Home
Jelang Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Kuansing Buka Pendaftaran Panwascam | Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi | Rumah Tempat Transaksi Narkoba Digrebek Polisi, Dua Tersangka Diringkus | Hamili Anak Sendiri, Ayah Bejat ini Ditangkap | Maruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun | SK Sekdaprov Riau Definitif Belum Keluar, BKD Ajukan Ahmad Syah Sebagai Plh
Rabu, 13 November 2019
/ Riau Region / 11:10:49 / Karhutla Riau Habiskan Rp468 Miliar Bikin Sedih Ponakan Prabowo /
Karhutla Riau Habiskan Rp468 Miliar Bikin Sedih Ponakan Prabowo
Jumat, 08 November 2019 - 11:10:49 WIB

PEKANBARU - Wakil Ketua Komisi IV Budisatrio Djiwandono mengatakan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Riau pada 2019 yang menghabiskan Rp468 miliar anggaran kedaruratan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), merupakan ironi menyedihkan yang seharusnya bisa dihindari ke depan apabila ada upaya serius dari semua pihak dalam pencegahan kebakaran.

"Saya sedih tadi malam membaca, dua hari lalu Kepala BNPB mengatakan karhutla (Riau) menghabiskan 468 miliar rupiah. Ini jadi catatan penting, dengan Rp468 miliar dalam penanganan bencana. Kita jangan gegabah," kata Budisatrio Djiwandono, yang merupakan ponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, di Pekanbaru, Kamis.

Budisatrio mengatakan hal itu di sela kunjungan kerja komisi yang membidangi kehutanan tersebut ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Turut serta dalam rombongan di antaranya adalah anggota DPR RI daerah pemilihan Riau Effendy Sianipar, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani, Deputi IV Badan Restorasi Gambut (BRG) Harris Gunawan, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, dan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono.

Politisi Partai Gerindra ini menyatakan ketika terjadi bencana tentu harus dapat penanganan yang cepat dari pemerintah pusat. Namun, semua pihak sebenarnya sudah sangat paham bahwa karhutla merupakan bencana yang 99 persen disebabkan ulah manusia.

"Kalau bencana kita memang harus bantu, tapi ini kan anggaran yang mungkin bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih penting misalkan pendidikan, dan kesehatan," katanya.

Karena itu, ia menyatakan kedatangan komisi IV DPR RI ke lokasi rawan karhutla adalah untuk mencari solusi permanen ke depan. Upaya pencegahan harus intens dilakukan kepada masyarakat dan melibatkan semua pemangku kebijakan mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, LSM dan perusahaan-perusahaan swasta.

"Kita harus waspada, anggaran kita ini terbatas. Kita perlu alokasikan anggaran ke postur-postur yang produktif," kata ponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini.

Sebelumnya, saat kunjungan Kepala BNPB Doni Monardo di Pekanbaru pada Selasa (5/11) terungkap bahwa karhutla di Provinsi Riau pada tahun 2019 telah menyedot anggaran dana siap pakai lebih dari Rp468,66 miliar.

"Anggarannya sangat besar terutama untuk TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk hujan buatan, dan untuk 'water bombing'," kata Kepala BNPB Doni Monardo usai memberikan kuliah umum di aula kampus FISIP Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru.

Ia menjelaskan BNPB setiap tahun menyiapkan dana siap pakai atau yang kerap disebut dana "on call", yang bisa digunakan untuk kedaruratan. Untuk kasus karhutla, dana tersebut digunakan mulai dari upaya pencegahan, sosialisasi sampai dengan penanggulangan.

Pemprov Riau menetapkan Status siaga darurat karhutla sejak 19 Februari 2019 selama sekitar selama sembilan bulan, dan baru saja berakhir pada 31 Oktober lalu. Berdasarkan data di situs Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karhutla di Provinsi Riau selama 2019 mencakup area seluas 75.871 hektare (ha), jauh lebih luas dibandingkan cakupan karhutla tahun sebelumnya. Tahun 2017 dan 2018 kebakaran hutan dan lahan di Riau berturut-turut mencakup area seluas 6.866 ha dan 37.236 ha.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Dr. Agus Wibowo membenarkan bahwa dana "on call" BNPB selama status siaga darurat karhutla di Riau. Dana sekitar Rp468,66 miliar itu paling banyak dihabiskan untuk operasi udara.

"Operasi udara kurang lebih Rp400 miliar," katanya.

Operasi udara tersebut adalah bantuan sewa delapan helikopter yang digunakan untuk patroli dan pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan bom air (water bombing/WB) di Riau. Total ada 169,57 juta liter air yang sudah dijatuhkan selama operasi heli WB.

"Satu jam heli WB bisa Rp200-300 juta," ujar Agus Wibowo.

Kemudian dana yang habis Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ada sekitar Rp30 miliar. Operasi untuk menghasilkan hujan buatan ini menggunakan pesawat TNI AU dan teknologi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan cara menebar garam. Proses yang disebut menyemai awan tersebut telah menebar 228.916 kilogram garam di langit Riau.

Selain itu, ada pendanaan untuk operasi darat yang menghabiskan kurang lebih Rp38,66 miliar. BNPB pada tahun ini mengerahkan 6.259 personel untuk operasi darat selama siaga darurat karhutla di Riau.

Penerima dana tersebut antara lain untuk operasi di Lanud Roesmin Nurjadin sekitar Rp2,65 miliar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Rp1,1 miliar, Korem 031 Wirabima Rp15,933 miliar, Polda Riau Rp250 juta dan BPBD Kabupaten Indragiri Hilir Rp722,1 juta. (ANTARA)

   
 
Pendiri WhatsApp Terus Dukung Kampanye Delete Facebook
Selasa, 12 November 2019 - 14:40

Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:24

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:21

CPNS 2019: Passing Grade Diturunkan dan Ada Soal Radikalisme
Selasa, 12 November 2019 - 13:17

Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Dihindari
Selasa, 12 November 2019 - 13:15

Munarman: Kasus Hukum Habib Rizieq Cuma Dua Dan Sudah SP3
Selasa, 12 November 2019 - 13:01

Pasca Kasus Bullying SMPN 38, Disdik Pekanbaru Terbitkan Surat Imbauan untuk SD dan SMP
Selasa, 12 November 2019 - 12:58

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 12:53

Security BOB Gagalkan Aksi Illegal Tapping di Kawasan Gasib
Selasa, 12 November 2019 - 12:51

RSD Madani Kalah Sama Puskesmas, Wawako Ayat Cahyadi Heran
Selasa, 12 November 2019 - 12:48

Polsek Kuantan Mudik Amankan Seorang Wanita Pembawa Sabu
Selasa, 12 November 2019 - 12:42

Kontribusi tak Ada, Jalan Jadi Rusak, Dewan akan Buat Perda Menertibkan Truk Non BM di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 09:35

Persaingan Ketat, Pelamar CPNS Diprediksi 4 Juta Orang
Selasa, 12 November 2019 - 09:32

Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30

Perhatikan Ini Sebelum Investasi Logam Mulia
Selasa, 12 November 2019 - 09:27

Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25

Meski Dicekal, Habib Rizieq Bebas Lakukan Umrah
Selasa, 12 November 2019 - 09:19

Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56

Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV
Senin, 11 November 2019 - 13:54

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Senin, 11 November 2019 - 12:30

Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon
Senin, 11 November 2019 - 11:01

Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Senin, 11 November 2019 - 10:58

FPI Bakal Ungkap Bukti Pencekalan Habib Rizieq
Senin, 11 November 2019 - 10:39

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com