Home
Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi | Rumah Tempat Transaksi Narkoba Digrebek Polisi, Dua Tersangka Diringkus | Hamili Anak Sendiri, Ayah Bejat ini Ditangkap | Maruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun | SK Sekdaprov Riau Definitif Belum Keluar, BKD Ajukan Ahmad Syah Sebagai Plh | Hari Ini Hujan akan Guyur Sebagian Riau
Rabu, 13 November 2019
/ SainsTech / 14:55:29 / Mengerikan, Hacker Paling Banyak Serang Ponsel Orang Indonesia! /
Mengerikan, Hacker Paling Banyak Serang Ponsel Orang Indonesia!
Jumat, 08 November 2019 - 14:55:29 WIB

JAKARTA - Kaspersky Lab mengatakan Indonesia saat ini adalah negara dengan jumlah serangan terhadap ponsel paling banyak di Asia Tenggara. Data internal perusahaaan keamanan siber ini menunjukan dari Januari hingga September 2019, Kaspersky telah memblokir sebanyak 632.451 upaya serangan seluler di Indonesia.

Kaspersky juga menemukan bahwa sebanyak 29,07% pengguna Android Indonesia telah diamankan dari malware mobile selama periode yang sama.

Dari banyaknya upaya serangan ponsel di Indonesia, data Kaspersky menemukan 106 paket instalasi untuk trojan mobile banking di Indonesia dari sembilan bulan pertama tahun ini. Ini menempatkan Indonesia di antara tiga negara teratas dengan jumlah trojan perbankan terblokir, termasuk Thailand dengan jumlah 329, dan Malaysia dengan jumlah 215.

"Indonesia menjadi target yang menarik dan menggiurkan bagi para pelaku peretasan yang menargetkan pengguna seluler. Sekarang merupakan tantangan bagi semua pihak di negeri ini, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan status kebersihan digital," ujar General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara Yeo Siang Tiong.

Dalam hal jumlah paket instalasi untuk trojan ransomware seluler yang diblokir oleh Kaspersky, Indonesia memiliki jumlah tertinggi yakni 161 paket. Jumlah ini meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu sebanyak 96 trojan ransomware.

Untuk mengurangi potensi terjadinya infeksi ransomware dan malware, Kaspersky menyarankan beberapa hal, seperti mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play.

Walalupun belum sepenuhnya memberikan jaminan keamanan penuh, tetapi risiko untuk menemukan trojan akan jauh lebih rendah. Pasalnya aplikasi dari pihak ketiga adalah tempat persis para peretas membuat aplikasi mereka yang penuh dengan malware.

Selain itu, memblokir instalasi perangkat lunak dari sumber pihak ketiga dalam pengaturan perangkat. Ini menghilangkan ancaman yang diunduh secara acak dengan upaya meniru pembaruan sistem dan sejenisnya.

Kemudian, perhatikan izin yang diminta oleh aplikasi selama melakukan instalasi. Pikirkan apakah izin yang tertera cocok dengan tujuan aplikasi. Memberi izin yang salah dapat mengirim data sensitif Anda pada pihak ketiga.

Lalu, waspada terhadap uji coba antivirus gratis karena bisa jadi itu adalah malware samaran yang dapat menyerang perangkat seluler Anda. Perangkat lunak keamanan Android yang terjangkau tersedia dari vendor terpercaya dan secara efektif memblokir aplikasi berbahaya. [Republika]

   
 
Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:24

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:21

CPNS 2019: Passing Grade Diturunkan dan Ada Soal Radikalisme
Selasa, 12 November 2019 - 13:17

Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Dihindari
Selasa, 12 November 2019 - 13:15

Munarman: Kasus Hukum Habib Rizieq Cuma Dua Dan Sudah SP3
Selasa, 12 November 2019 - 13:01

Pasca Kasus Bullying SMPN 38, Disdik Pekanbaru Terbitkan Surat Imbauan untuk SD dan SMP
Selasa, 12 November 2019 - 12:58

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 12:53

Security BOB Gagalkan Aksi Illegal Tapping di Kawasan Gasib
Selasa, 12 November 2019 - 12:51

RSD Madani Kalah Sama Puskesmas, Wawako Ayat Cahyadi Heran
Selasa, 12 November 2019 - 12:48

Polsek Kuantan Mudik Amankan Seorang Wanita Pembawa Sabu
Selasa, 12 November 2019 - 12:42

Kontribusi tak Ada, Jalan Jadi Rusak, Dewan akan Buat Perda Menertibkan Truk Non BM di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 09:35

Persaingan Ketat, Pelamar CPNS Diprediksi 4 Juta Orang
Selasa, 12 November 2019 - 09:32

Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30

Perhatikan Ini Sebelum Investasi Logam Mulia
Selasa, 12 November 2019 - 09:27

Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25

Meski Dicekal, Habib Rizieq Bebas Lakukan Umrah
Selasa, 12 November 2019 - 09:19

Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56

Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV
Senin, 11 November 2019 - 13:54

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Senin, 11 November 2019 - 12:30

Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon
Senin, 11 November 2019 - 11:01

Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Senin, 11 November 2019 - 10:58

FPI Bakal Ungkap Bukti Pencekalan Habib Rizieq
Senin, 11 November 2019 - 10:39

Gubri Hadiri Pengukuhan FKPMR Masa Khidmat 2019-2024
Senin, 11 November 2019 - 10:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com