI. Begitu pun sebaliknya. Maka definisi itu yang harusnya pemerintah bawa ke masyarakat. Supaya radikalisme ini tidak menjadi isu liar," Cakapnya lagi.

Sama halnya dengan tudingan menghina agama orang lain, apakah pihak yang kena tuduh itu disebut radikal atau tidak.

Prof Akbarizan yang juga menjabat Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pekanbaru ketika ditanya apakah dengan mengkritik orang dapat disebutkan sebagai radikal, Prof Akbarizan mengatakan.

"Kalau iya bisa disebut radikal, maka itu harusnya berlaku untuk semua tidak memandang agama tertentu. Misal tuduhan radikal itu hanya umat Islam. Tidak bisa. Jadi radikal itu berlaku untuk semua, dan tidak hanya dituduhkan pada satu kelompok atau agama tententu," tegasnya.

Agar tak banyak menimbulkan polemik di kalangan masyarakat, Pemerintah Pusat terutama Menteri Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) agar menjelaskan definisi apa saja yang dapat disebutkan apa itu kelompok radikal dan radikalisme.

"Harus didudukkan betul-betul. Jangan sampai orang yang sedang menegakkan atau menjalankan perintah agama, malah nanti dituduh radikal. Saya sering sampaikan dimana-mana, misal ada negara atau pihak yang mau menjajah Indonesia, saya yakin yang paling terdepan itu dari umat Islam," bebernya.

"Makanya jangan-jangan yang dituduh radikal, malah paling cinta Indonesia. Sedangkan mereka yang mengaku paling NKRI nanti malah kabur entah kemana kalau Indonesia tertimpa masalah," tutup Prof Akbarizan. (CAKAPLAH)

   
 
Jajaran Polda Riau Komit Cegah dan Tangani Karhutla 2020
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:46

India Tertarik Bangun Pabrik CPO di Riau
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:42

Pilkada Bengkalis 2020, ASN Dituntut Netral
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:38

Kampar Dapat 283 RLH di APBD Riau 2020
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:34

16 Titik Panas Terdeteksi di Bengkalis
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:32

Fitra Riau Sorot Pembangunan Perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:40

Gudang Farmasi RSUD Arifin Achmad Terbakar
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:37

Masuk Nominasi Adipura Kencana 2019, Alfedri Exspos di Depan Dewan Pertimbangan Adipura
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:34

Disprindag Dan Dinas Pasar Permudah Masyarakat Pantau Harga Sembako Melalui Website Sikompang
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:29

Suap Revisi Alih Fungsi Lahan Riau Bikin Zulhas Dipanggil KPK
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:35

Online Learning Makin Marak, Perguruan Tinggi Diminta Lebih Adaptif
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:29

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Jadi Rp2.229,41/Kg
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:19

Seleksi Komisaris Utama BRK Tuntas, Besok Akan Dilaksanakan RUPS
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:16

Dukung Siak Hijau, Pemkab Gelar Rapat Formulasi Tim dan Kerangka Daya Saing Daerah
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:13

Hujan Berpotensi Guyur Riau Hari Ini, 7 Hotspot Masih Terpantau
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:08

Karhutla Riau Jerat Sembilan Tersangka
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:57

Tahun Ini USBN Ditiadakan, Penilaian Siswa Masing-masing Sekolah
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:54

1 Februari, Bayar Parkir Bandara Wajib Nontunai
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:49

Jokowi Sebut Sandiaga Presiden 2024, Pengamat: Kalau Pidato Di Tempat Lain Kan Beda Lagi
Kamis, 16 Januari 2020 - 09:00

Warga Gempar, Kerangka Misterius Ditemukan di Rumah Kosong dengan Posisi Duduk
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:32

18 Prodi UIR Raih Premier Akreditasi International ASIC
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:17

Duh! Harga Elpiji 3 Kg Bakal Naik Jadi Rp 35.000 per Tabung
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:01

Polisi Selidiki Proyek Pengadaan Pompa Air di Bengkalis
Kamis, 16 Januari 2020 - 07:59

Habiskan Rp 12 Miliar dalam 3 Bulan, Model Seksi Ceraikan Suami Bangkrut
Kamis, 16 Januari 2020 - 07:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com